LazisMu Distribusikan 1.225 Sembako, Ketua PWM NTB Ingatkan Kader Soal Kepekaan Sosial

22/05/2020

Mataram, LazisMu - Muhammadiyah NTB melalui Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) kembali menyalurkan 1.225 Paket Sembako kepada warga terdampak Covid-19 di 6 Kabupaten/Kota di NTB. Bantuan ini sejalan dengan akan datangnya Hari Raya Iedul Fitri. 

Aksi sosial bertajuk 'Ta’awun : Lumbung Pangan Muhammadiyah untuk Negeri' ini secara serempak dilaksanakan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Aksi didukung oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu).

Penyaluran sembako tersebut merupakan program ketahanan pangan tahap kedua yang secara serentak dilakukan di NTB dan nasional se-Indonesia. Tim bergerak sesuai data dan melibatkan relawan Muhammadiyah, dari majelis/lembaga dan Ortom.

Ketua PWM NTB TGH Falahuddin dalam sambutannya menyatakan kegiatan sosial merupakan bukti Muhammadiyah cinta kepada bangsa Indonesia, terkhusus wilayah NTB. Kecintaan diwujudkan dengan aksi nyata memberi untuk negeri pada saat bangsa diterpa bencana wabah virus Corona.

"Ini adalah tahap kedua Muhammadiyah ikut meringankan beban masyarakat, walau tidak banyak dan mungkin hanya bisa untuk beberapa hari saja, minimal bisa mengurangi beban kebutuhan pokok sehari-hari mereka," kata dia

Untuk tahap kedua ini, lanjut Falahuddin yang pada saat bersamaan juga melepas relawan MCCC, tercatat ada 1.225 paket bantuan yang didistribusikan oleh relawan MCCC-Lazismu di berbagai daerah.

“Alhamdulllah proses Ta’awun ini bisa berlangsung lancar, dan semoga bantuan ini bener-bener diterima oleh mereka yang berhak menerima,” lanjutnya.

Ia menghimbau para agniya dan masyarakat yang masih diberikan kelebihan nikmat rizki untuk bersyukur kepada Allah SWT. Rasa syukur sekiranya diwujudkan dengan peka sosial, rela dan ikhlas berbagi untuk membantu sesama yang sedang mengalami kekurangan ekonomi dan pangan kesehariannya.

Ketua Lazismu wilayah NTB Wiryandinata mengatakan, kegiatan lumbung pangan ini masih dalam kerangka program emergency (program jangka menengah), yaitu melakukan pendistribusian paket bantuan yang dilakukan Lazismu bersama MLO secara serempak.

Kedepan, direncanakan jenis programnya lebih mengarah kepada ketahanan pangan individu, yaitu dengan memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk ditanami tanaman yang menghasilkan pangan.

Selain lumbung pangan, Lazismu bersama Organisasi wanita ‘Aisyiyah, juga memberikan Bantuan Tunai dalam bentuk program Bakti Guru kepada 255 guru sekolah non sertifikasi. Mereka adalah guru TK dan PAUD yang tersebar di 10 Kabupaten Kota di NTB.

“Apresiasi saya sampaikan kepada lembaga-lembaga yang telah bermitra dengan Lazismu, serta para Muzaky – Donatur yang mempercayakan donasinya melalui Lazismu,” ucapnya.