Sosialisasikan Wakaf Tunai, PP Muhammadiyah Gelar Webinar CWLS

16/11/2020

Pada hari Sabtu (14/11), Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat (MEK PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Webinar Nasional Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS) secara daring melalui aplikasi Zoom dan YouTube. Webinar ini adalah hasil kerjasama antara MEK PP Muhammadiyah dengan BRI Syariah dan Lazismu.

Dwi Irianti Hadiningdyah, Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan RI bersama dengan Wijayanto, Kepala Divisi Funding & Digital Banking PT Bank BRISyariah Tbk menjadi pembicara dalam webinar ini.

Muhammad Nadratuzzaman Hosen, Wakil Ketua MEK PP Muhammadiyah dalam sambutannya mengatakan bahwa CWLS adalah inovasi yang menggembirakan. Ia berharap kerjasama dengan PP Muhammadiyah yang memiliki nazhir wakaf uang dapat bermanfaat. Muhammadiyah ingin mendirikan rumah sakit dan perguruan tinggi di berbagai daerah.

"Ini menurut saya, karena Muhammadiyah punya aset wakaf, kita bisa manfaatkan. Kita juga punya jamaah yang besar sehingga bisa melakukan cash wakaf. Semua ini dapat berjalan apabila lembaga keuangan syariah, khususnya bank syariah sebagai lembaga penerima wakaf uang menyediakan sarana-sarananya sampai level terbawah," ujarnya.

Dulu, ia menyebut cash wakaf tidak bergerak karena tidak jelas programnya. Sementara itu, orang Indonesia memiliki kecenderungan lebih senang untuk berwakaf dengan membangun masjid dan pesantren karena bisa terlihat dengan jelas hasilnya. Maka, dengan cash wakaf linked sukuk yang memiliki program yang jelas, harapannya masyarakat bisa berwakaf.

Nadratuzzaman juga berharap Muhammadiyah mampu menjadi nazhir. Wakaf produktif sudah lama dilakukan oleh Muhammadiyah dengan cara mendirikan perguruan tinggi, rumah sakit, masjid, dan lain-lain. Sehingga kekayaan aset Muhammadiyah sebagai nazhir akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat luas. "Jangan sampai aset-aset Muhammadiyah terbengkalai. Harta wakaf adalah harta umat Islam yang perlu kita jaga dan kita manfaatkan dengan baik," tutupnya.

Sementara itu, Hilman Latief, Ketua Badan Pelaksana Lazismu Pusat bersyukur karena Muhammadiyah sudah mendapatkan legalitas dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk menjadi nazhir. Ia menyebut bahwa sebenarnya Muhammadiyah sudah menjadi nazhir sejak satu abad yang lalu, namun baru saat ini menjadi nazhir secara resmi. Hilman berharap agar dengan legalitas ini, Muhammadiyah mampu meningkatkan pengelolaan wakaf di Muhammadiyah secara lebih variatif.

"PR kita adalah bagaimana semua warga persyarikatan bersama-sama mendukung program ini. Ini akan menjadi ujian bagi kita, seberapa kuat kita menggalang wakaf tunai ini. Tentu saja CWLS hanya salah satu dari bentuk wakaf tunai, dan masih banyak lagi konsep-konsep yang lain. Laz menjadi salah satu mitra BRI Syariah yang akan menyelenggarakan pengelolaan dengan konsep yang lain," jelasnya.

Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menyebut jika Muhammadiyah berhasil menggalang wakaf tunai, maka akan ada proyek-proyek percontohan yang bisa dilakukan. Misalnya dengan membangun rumah sakit yang hasilnya bisa digunakan untuk kegiatan sosial. Maka ia akan terus mensosialisasikan program ini.

"CWLS ini semoga bisa menjadi embrio adanya dana abadi Muhammadiyah. Ini menjadi penting agar kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah dapat disokong oleh pengelolaan zakat yang lebih profesional," tutupnya. (Yusuf)