Kantor Lazismu se Jatim Kembali Diaudit, Jumlahnya Meningkat 5 Kali Lipat

23/10/2020

SIDOARJO - Untuk menjaga akuntabilitas dan kredibilitas lembaga kepada publik dan umat Islam di Indonesia, pada hari Senin – Sabtu (19-24) Lazismu Jawa Timur menyelenggarakan audit laporan keuangan tahun 2019. Audit ini dilakukan atas laporan keuangan tahun 2019 kantor Lazismu se Jawa Timur, baik kantor perwakilah wilayah, kantor perwakilan daerah, maupun kantor layanan.

Pembukaan dilaksanakan pada Senin (19/10) di Hall Resto Bunda Nur, Sidoarjo, dan dihadiir oleh Badan Pengurus Lazismu Pusat, Eny Muslichah Wijayanti; Ketua Badan Pengurus Lazismu JAwa Timur, drh Zainul Muslimin beserta jajarannya; dan Kantor Akuntan Publik AR Utomo, Achmad Toha beserta tim. Selain itu,hadir pula Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief, secara virtual dari Yogyakarta.

Dalam sambutannya, drh Zainul Muslimin menyebut bahwa salah satu bukti lembaga memiliki manajemen yang rapi, kinerja yang baik, kredibel, dan terpercaya dapat dilihat dari laporan keuangannya.

“Maka Lazismu Jawa Timur akan terus meningkatkan manajemen dan kinerja administrasi keuangannya, sehingga dari tahun ke tahun Lazismu Jatim akan semakin kredibel dan mendapatkan kepercayaan dari muzakki dan donatur,” ujarnya sebagaimana dikutip dari lazismujatim.org.

Pada tahun 2019, Lazismu Jatim memiliki 1 kantor wilayah dan 5 kantor daerah yang telah diaudit. Menurut Zainul, tahun ini jumlahnya naik sampai 5 kali lipat. Ia mencanangkan tahun 2021 semua kantor Lazismu di Jawa Timur yang meliputi 37 kantor daerah dapat diaudit.

Sementara itu, Hilman, dikutip dari lazismujatim.org menyambut dan mengapresiasi perkembangan Lazismu Jatim yang sudah dua tahun terakhir diaudit laporan keuangannya. Menurutnya hal ini dapat menjadi contoh bagi Lazismu di provinsi yang lain agar segera melakukan audit keuangan.

“Lazismu sebagai pengemban amanah zakat infaq dan sodaqoh harus meningkatkan kepatuhan dan ketertiban sebagai organisasi yang tertib dan rapi. Amanah yang telah dititipkan kepada Lazismu harus dilaporkan dengan sebaik-baiknya. Lazismu tidak hanya dituntut untuk dapat menyalurkan secara tepat namun juga tertib administrasi,” jelasnya.

Hilman menyebut bahwa kekuatan gerakan dan lembaga ke depan adalah ketertiban, kerapian, dan keaatan dalam pencatatan administrasi keuangan. Sehingga mampu diperiksa oleh lembaga auditor yang independen.