Bagikan 5000 Box Nasi, Lazismu Jakarta Selatan Gelar Jumat Berkah di 5 Titik

13/11/2020

JAKARTA SELATAN - Lazismu Jakarta Selatan secara rutin menyelenggarakan Jumat Berkah di lima titik sekaligus. Di antaranya di Masjid As-Sudairy, Masjid An-Nur Manggarai, Masjid Pasar Rumput, Masjid Al-Huda Tebet, dan di Bojong Gede. Dalam satu kali kegiatan, Lazismu KL Manggarai bisa menghabiskan hingga 5000 box nasi.

Lambang Saribuana, Ketua Lazismu KL Manggarai, Jakarta Selatan menyebut bahwa kunci dalam menyelenggarakan Jumat Berkah secara bersama-sama ada di kolaborasi. Lazismu Jaksel bekerjasama dengan KL Manggarai, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Puteran, dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Bojong Gede.

“Ranting dan Kantor bekerjasama menyelenggarakan bareng-bareng, tapi menggunakan bendera yang sama, yaitu Lazismu,” ujarnya melalui saluran telepon.

Ia menyebut Jumat Berkah sudah dimulai sejak November tahun 2019. Lazismu Jaksel mentargetkan untuk dapat berbagi sepuluh ribu box nasi dalam satu kali Jumat Berkah. 

Makanan yang dibagikan cukup variatif. Ada mie ayam, rica-rica, ayam goreng, ayam krispi, dan masih banyak lagi. Selain dibantu oleh masyarakat dalam pengadaan makanan, Lazismu juga dibantu oleh beberapa pengusaha makanan.

Ada pengusaha daging yang menyumbangkan daging, ada pengusaha mie ayam, dan lain-lain. Sebagai kompensasi, pengusaha-pengusaha yang memberikan donasi ini disertakan logo usahanya di box nasi. “Kalau kita sendirian kan berat. Satu box aja Rp 15.000 – Rp. 20.000. Tapi karena dibantu oleh masyarakat akhirnya bisa banyak. Peran Lazismu hanya sebagai katalisator saja,” imbuhnya.

Selain di masjid, Lazismu bersama relawan ‘Aisyiyah juga membagikan makanan ke berbagai tempat seperti ke sekitar Tebet dan lingkungan padat kumuh di daerah Manggarai. 

Sementara itu, untuk menanggulangi kerumunan jamaah ketika mengambil nasi, Lazismu membagikan kupon terlebih dahulu ketika jamaah datang ke masjid. Setelah salat jumat selesai digelar, jamaah datang ke konter Lazismu yang ada di sekitar masjid untuk menukarkan nasi secara tertib, sehingga tidak ada kerumunan dan jamaah bisa tetap menjaga jarak dalam rangka menerapkan protokol kesehatan.

“Tim kita sudah siap sejak 10.30 WIB untuk membagikan kupon. Jadi tidak ada kerumunan, tidak berdesak-desakan, dan semua mengalir dengan tertib,” jelas Lambang.

Menurut Lambang, yang membutuhkan nasi Jumat Berkah tidak hanya orang-orang miskin. Ia menyebut orang-orang yang bekerja sebagai driver ojek online, sales, dan lain-lain mereka juga membutuhkan makan. 

“Sekarang orang-orang sudah pada tahu. Jadi banyak sales yang salat ke masjid kita dengan harapan salat sekaligus mendapatkan nasi. Karena bisa jadi uang mereka juga terbatas. Faktanya adalah semakin hari semakin banyak masyarakat sekitar yang mau menyumbangkan. Dulu di as-Sudairy awalnya hanya 20 box. Sekarang bisa sampai 200 box setiap jumat,” imbuhnya.

Masyarakat sekitar banyak yang memberikan makanan ke Lazismu, dan Lazismu yang akan menyalurkan ke jamaah. Lazismu sebagai pencetus gagasan yang disambut baik oleh masyarakat, sehingga sekarang 5 masjid di atas sudah mampu menyelenggarakan Jumat Berkah dengan baik.

Ia berharap agar setiap masjid mampu menyelenggarakan Jumat Berkah bersama dengan masyarakat sekitar sehingga hal tersebut akan mampu memakmurkan masjid. Ia juga berharap agar Jumat Berkah menjadi ciri khas jamaah Muhammadiyah.

“Jumat Berkah sangat bermanfaat khususnya bagi masjid-masjid di jalan raya yang dilewati oleh musafir. Mereka yang datang kadang-kadang ya pas-pasan uangnya untuk makan. Sehingga itu akan sangat membantu mereka,” tutupnya. (Yusuf)