sumber: detik.com

962 Orang Terluka, PCIM Turki Galang Dana untuk Korban Gempa Izmir

02/11/2020

IZMIR, TURKI - Gempa bumi mengguncang Turki dan Yunani dengan kekuatan 7 Magnitudo pada Jumat sore (30/10) waktu setempat. Menurut keterangan Jelang Ramadhan, Sekretaris Umum Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki sekaligus koordinator adhoc bantuan untuk Izmir, gempa bumi terjadi selama beberapa kali sehingga menyebabkan tsunami-tsunami kecil di wilayah pesisir Izmir.

Ada 6-8 gedung yang runtuh dan 13 gedung yang rusak. Menurut data terbaru yang ia sampaikan, gempa bumi ini juga mengakibatkan 79 orang wafat dan 962 luka-luka.

“743 orang dari 962 tadi sudah selesai dari perawatan, mungkin hanya luka ringan. Sedangkan sisanya sebanyak 219 orang masih dirawat dan kemungkinan mereka akan menjadi difabel baru,” jelasnya melalui saluran telepon (2/11).

Mahasiswa Doktoral jurusan Hubungan Internasional tersebut menyebut bahwa PCIM Turki bersama Lazismu menggalang dana untuk korban gempa. Meskipun Pemerintah Turki tidak memberikan sinyal untuk meminta bantuan, namun langkah ini ia anggap untuk merayakan hubungan diplomasi Indonesia dan Turki yang telah berjalan selama 70 tahun.

“Nanti kita akan membelikan masker, face shield, jaket, dan selimut karena di Izmir sebentar lagi akan memasuki musim dingin. Selain itu juga makanan siap saji dan minuman. Kita nanti akan bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan juga warga Muhammadiyah di Turki,” imbuhnya.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan ucapan duka mendalam atas musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda Turki dan Yunani. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengatakan bencana ini menjadi musibah global.

Dilansir dari Republika, Haedar menekankan, masyarakat di Indonesia pernah mengalami hal serupa, merasakan gempa bumi dan tsunami sebagai musibah yang sangat berat. Karenanya, Haedar mengajak seluruh umat Islam dan warga bangsa Indonesia menunjukkan kepedulian.

"Kepedulian dan sikap berbagi dengan semangat kemanusiaan, hadir membangun taawun (tolong-menolong) untuk saudara-saudara kita di Turki dan Yunani. Mudah-mudahan semua cepat berlalu dan kehidupan berjalan menjadi normal kembali," ujar Haedar di Yogyakarta, Sabtu (31/10) lalu. (Yusuf)