Peduli Bu Enah, LazisMu & Ikatan Istri Dokter Tasikmalaya Lakukan Bedah Rumah

20/05/2020

Tasikmalaya, LazisMu - Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Tasikmalaya bekerjasama dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Tasikmalaya menggelar program bedah rumah. Lokasinya di Cimerah, Sukaherang, Singaparna.

Program bedah rumah dilakukan dengan membongkar bangunan lama tempat tinggal Enah Jaenah (65) bersama Tantan (anaknya), Sabtu (16/5/2020). Warga sekitar ikut terlibat bergotong royong. Kemudian lanjut ke tahap pembangunan.

Rumah berukuran sekira 2 x 10 meter persegi itu sebenarnya bukan milik Enah pribadi, melainkan milik almarhum majikannya. Enah yang mengabdi sebagai asisten rumah tangga diberikan amanah rumah tersebut karena telah dianggap layaknya bagian keluarga almarhum.

Sebelum meninggal, Cucu, sang pemilik rumah, berwasiat kepada putra-putrinya supaya tidak membiarkan Enah pergi dari rumah itu. Bahkan, Tantan, anak Enah, memangging Cucu dengan sebutan “Ema”. Karena katanya, “Ema Haji Cucu sudah saya anggap ibu saya sendiri.”

Atas dasar itu, apapun yang kelak terjadi, Tantan bertekad tiada niatan untuk meninggalkan tempat tersebut. Karena sudah merupakan wasiat bagi dirinya, dari orang yang sedemikian dicintai. Bahkan, kalaupun suatu hari ditakdirkan berumah tangga, ia tetap akan tinggal di sana.

Sekalipun demikian, pihak LazisMu tidak bertindak gegabah. Ada tahap musyawarah yang ditempuh, melibatkan keluarga pemilik tanah dan bangunan rumah tempat tinggal Enah, serta unsur pemerintahan setempat.

"Setelah beberapa kali musyawarah, alhamdulillah pihak keluarga memberikan izin dan sangat mendukung bedah rumah. Pembongkaran rumah dilakukan dengan bergotong-royong bersama warga sekitar,” ujar Mamat Kohimat, sekretaris LazisMu.

Untuk pembelian material bangunan, terang Mamat lebih jauh, LazisMu biasa bekerja sama denga Toko Bangunan (TB) BUABA, dalam setiap program bedah rumah.

Bukan hanya rumah yang dibedah, LazisMu dan IIDI juga menyalurkan bantuan berupa peralatan rumah tangga: karpet, bantal rak piring, kompor gas, lemari mini, dan lain sebagainya. Pasalnya, untuk menanak nasi saja, selama ini Tantan harus memanfaatkan kayu bakar. Limbah bangunan rumah warga sekitar.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki atau donatur yang telah mendukung program ini. Semoga Allah memberikan balasan yang berlipat, serta rezeki yang berkah,” ucapnya.

Sumber: kapol.id