Targetkan 5.040 Kaleng Rendangmu, Lazismu Sragen Ajak Partisipasi Pekurban Bahagiakan Penerima Manfaat

10/06/2020

Sragen – LAZISMU. Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah atau Lazismu di Kabupaten Sragen, pada hari raya Idul Adha tahun ini  menargetkan penghimpunan dana dari para pqurban sekitar Rp 252 juta untuk membeli 12 ekor sapi kurban.

Rencananya, seperti disampaikan Ronny Megas Sukarno selaku Direktur Lazismu Kabupaten Sragen, dari target yang diimpikan itu, daging hewan kurban akan diolah menjadi daging kemasan dalam kaleng berupa rending sebanyak 5.040 kaleng yang bisa bertahan hingga tiga tahun.

Lazismu di Sragen telah membuka layanan kurban untuk masyarakat yang ingin menunaikan kurban. “Sudah dibuka sejak dua hari lalu, alhamdulillah sejak dibuka sudah ada 40 orang yang mendaftar ikut berkurban,” pungkasnya.

Sambil layanan ini berjalan, setidaknya sudah mendekati 50 persen capaian yang ditargetkan dari 84 orang donatur yang akan berencana berkurban, lanjut Ronny setelah dikonfirmasi tim media Lazismu melalui Rizky salah seorang amil Lazismu (10/6/2020).

Lazismu Sragen akan melihat perkembangannya, ujar Ronny. Bila minat warga untuk berkurban melalui Lazismu Sragen ada pertumbuhan, maka akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berkaca pada 2019, Lazismu Sragen bisa menggalang donasi untuk kurban dari 63 orang sehingga terdapat sembilan ekor sapi yang dikurbankan.

Ronny menjelaskan, daging olahan yang dijadikan rendang, akan dikirim ke Sragen setelah dua sampai tiga bulan. Penyalaurannya akan diberikan kepada orang yang berkurban sebanyak sepertiganya melalui Lazismu Sragen. Selebihnya akan diperuntukkan bagi kaum duafa, yatim-piatu, korban bencana, dan warga terdampak Covid-19 serta penerima manfaat lainnya.

Rendangmu adalah produk program kurban Lazismu secara nasional yang tidak diperjual-belikan, dan di program tahun ini serentak mengusung tema Qurban untuk Ketahanan Pangan. Pada dasarnya rendangmu sebagai daging kemasan, merupakan gagasan yang muncul untuk merespons banyaknya warga miskin yang tidak mendapatkan manfaat program ini, sehingga meringankan beban mereka yang tidak punya alat untuk mengawetkan daging. (na)