Sambangi Mualaf Suku Tengger, Lazismu Salurkan 40 Paket Sembako

17/06/2020

Lumajang – LAZISMU. Lazismu Kabupaten Lumajang yang berkolaborasi dengan Kantor Layanan Lazismu Senduro menyalurkan 40 paket sembako bagi mualaf Suku Tengger. Lazismu menyambangi para mualaf yang tak jauh dari pinggiran Kecamatan Senduro, pada Sabtu, 13 Juni 2020.

Dalam kegiatan itu, turut hadir pengurus Kantor Layanan (KL) Lazismu Senduro yang diwakili Arofiq dan staf fundraising Lazismu Lumajang bersama dengan Ketua RW 1 setempat, Saikhu.

Arofiq mengatakan, penyaluran sembako di lokasi tersebut sengaja diagendakan di tempat terpisah, yakni di dua dusun pinggiran Kecamatan Senduro, di daerah itu masih banyak memerlukan uluran tangan.

Pertama Dusun Krajan RW 01 Desa Kandangan, kedua, Dusun Kayu Enak Desa Kandang Tempus Kecamatan Senduro. “Pembagian sembako dilakukan sambil bertandang ke para mualaf di dusun itu khsuusnya mualaf dari suku Tengger yang berada di sekitar desa,” katanya.





 
Arofiq menyampaikan, daerah ini termasuk binaan KL Lazismu Senduro. Ada banyak mualaf yang perlu perhatian dari sisi pendekatan agama dan pendekatan ekonomi. Seperti diberitakan dalam laman resmi pwmu.co (15/6/2020), Arofiq, mengungkapkan harapannya melalui program zakat dan infak, ke depan bisa memberdayakan dengan baik dan antusias. Karena itu, dukungan para donatur selama ini mudah-mudahan dapat segera terwujud.

Saikhu selaku Ketua RW 01 Desa Kandangan, mengucapkan rasa syukurnya, bahwa dengan kegiatan Lazismu di wilayahnya selama ini dapat memberikan manfaat. “Ini sangat membantu warga kami yang memang sangat membutuhkan. Apalagi dampak pandemi Covid-19 ini imbasnya sampai ke persoalan ekonomi di kalangan bawah,” katanya. Saikhu juga akan mengajak para dermawan untuk selalu menyisihkan sebagian rejekinya dengan menunaikan zakat mal, infak dan sedekahnya melalui Lazismu.

Pada kesempatan berbeda, Kuswantoro selaku amil Lazismu Kabupaten Lumajang saat dihubungi melalui saluran telepon mengatakan (16/6/2020), kegiatan ini juga melibatkan pimpinan daerah muhammadiyah setempat. Sebetulnya program di desa tersebut sudah lama dilakukan, bebernya. “Di sini peran Lazismu dapat lebih mengena dengan program-program yang bermanfaat dengan melibatkan kantor layanan Lazismu yang ada,” tutupnya. (na)