Percayakan MDMC Sulsel, Pemerintah Berharap Layanan Psikososial Banjir Bandang Luwu Utara Ringankan Beban Warga Terdampak

27/07/2020

Makassar – LAZISMU. Respons bencana banjir bandang di Masamba kabupaten Luwu Utara masih berlangsung. Bantuan dan relawan yang bergerak di lokasi pasca-bencana dilakukan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Luwu Raya yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Palopo (UMP). Dalam kondisi itu, 25 Tim Psikososial bagi korban banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara diturunkan untuk memulihkan rasa trauma.  

Seperti dikutip dari laman khittah.co (27/7/2020), Sakinah dari perwakilan tim Psikososial MDMC Luwu Raya, mengatakan, tim yang mendampingi masyarakat pada masa tanggap darurat untuk memulihkan trauma pasca-bencana sehingga masyarakat mampu secara perlahan-lahan bangkit dari kesedihan agar kembali beraktivitas seperti biasa.

“Ini bentuk prihatin kami semua terhadap korban banjir di Masamba,” kata Sakinah saat dikonfirmasi usai menggelar layanan psikososial kepada warga terdampak korban, Sabtu, 25 Juli 2020.

Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palopo ini mengungkapkan, untuk relawan psikososial yang bertugas kami tempatkan di Pos Layanan (Posyan) Balebo, Kappuna & Pannampung. Mudah-mudahan akan terus kami lakukan dengan sistem roling, jadi untuk tahap awal kami buka dalam 10 hari ke depan.

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris MDMC Sulsel Haeruddin Makkasau saat dihubungi (27/7/2020) mengatakan, pihaknya diamanahkan oleh pemerintah daerah menjadi bagaian dari penanggung jawab pelaksanaan psikososial terhadap korban bencana ini.





 
“Amanah ini menjadi tantangan bagi kami, apalagi di masa pandemi untuk tetap senantiasa mematuhi protokol Covid-19,” tuturnya. Pihaknya yakin semua tim bekerja aman, terkendali dan senantiasa melakukan komunikasi.

Haeruddin menambahkan, selain tim psikososial dari Universitas Muhammadiyah Palopo, MDMC juga akan memobilisasi tim relawan psikososial melalui perguruan tinggi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan.

“Secara bertahap, ke depan ada sebanyak 11 perguruan tinggi muhammadiyah (PTM) yang bakal diturunkan sebagai tim psikososial untuk kemudian dilibatkan dalam partisipasi tanggap darurat ke 7 Pos Pelayanan (Posyan) Muhammadiyah Luwu Raya,” katanya.

Besar harapan kami, lanjut Haeruddin, MDMC melalui mobilisasi relawan pada tingkat kolaborasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan dapat memaksimalkan tanggung jawab sebagaimana peran yang diamanahkan oleh pemerintah daerah. (na)