Melalui Muhammadiyah Aid, 100 Paket Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Rohingya Disalurkan

03/07/2020

Aceh – LAZISMU. Di tengah wabah Covid-19 di Aceh, perhatian Muhammadiyah melalui  Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Muhammadiyah Aid dan Lazismu Aceh tertuju kepada Pengungsi Muslim Rohingnya yang berada di Kantor Imigrasi, Lhoksumawe yang sudah tidak digunakan lagi pada Kamis (2/7/2020), untuk menyalurkan bantuan bagi 100 pengungsi.

Irfannusir Rasman, Ketua MDMC Aceh, saat dimintai keterangan disela acara penyerahan bantuan menuturkan, jenis bantuan yang diberikan pada tahap awal ini berupa perlengkapan sehari-hari. Mengingat pengungsi mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, maka bantuan mendesak selain bahan konsumsi makanan juga disalurkan pakaian layak pakai yang menutup aurat yang bisa digunakan untuk salat.

“Kita salurkan perlengkapan wanita dengan lengkap, sampai untuk perlengkapan keperluan salat. Termasuk juga yang pria, dan anak-anak yang jumlah total mereka ada sekitar 100 pengungsi,” tuturnya.

Selain menyalurkan bantuan dalam bentuk Family Kit untuk keperluan sehari-hari, Muhammadiyah Aid juga menyalurkan bantuan dalam bentuk pembangunan kamar logistik dan kamar tempat jaga pengungsi. Jenis bantuan tersebut diberikan karena selain untuk mencukupi kebutuhan jasmani, para pengungsi juga memerlukan bantuan yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan di luar yang fisik. 

Setelah menempati bekas kantor imigrasi Lhoksumawe, dua hari ke depan para pengungsi yang mayoritas perempuan dan anak-anak ini akan dipindah ke kantor BLK Lhoksumawe. Melihat keadaan pengungsi yang mengalami traumatik, MDMC Aceh selanjutnya juga akan memberikan bantuan psikososial. Bantuan tersebut akan dilakukan atas kerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh dan HIMPSI Aceh. 




 

“Bantuan dari Muhammadiyah ini setidaknya untuk persiapan dua minggu kedepan. Saat ini mereka juga mengalami kesulitan dalam komunikasi, karena tidak bisa berbahasa Melayu atau pun Inggris.” Tambahnya

Irfan juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Aceh yang memiliki semangat ta’awun kepada para pengungsi. Ia juga menambahkan bahwa, semua pengungsi setelah melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah telah dinyatakan bebas Covid-19.

Sampai pada tahap awal ini, Muhammadiyah Aid menyalurkan sebanyak Rp. 75.000.000 kepada pengungsi. Diperuntukkan sebanyak Rp. 55.000.000 yang disalurkan pada tahap awal dalam bentuk Kit keperluan sehari-hari, Rp.12.000.000 untuk keperluan kamar logistik, MDMC juga akan melakukan pendampingan psikososial selama beberapa waktu ke depan.

Perlu diketahui, pada Rabu 24 Juni 2020 para pengungsi dari Rohingnya yang bertujuan ke Malaysia, berada kurang lebih empat mil dari pesisir Pantai Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara terombang-ambing di tengah laut tanpa persediaan makanan dan minuman, yang kemudian diselamatkan nelayan Aceh untuk menepi ke pinggir pantai. (a'n/muhammadiyah.or.id)