Lazismu Bersama Relawan Sisir Pos Pelayanan Terjauh Antar Bantuan

20/07/2020

Luwu Utara – LAZISMU. Relawan kemanusiaan Muhammadiyah yang tergabung dalam One Muhammadiyah One Response (OMOR), dan berada di lokasi bencana pasca banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara menggencarkan penyaluran bantuan untuk para korban terdampak.

Mereka terus menyalurkan bantuan yang terus datang dari masyarakat se- Sulawesi Selatan kepada para pengungsi yang paling jauh di pelosok desa. Ada beberapa posko layanan yang dinaungi oleh posko koordinasi, yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani Masamba. Posko Layanan sementara ada empat titik, antara lain: Posyan Simpuru Siang, Kelurahan Kurri-kurri, Posyan Balebo di Desa Balebo, Posyan Radda, Posyan Kampuna, dan Posko Satelit.

Saiful Amir selaku amil dari Lazismu Kota Parepare mengabarkan (19/7/2020), para pengungsi terharu ketika bantuan tiba di rumah-rumah warga, bahkan di pelosok perkampungan atas kepedulian dari masyarakat dan relawan OMOR.

Ibu Ani (60) salah seorang warga terdampak, tak kuasa menahan haru mendapatkan beberapa paket kebutuhan sehari-hari. Ia mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan relawan, yang telah datang jauh-jauh membantu kami di sini. “Kami tidak punya apa-apa lagi, semua yang ada hanyut terbawa banjir dan sebagian yang lain tertimbun lumpur,” kisahnya dengan isak tangis.

Hal senada diungkapkan oleh Ibu Rahma warga Desa Kamiri, Kecmaatan Masamba, dengan bantuan Family Kit yang diterimanya, serta asupan makanan berupa abon dan makanan pokok lainnya sungguh sangat membant. “Kami tak mampu membendung rasa bahagia ini meski dilanda bencana,” ungkapnya. 

Amin Abdullah selaku Koordinator Posko Muhammadiyah mengatakan, kemungkinan posyan ini akan terus bertambah sampai di kelurahan/desa, untuk memudahkan upaya pelayanan warga terdampak. Karena tim relawan yang melakukan pendataan terus bekerja dan masyakat dari berbagai tempat terus mendatangi posko-posko layanan. 

“Dengan medan yang cukup berjauhan dan jalan masih berlumpur bahkan harus menyeberangi sungai maka tim relawan yang didukung oleh ortom dan angkatan muda Muhammadiyah, focus bantuan diarahkan untuk meringankan warga,” katanya. 

Diusulkan kepada pimpinan Muhammadiyah, bahwa untuk tahap mitigasi adalah bagaimana memikirkan para terdampak agar bisa tinggal sementara di rumah hunian. Seperti disampaikan Saiful Amir, bahwa ini baru berupa usulan, rata-rata pengungsi yang rumahnya hilang masing di tempat pengungsian bersama yang lain untuk berbaur dalam satu tenda yang sederhana dan terbuka. (na)