Lazismu Berharap Pasca Diresmikan, Gedung Zakat Center sebagai Pusat Kegiatan Zakat

22/12/2019

Gresik – LAZISMU. Grand Opening gedung zakat center Lazismu digelar di Graha MEK, Jalan Jawa No. 30 GKB, Yosowilangun, Gresik, Jawa Timur. Diresmikan oleh Ketua Lazismu Pusat, Hilman Latief yang ditandai penandatangan prasasti dan pemotongan pita.

Selepas peresmian, dilanjutkan kunjungan tamu sejumlah 60 orang di kantor Lazismu yang baru itu disaksikan DPRD Gresik, Ahamd Nurhamim, Kemenag Kabupaten Gresik, Markus, MUI Kabupaten gresik, Ainur Rofiq, Pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Taufiqullah, Ketua Lazismu Gresik, Abdul Rozak, dan Wakil ketua Lazismu Jatim, Syamsun Ali.

 

Ketua Lazismu Gresik, Abdul Rozaq, mengatakan, Lazismu mendapatkan hasil Wajar Tanpa Pengecualian, dari Audit Eksternal AR Utomo untuk pelaporan tahun 2018. Lazismu harus selalu meningkat dalam mengejar target. Pada 2019, hasil yang diperoleh Rp 6 Milyar. “Maka di 2020 target menjadi Rp 8 milyar serta 5 unit ambulans yang distribusinya kembali lagi untuk kemaslahatan umat,” katanya.

 

Tujuan diresmikannya grand opening ingin menyosialisasikan zakat di kabupaten Gresik dan sekitarnya. Diharapkan dengan sosialisais ini berdampak pada perkembangan Lazismu di sini. Perolehan zakat tahun ini baru mencapai angka 14 persen dari total perolehan. Semoga dengan berdirinya Gedung Zakat Center kinerja Lazismu dapat terus menggelora dan warga dapat menunaikan zakatnay di sini jadi tak sekadar hanya lewat.

 

“Jika orang mengingat zakat, maka akan mengingat kewajiban yang harus ditunaikannya. Karena selama ini, orang lebih memilih berinfak ketimbang zakat,” tambahnya.

 

Menurutnya, untuk mendukung keberadaan zakat center, ke depan Lazismu Gresik akan menyediakan ‘Biro Konsultasi Zakat’ agar syiar tentang kewajiban zakat sampai kepada masyarakat.

 

Lazismu meyakini zakat bisa merubah kehidupan seseorang. Dengan menerima manfaat zakat dampaknya akan dirasakan bersama. Seperti penerima zakat Lazismu di Gresik yang bernama Ibu Zainah dari Bungah. Beliau mendapatkan kemanfaatan dari Lazismu berupa seperangkat alat usaha dan  modal berjualan pentol, bebernya.

 

Sementara itu, Ketua PDM Gresik, Taufiqulloh, mengatakan, kinerja Lazismu sudah sesuai standar, responsnya sudah cepat ketika ada masalah. Artinya kemanfaatan zakat tidak hanya dinikmati di Gresik saja tapi menjangkau semua orang yang betul-betul membutuhkan. Dengan kantor baru dan representatif mudah-mudahan masyarakat bisa dilayani dengan maksimal.




 

Dalam kesempatan itu, Ahmad Nurhamim, selaku senator DPRD Gresik, mengapresiasi kehadiran Lazismu yang memberikan manfaat sehingga bisa menjadi bagian dari pemberi solusi masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi Gresik cukup tinggi, tapi perlu diingat, Gresik kemiskinannya juga cukup tinggi di angka 11 – 12 persen, dengan jumlah pengangguran di atas 5 persen.

 

Nurhamim menilai, selain lembaga zakat, pemerintah juga harus menjawab problem tersebut. “Pemerintah harus hadir dalam rangka menjawab pertanyaan tersebut. Kini pemerintah konsen ke ormas-ormas dengan menggulirkan dana dengan persentase lebih banyak,” ujarnya.

 

“Di lain waktu, semua pihak bisa berkolaborasi dengan perbankan dalam mengurangi rentenir. Jangan sampai bank keliling itu ada maka rencana bersinergi dengan Bank Jatim di permodalan dan Lazismu bisa di pendampingan UMKM bisa terlaksana,” tambahnya.

 

Sedangkan Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, mengatakan, dalam proses membangun kepercayaan, maka kinerja amil perlu ditingkatkan kembali. Untuk menjaga kepercayaan itu, Lazismu dapat mengutus amilnya dalam pelatihan dan pendidikan untuk mendapatkan wawasan baru yang dibuktikan dengan sertifikasi.

 

Di samping wawasan dan pengetahuan amil perlu konsisten dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat. Hal tersebut penting karena Lazismu harus senantiasa menjaga kualitas dan berkomitmen menjadi lembaga terpercaya. (ls)