Dari Kurban Ketahanan Pangan Menuju Kurban Ramah Lingkungan

29/07/2020

Mojokerto – LAZISMU. Kantong plastik biasa digunakan untuk wadah menempatkan sesuatu barang, makanan atau lainnya. Lambat laun penggunaan kantong plastik mulai ditinggalkan masyarakat karena dampak yang ditimbulkan menumpuknya sampah plastik yang sulit diurai.

Sebagai upaya mengurangi dampak sampah plastik, Lazismu kabupaten Mojokerto dalam program Qurban Ketahanan Pangan, memberikan alternatif untuk mengemas daging setelah penyembelihan hewan kurban.  

Apalagi kurban tahun ini masih di tengah wabah Covid-19. Lazismu tak lagi membagikan kantong plastik kepada penerima manfaat dalam membagikan daging kurban seperti tahun sebelumnya. Sebagai penggantinya, besek yang terbuat dari anyaman bambu dinilai lebih ramah lingkungan.

“Penggunaan besek untuk kemasan daging ramah lingkungan sebagai wujud mengkampanyekan dan edukasi jamaah agar beralih dari kantong plastik yang tidak ramah lingkungan,” ungkap Manager Lazismu Kabupaten Mojokerto Khoirul Azmi Ridho.

Langkah itu sejak 24 – 28 Juli 2020, dilaksanakan Lazismu kabupaten Mojokerto dengan membagikan 2.000 besek ke seluruh panitia penyembelihan hewan qurban melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di setiap kecamatan. “Angka ini berdasarkan data potensi kurban 2019 yang dilaporkan masing-masing kecamatan ke Lazismu,” paparnya.





 

Sekretaris PCM Kutorejo, Nurhadi menyambut baik inovasi ini. “Besek untuk daging kurban untuk mengurangi sampah plastik, meski jumlanya belum bisa banyak, setidaknya ada usaha ikut serta menjaga penumpukan sampah plastik di planet bumi ini,” terangnya.

Besek tersebut merupakan fasilitas yang diberikan cuma-cuma dari Lazismu untuk dibagikan sesuai alokasi pembagian yang direncakana panitia penyembelihan di masing-masing kecamatan.

Di tahun mendatang, Ridho berharap masyarakat bisa lebih menyadari risiko yang ditimbulkan akibat penumpukan sampah plastik. “Besek sebagai alternatifnya untuk kemasan daging ramah lingkungan mulai digalakkan agar lingkungan tetap terjaga dari polusi sampah,”bebernya.

Selain pengurangan penggunaan plastik, edukasi pengelolaan daging kurban yang berkemajuan diwujudkan Muhammadiyah melalui kurban kemasan berupa Rendangmu.

Rendangmu diolah dari hewan kurban yang disembelih di hari tasyrik. Setelah melalui proses pengalengan, daging kurban yang sudah berupa masakan rendang dalam kaleng tersebut siap didistribusikan sesuai bagian pekurban dan penerima manfaat.

Sampai 28 Juli 2020, setidaknya sudah lebih dari Rp 50 juta terhimpun untuk kurban. Selain itu, dua orang tercatat menunaikan kurban internasional melalui Lazismu yang akan disalurkan ke Rohingya. Perolehan ini meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 25 juta. (ich)