Dari Dai Perkotaan sampai Bedah Rumah, Muzaki Lazismu Berbagi Kepedulian

24/01/2020

Semarang – LAZISMU. Sejauh mana orang peduli terhadap sesama. Mencari jawaban atas pertanyaan ini tak sederhana yang dipikirkan. Karena permasalahan sosial kemanusiaan tersaji di sekitar kita. Namun jika melihat aktivitas Lazismu Kota Semarang di lapangan, kita akan mendapatkan jawaban itu yang secara intens didukung dengan dana zakat, infak dan sedekah.

Demikian kesan yang ditangkap peserta PPL UIN Walisongo di Lazismu Kota Semarang. Hal itu disampaikan Ari, Koordinator PPL UIN yang telah mengikuti kegiatan Lazismu sejak Senin (6/1/2020). Selanjutnya empat orang peserta PPL UIN akan mengikuti kegiatan di Lazismu hingga satu bulan, sebagaimana dijadwalkan.

Salah satu tugas yang dilakukan meliputi kegiatan renovasi rumah Suyono, salah seorang guru bantu di sekolah dasar di Semarang. Selanjutnya peserta PPL membuat dokumentasi gambar dan video pada setiap kegiatan dan proses renovasi rumah tersebut.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang membidangi Lazismu, Yusuf Hidayat, menyerahkan secara simbolis bantuan program Bedah Rumah untuk Suyono, pada Ahad, 19 Januari kemarin. Penyerahan dilakukan di depan jamaah pengajian Ahad Pagi yang dihelat Majelis Tabligh, PDM Kota Semarang.





 
Dalam amanatnya dihadapan jamaah, Yusuf menyampaikan, bantuan ini berasal dari para muzaki yang menunaikan zakat dan infaknya di Lazismu Kota Semarang. Oleh karena itu, dirinya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua muzaki yang telah memercayakan zakatnya di Lazismu.

Di samping itu, Yusuf juga menyerahkan secara simbolis tasaruf program Dai Perkotaan kepada Majelis Tabligh. Program ini dimaksudkan untuk memudahkan PCM, PRM dan AUM yang membutuhkan mubaligh dalam melakukan kegiatan dakwah di lingkungannya.

Yusuf berpesan, Lazismu tengah menggalang dana bantuan kemanusiaan bencana banjir di Jawa Barat dan sekitarnya. Pasca-banjir, aktivitas masyarakat terdampak belum bisa kembali normal, masih banyak sarana umum yang belum berfungsi baik. Lazismu masih memberikan kesempatan kepada donator untuk menyalurkan infak dan sedekah bagi para korban yang terdampak.

Sebagai kelanjutan pembangunan rumah Suyono, pada Senin, 20 Januari 2020, tim pembangunan melakukan peninjauan lapangan dan pengukuran untuk memastikan proses pelaksanaan renovasi berjalan lancar. Rumah Suyono yang berada di ujung gang buntu tidak memungkinkan untuk bisa dilalui barang masuk hingga lokasi. Inilah salah satu tantangan yang menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap kegiatan kepedulian terhadap sesama. (cs)