Dapat Bantuan Kaki Palsu dari Lazismu, Slamet Bertekad Menggapai Masa Depannya

28/07/2020

Lumajang – LAZISMU. Masih ingat dengan Slamet Effendi (22) pemuda asal Lumajang korban begal delapan bulan yang lalu. Di pertengahan Juli lalu, Slamet mendapatkan bantuan kaki palsu, yang sebelum penyerahan dia mengukur kakinya di bengkel kaki palsu Cipta Prothese milik Sucipto di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan.

Setelah mengukur kakinya, Lazismu kabupaten Lumajang bisa mengantar kembali Slamet Efendi untuk mengambil kaki palsunya yang sudah jadi di Bengkel Kaki Palsu Sucipto di Pandaan Pasuruan (25/7/2020).

Paras Slamet berseri-seri, pasalnya ia bisa kembali berjalan normal, setelah delapan bulan mengurung diri akibat tindak kekerasan yang menimpa dirinya oleh seorang begal. Kaki Palsu yang diterima Slamet merupakan bentuk kepedulian donatur Lazismu untuk memberi semangat agar dirinya bisa menyambut masa depan.

Diceritakan oleh amil Lazismu Lumajang, kurang lebih satu minggu Slamet sudah bisa menggunakan kaki palsunya. Karena itu, Lazismu kabupaten Lumajang bersama tim berangkat ke Bengkel Kaki Palsu Sucipto di Pandaan Pasuruan. Sebelumnya kaki palsu itu sudah melalui proses pengukuran dan pembuatan selama satu pekan. Dalam perjalanan Slamet didampingi oleh Muari selaku Ketua Lazismu kabupaten Lumajang.

Slamet mengucapkan banyak terima kasih kepada Lazismu dan para donatur yang sudah membantunya untuk bisa menyambut masa depan yang lebih cerah. Slamet pun sempat bersimpuh menandakan rasa syukurnya dan menangis bahagia karena selama delapan bulan tidak bisa berjalan dengan normal. Ia pun hanya mengurung diri di rumah.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa jalan lagi. Ini suatu karunia dalam hidup saya dan akan saya kenang sepanjang hidup saya,” ungkapnya.

“Insya Allah saya akan pergunakan kaki palsu ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan saya doakan para pejuang Lazismu dan doantur selalu diberi kesehatan sehingga semakin banyak lagi yang dapat dilakukan untuk memberi manfaat,” tandasnya.

Ketua Lazismu Lumajang, Muari mengucapkan terima kasih kepada Ali Muslimin selaku Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) setempat yang telah memberikan informasi, sehingga Lazismu dan para donatur bisa berbuat semaksimal mungkin guna mengusahakan kaki palsu bagi Slamet Efendi.

“Rasa iba yang muncul ini terhadap Slamet, apalagi usianya masih relatif muda, dan masa depanya masih panjang. Kondisinya perlu perhatian kita semua,” katanya.

Dia juga mengutuk keras pelaku begal sadis yang selama ini sangat meresahkan dan membahayakan masyarakat. Semoga ke depan tidak ada lagi korban seperti yang dialami oleh Slamet Efendii, pungkasnya. (kus/ad)