Dampingi Bayi Hydrosefalus, Lazismu Limpung Salurkan Bantuan untuk Mursyid

10/07/2020

Batang – LAZISMU. Penumpukkan cairan di rongga otak atau dikenal dengan Hydrosefalus, diidap oleh M. Khorul Mursyid, bayi berusia 18 bulan. Mursyid merupakan buah pernikahan pasangan Bapak Rofik dan Ibu Umi yang tinggal di Desa Banteng, Kecamatan Tersono, Batang, Jawa Tengah.

Lazismu Limpung yang sejak Februari lalu memantau perkembangan Mursyid, sudah bertemu kedua orangtuanya. Di rumah Bapak Rofik, amil Lazismu menyaksikan bayi mungil ini. Kepala Kantor Lazismu Limpung, Abdul Wahab Asyifak, mengatakan, Mursyid sudah melewati operasi yang pertamanya pada awal Maret. Dan sudah melakukan kontrol lebih dari tiga kali di RSUD Limpung. Insya Allah bulan Agustus dilaksanakan operasi yang kedua rencananya. 

“Lazismu Limpung pada kesempatan ketiga ini, di samping menjenguk Mursyid pasca-operasi yang pertamanya (9/7/2020), kami juga menyalurkan bingkisan sembako dan susu, sekaligus mengikuti perkembangan kesehatannya setelah sekian kali kontrol di rumah sakit,” katanya.

Menurut keterangan orangtua Mursyid, penyakit yang diderita anaknya diketahui sejak usia satu bulan. “Bidan setempat sudah berusaha untuk mengarahkan untuk segera dioperasi, tapi karena keterbatasan ekonomi keluarga akhirnya tidak jadi operasi,” ungkap Bapak Rofik. Di usianya yang keempat belas bulan, mulai tampak di kepala Mursyid ada pembentukan fisik yang membesar.

Bapak Rofik mengaku, untuk mengobati anaknya hanya mengandalkan obat herbal selama tiga bulan, setelah itu tidak mengkonsumsi lagi karena tidak ada biaya untuk beli obat herbal. Ayah Mursyid hanya seorang buruh serabutan, secara mandiri Ia mengobati anaknya dengan penghasilan per hari Rp 40 ribu. 

Kemampuan Bapak Rofik terbatas, hanya semampunya merawat anaknya yang sakit. “Saat ini hanya menunggu uluran bantuan,” katanya. Alhamdulillah Lazismu memberi perhatian penuh kepada Mursyid, saya dan isteri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lazismu. Ada dua pilihan untuk mencegah kepala Mursyid agar tak terus membesar, kata Rofik, yakni operasi penyedotan cairan atau operasi tulang tengkorak. 

Lazismu Limpung, yang diwakili Abdul Wahab, juga memohon dukungannya dari semua pihak, agar bisa terus mendampingi Mursyid hingga penyakitnya lekas sembuh. “Kami juga mengajak donatur yang ingin berbagi kepedulian dengan Mursyid dapat menghubungi Lazismu Limpung,” jelasnya. (na)