Bedah Rumah Lazismu Sasar Buruh yang Terdampak Covid-19

15/06/2020

Semarang – LAZISMU. Seorang buruh pabrik sablon di Kaligawe Semarang, tak berdaya imbas wabah Covid-19. Ia tak bekerja karena harus libur. Selama masa pandemi, buruh bernama Hesti Bowo itu bekerja serabutan menghidupi keluarganya. Kedua anaknya masih sekolah dan harus merawat seorang jompo di rumahnya.

Bowo tinggal di lingkungan RT 10 RW 03, Kelurahan Karangroto, Genuk. Beberapa tahun yang lalu ia membangun sebagian dinding rumahnya dengan tembok permanen. Pengasilannya tak cukup menyelesaikan pembangunan rumah itu yang masih berdinding kayu.

Terpaksa rumah itu tetap ditempati, meski dinding depannya sudah lapuk. Kerangka atapnya juga sudah keropos, reyot dimakan usia. Setahun terakhir ini rumah itu sudah tak lagi ditempati Bowo dan keluarganya, khawatir atapnya ambruk. Bowo terpaksa memutuskan memboyong keluarganya menumpang di rumah mertua.

Bowo beruntung, menjelang Ramadhan yang lalu, Ketua RT setempat, Eko Wibowo yang juga ketua PRM Karangroto mengusulkan pembangunan rumah warganya itu kepada Lazismu, melalui Kantor Layanan Lazismu Genuk. Semua proses diikuti sehingga diputuskan rumah tersebut layak dibantu.

Lazismu sendiri, selanjutnya melakukan sosialisasi dan penggalangan dana. Proses pembangunannya dilakukan setelah Ramadhan agar tidak mengganggu ibadah puasa. Pada, Ahad, 14 Juni 2020, rencana pembangunan rumah Hesti Bowo dilaksanakan, dibawah arahan 3 orang amil Lazismu Kantor Layanan (KL) Genuk bersama PCM dan PRM hadir menjadi penyelenggara kegiatan ini.

Turut hadir tokoh masyarakat di Kelurahan Karangroto, yang ikut menyaksikan proses awal pembangunan rumah itu. Tidak terkecuali Lazismu Kota Semarang beserta beberapa personil KL ikut serta ke lokasi.

“Tadi malam saya susah tidur, nggak terbayang apa yang akan terjadi dengan pembangunan rumah itu,” kata Handayani selaku Eksekutif Lazismu KL Genuk. Sebulan lebih dirinya mempersiapkan agenda ini sampai melengkapi bahan material. Ahad itu, menjadi hari yang dinanti-nantikan kehadirannya. “Memang lelah, menguras tenaga, namun harus tetap dinikmati prosesnya,” katanya.

Keluarga Hesti Bowo merasa sangat terbantu dengan program bedah rumah dari Lazismu. Dia tak menyangka kedatangan amil Lazismu, yang datang secara resmi, dengan seragam di hari libur. Hesti Bowo, mengucapkan terima kasih kepada donatur Lazismu, yang telah meringankan bebannya. Tidak lupa, dia mengucapkan terimakasih kepada Ketua RT yang telah mengusulkannya. (cs)