Andalkan Transportasi Berkuda, Relawan MDMC Antar Bantuan ke Kawasan Terisolir

01/02/2020

Bogor – LAZISMU. Pos pelayanan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia di Kampung Parigi, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Rabu kemarin mengandalkan kuda sebagai alternatif transportasi mengangkut logistik ke kawasan terisolir pasca banjir dan longsor beberapa waktu lalu (7/1/2020). Seorang kader Tapak Suci asli Bogor yang bermukim di Serang, Fajar Suryani, memeroleh tiga ekor kuda untuk aksi tanggap darurat ini.

Dengan berkuda relawan MDMC Pos Layanan Parigi mengangkut logistik berupa obat-obatan, hygiene kit dan sembako. Jarak tempuh dari Pos Layanan Parigi ke kawasan terisolir itu dengan berkuda kurang lebih 15 km. Desa Cisarua sebagai lokasi tujuan sejak awal terjadi longsor menjadi desa terjauh yang sulit diakses dengan kendaraan.

Sepanjang perjalanan kuda tersebut mendapat sambutan yang antusias dari warga yang selama ini terisolasi oleh longsor. Fajar Suryani sebagai pemilik kuda ikut langsung mendistribusikan logistik sampai Kampung Pojok.

Sepanjang perjalanan dengan berkuda, tantangan medan yang berat dan ekstrim menjadi cerita tersendiri. Jalur yang dilalui adalah jalur alternatif yang sebenarnya jalan kampung berupa gang-gang sempit, pematang sawah dan lereng bukit terjal, untuk menghindari jalur jalan utama yang longsor dari Balai Desa Harkat Jaya menuju desa-desa yang lebih jauh letaknya.

Ketua MDMC Kabupaten Bogor, Nana Muljana mengatakan, ide penggunaan kuda sebagai alat angkut logistik ke desa-desa terisolir di Kecamatan Sukajaya berangkat dari kondisi medan yang cukup ekstrim. 

“Melihat kondisi di lapangan dengan medan yang sangat terjal salah satu kader Muhammadiyah alumni Muallimin Muhammadiyah Leuwiliang, Fajar Suryani bersedia membantu mengangkut logistik menggunakan kuda,” katanya.

Selanjutnya Nana menyampaikan selain sebagai alat angkut ternyata di lapangan, kehadiran kuda menjadi hiburan tersendiri bagi warga kampung-kampung yang menjadi jalur perjalanan kuda karena belum pernah ada kuda masuk ke daerah mereka.  “Alhamdulillah, kehadiran kuda sebagai alat angkut logistik ini mendapat respon positif dari warga,” pungkasnya.





 
Bersamaan dengan penyaluran bantuan logistik, relawan MDMC Pos Layanan Parigi juga menerjunkan tenaga kesehatan dari RSIJ Sukapura sejumlah 4 personil untuk menjalankan pelayanan medis di Pos Pelayanan Kesehatan (posyankes) MDMC di Kampung Pojok Tengah, Desa Cisarua, Sukajaya.

Tim medis ini, tim medis ketiga setelah hari sebelumnya dikirimkan tim medis dari Klinik PKU Muhammadiyah Leuwiliang sebagai tim perintis posyan dan tim medis RSIJ Pondok Kopi, sebagai tim medis utama. Tim medis dari Klinik PKU Muhammadiyah Leuwiliang hanya menjalankan tugas merintis pendirian pos, kemudian pada sore harinya kembali ke Leuwiliang.

Sedangkan tim medis RSIJ Pondok Kopi akan menjalankan tugas hingga 5 hari mendatang bersama tim medis RSIJSukapura. Sehingga Posyankes MDMC di Kampung Pojok ini akan dijalankan oleh dua tim untuk melakukan pelayanan tetap dan keliling di Desa Cisarua. Mengingat Desa Cisarua sebagai desa terdampak paling ujung dan terisolir di dalamnya ada 10 kampung dengan wilayah yang luas.

Sumber: (Sapari-MDMC)