


YOGYAKARTA -- Fatimatuzahra masih kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Status mahasiswanya terdaftar di Fakultas Sekolah Vokasi, Jurusan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan. Sebagai mahasiswa, Ia selalu mencari hal-hal baru untuk mengembangkan pengalamannya.
Hal itulah yang Ia temukan di ajang PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Suatu ajang kompetisi bergengsi dan berskala nasional yang mengusung tema "Smarter Supply Chains to Power Small Local Businesses"
Keterlibatan Fatimatuzahra dalam kompetisi ini berawal dari sebuah ajakan untuk bergabung dengan tim Andai Aku Pro, katanya saat dikontak tim Digicom Lazismu, (14/7/2026). Keinginan yang kuat untuk terus berkembang menjadi alasan utamanya menerima ajakan tersebut.
Sepanjang prosesnya, kompetisi ini dimulai pada bulan Februari 2026 hingga puncak di hari kompetisi pada pertengahan Mei 2026. “Segenap dinamika saya lalui bersama tim memberikan begitu banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang membentuk cara pandang saya”, pungkasnya.
Ini lebih dari sekadar perlombaan, menurutnya kompetisi ini memberi ruang kepada saya sebagai mahasiswa Pembangunan Ekonomi Kewilayahan untuk berkontribusi secara nyata. Melalui ide bisnis yang dirancang, kami berupaya menciptakan solusi untuk efisiensi biaya logistik bagi UMKM, yang menjadi salah satu customer profile kami.
Puji Syukur, tahapan demi tahapan berhasil dilewati, Fatimatuzahra dan tim akhirnya didapuk sebagai pemenang meraih juara 2 diajang tersebut. Fatima mengaku dengan berkuliah di program studi yang diambilnya, terasa seperti sedang menerapkan teori bidang ekonomi yang dipelajarinya.
Terutama sambung Fatima, mahasiswa dituntut menguasai perencanaan, pembangunan ekonomi wilayah dan pengembangan perekonomian suatu wilayah. Semisal dalam suatu dokumen perencanaan yang terukur dan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cerita Fatimatuzahra yang juga sebagai salah satu penerima Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) Lazismu, hanyalah bagian kecil suatu model bagaimana program pendidikan di perguruan tinggi bisa beradaptasi dengan suatu tantangan kompetisi.
Modal yang terpenting adalah pada orangnya, kata Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat Shofia Khoerunisa. Artinya kesungguhan dan keuletan bisa memberikan kesempatan kepada seseorang untuk belajar dan berkembang.
Semangat untuk terus berinovasi, belajar, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat ini sekaligus menjadi wujud komitmen serta rasa syukur Fatima kepada Lazismu, sebagai pemberi beasiswa yang senantiasa mendukung langkah pendidikan dan pengembangan dirinya.
“Selamat kepada Fatimah atas keberhasilannya meraih juara 2 PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan inovasi mampu melahirkan generasi yang siap membawa perubahan. Sejalan dengan semangat Program Beasiswa Sang Surya Lazismu”, terangnya.
Kami berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memperoleh akses pendidikan berkualitas yang mendorong lahirnya insan yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan cita-cita, serta menjadi agen perubahan yang menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA -- Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) secara resmi memulai rangkaian proses Audit Syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Dimulainya proses ini ditandai dengan pelaksanaan entry meeting di Kantor Lazismu Pusat, Jl. Jambrut, Kenari, Jakarta Pusat, pada Selasa, (7/7/2026).
Audit syariah oleh Kemenag RI merupakan agenda krusial lima tahunan yang menjadi syarat mutlak perpanjangan izin operasional Lazismu secara nasional, bukan hanya untuk tingkat pusat. Sebagai komitmen menjaga kepatuhan syariah (shariah compliance) yang berlapis.
Rangkaian pemeriksaan yang akan berlangsung dari tanggal 7 hingga 24 Juli 2026 ini bertepatan dengan momentum Milad ke-24 Lazismu. Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menegaskan bahwa kepatuhan pada regulasi negara dan penguatan koridor syariat adalah marwah lembaga.
Untuk menghadapi audit skala nasional ini, Lazismu telah melakukan penguatan internal sejak Rakernas 2023, termasuk menyusun pedoman audit syariah komprehensif dan melatih kompetensi para auditor internal di berbagai daerah.
"Pengambilan keputusan teknis kami, mulai dari penghimpunan, tata kelola, hingga distribusi, selalu merujuk pada fatwa MUI, Keputusan Tarjih, dan opini syariah dari DPS (Dewan Pengawas Syariah). Rekomendasi audit empat tahun lalu juga telah kami jadikan pedoman kuat untuk memastikan kesiapan penuh seluruh jaringan Lazismu se-Indonesia dalam menghadapi audit perpanjangan izin ini," ujarnya.
Penanggung Jawab Audit Syariah Kemenag RI, Mohammad Isom, menjelaskan bahwa audit syariah merupakan instrumen pengawasan khas Kemenag yang berfokus pada integrasi hukum Islam dan ekonomi syariah. Audit ini bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan, mencegah risiko fraud, serta menjamin bahwa pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) aman secara regulasi, syar'i, dan NKRI.
"Fokus utama pemeriksaan kami mencakup kinerja lembaga, keamilan, efektivitas pengumpulan, hingga ketepatan distribusi. Kami berharap kerja sama yang solid dari seluruh tim dalam penyampaian dokumen agar proses penilaian kelayakan izin operasional nasional ini berjalan lancar dan akuntabel," jelasnya.
Pengendali Teknis Tim Audit Kemenag, Luli Achriyani, menambahkan bahwa ruang lingkup audit akan membedah tiga aspek utama: ketepatan manajemen, pengumpulan, dan penyaluran ZIS-DSKL. Mengingat luasnya jaringan Lazismu, Kemenag telah membagi tim pemeriksa khusus: Muhammad Zaeni (Aspek Manajemen), Wediastri Chalida dan Zulkarnaen (Aspek Pengumpulan), serta Ahmad Rifa'i dan Yulianti Rini Fadilah (Aspek Penyaluran).
Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, memastikan seluruh jajaran direksi dan manajer siap menjalankan proses audit mulai pemenuhan dokumen hingga nanti agenda expose hasil audit di akhir Juli mendatang. Tentunya rangkaian proses audit juga akan menjadi sarana belajar dan instropeksi.
Pertemuan entry meeting ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan DPS Lazismu Pusat, Ayi Yunus, demi kelancaran proses audit demi kemaslahatan umat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

CILACAP — Manfaat khitan selain untuk kesehatan, juga bermanfaat untuk pembersihan diri sebelum beranjak dewasa. Lazismu Cilacap pada Senin, 6 Juli 2026, menggelar Khitan Ceria di Gedung Dakwah Muhammadiyah Cilacap. Kegiatan ini diikuti oleh 30 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan khitan secara gratis.
Program tersebut hasil kolaborasi antara Lazismu Cilacap, RSU PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, dan Klinik PKU Muhammadiyah Cilacap. Ketua Badan Pengurus Lazismu Cilacap, Sugeng Budhi Handoyo, menyampaikan bahwa Khitan Ceria adalah salah satu ikhtiar Lazismu dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memuliakan anak-anak di bulan Muharam.
Menurutnya, kolaborasi dengan amal usaha Muhammadiyah menjadi kekuatan menghadirkan pelayanan berkualitas dan berdampak luas. “Manfaat lain yang diterima peserta adalah layanan khitan oleh tenaga medis profesional dan paket perlengkapan berupa school kit, uang saku, kaos, sarung, dan peci agar anak-anak semangat mengikuti proses khitan”, jelasnya.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Habib Ghozali berharap kegiatan khitan massal ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan. "Semoga kegiatan khitan massal ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan sehingga Lazismu semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat", ujarnya.
Sementara itu, mitra kolaborasi Lazismu yaitu RSU PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya dan Klinik PKU Muhammadiyah Cilacap berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan.
Melalui Program Muharam Ceria, Lazismu Cilacap berharap semangat berbagi di bulan Muharam tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para peserta, tetapi juga memperkuat kolaborasi dakwah dan pelayanan sosial Muhammadiyah dalam mewujudkan kemaslahatan umat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Habib Ghozali, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Untung Kusuma Wardani, Kepala Humas dan Marketing RSU PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, serta Arief Romdlon, Pimpinan Klinik PKU Muhammadiyah Cilacap.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Cilacap]

JAKARTA – Tepat pada hari ini, 4 Juli 2026, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) memperingati hari jadinya yang ke-24. Sejak didirikan pada 4 Juli 2002, Lazismu terus berupaya mengokohkan komitmennya dalam pemberdayaan umat. Pada milad tahun ini, Lazismu mengusung tema "Integrasi Menguatkan Dampak", sebuah langkah strategis untuk menyatukan gerak langkah kelembagaan demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujaddid Rais, menegaskan bahwa integrasi di dalam tubuh Lazismu merupakan manifestasi dari nilai-nilai spiritual dan perintah agama untuk merapikan barisan.
"Integrasi adalah sunnatullah. Terinspirasi dari tauhid yang menjadi pondasi kesatuan ketuhanan, kesatuan penciptaan, kesatuan kemanusiaan. Integrasi menautkan setiap hierarki kelembagaan Lazismu di bawah satu kesatuan sistem," ungkap sosok yang akrab disapa Pak Rais.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan tata kelola yang baik dan barisan yang terorganisir, amanah umat dapat dituntaskan dengan maksimal. Integrasi ini bermakna Satu Sistem, Satu Gerak, Satu Tujuan, di mana seluruh aktivitas Lazismu—mulai dari penghimpunan, pengelolaan, penyaluran, hingga pelaporan ZISKA—kini terhubung dalam satu arah kebijakan nasional.
Langkah ini memastikan bahwa Lazismu di tingkat pusat, wilayah, dan daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan. Sinergi ini juga diperluas melalui kolaborasi dengan mitra internal (MLO) maupun eksternal Muhammadiyah, seperti Kemenag, Baznas, dan NGO.
"Integrasi data dan teknologi akan mempercepat pengambilan keputusan, memudahkan pelaporan, serta meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik. Muaranya, bagaimana seluruh integrasi proses ini memberikan kebermanfaatan dan menguatkan dampak yang luas bagi upaya pemberdayaan umat dan kemanusiaan—khususnya pengentasan mustahik menjadi muzakki—serta pembelaan terhadap kaum mustadh'afin yang menanti kiprah Lazismu lebih luas lagi di usianya yang ke-24 ini," tegas Pak Rais.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, memaparkan bahwa arah kebijakan ini merupakan mandat langsung dari Rencana Strategis (RENSTRA) Lazismu 2025-2030.
"Sesuai amanat RENSTRA Lazismu 2025-2030, kami bertekad menghadirkan ekosistem ZISKA yang terintegrasi, berdampak dan berkelanjutan," ujar Pak Barry.
Memasuki usia 3 windu, Lazismu menaruh fokus utama pada penguatan tata kelola, perancangan program yang membawa perubahan nyata dan berkelanjutan, serta peningkatan profesionalitas Amil.
"Integrasi pikiran, perencanaan, dan tindakan Lazismu seluruh Indonesia berbasis teknologi akan semakin menguatkan dampak ZISKA bagi masyarakat dan mampu menghadirkan layanan terbaik," pungkasnya.
Peringatan Milad ke-24 ini menjadi momentum bagi Lazismu untuk memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Semoga Allah Swt senantiasa meridai dan memberkahi segenap langkah perjuangan Amil Lazismu di seluruh penjuru tanah air dan mancanegara dalam menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan umat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA – Penempatan seseorang dalam tugas tertentu di suatu lembaga adalah bagian dari Tour of Duty. Realitas ini menjadi hal yang biasa di persyarikatan Muhammadiyah, dan menetapkan Barry Adhitya sebagai Direktur Utama Lazismu Pusat.
Penunjukan tersebut, kata Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Gunawan Hidayat, dalam siaran persnya sebagai bentuk penyegaran struktur kelembagaan (tour of duty) di tingkat direksi. Lazismu secara resmi juga akan mengenalkan logo milad Lazismu di hari jadinya yang ke-24 tahun.
Barry mengatakan berkomitmen meneruskan rencana pengembangan Lazismu secara kelembagaan dalam aspek penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan serta pelaporan kerja yang telah diagendakan dalam renstra untuk mewujudkan tranformasi digital.
“Dalam kesempatan ini, upaya mengoptimalkan peluang jejaring Lazismu se-Indonesia untuk meningkatkan tata kelola layanan dan memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan pendekatan atau metode pengetahuan yang didasarkan pada fakta, observasi lapangan, dan pengalaman langsung sehingga ada pembelajaran yang bermakna di tengah perubahan teknologi informasi yang begitu cepat”, kata Barry yang menyelesaikan studi sarjananya di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.
Saat ini, kata Barry, kita dihadapkan dalam kondisi ekonomi yang sulit. Lazismu merasakan betul situasi tersebut untuk bisa menjawab persoalan yang dibutuhkan masyarakat. Dari kondisi tersebut setidaknya ada empat pilar yang perlu disiapkan.
Pertama, pilar kepatuhan syariah, Lazismu harus menyajikan laporan berjenjang kepada donatur, mitra, Kemenag, Baznas dan pimpinan pusat Muhamamdiyah untuk memastikan apa yang dikerjakan Lazismu dan amanah yang dititipkan bisa dilaksanakan sesuai kepatuhan syariah sebagai rambu-rambunya.
Kedua, pilar program, dalam hal ini tentu saja program yang berdampak dan berkelanjutan selaras dengan catatan renstra Lazismu dalam rakernas. Bagaimana itu bisa diwujudkan dalam program berbasis kebutuhan data yang ada di pemerintah dan swasta menjadi bahan pendistribusian dan pendayagunaan.
Barry membayangkan bagaimana dalam sistem tata kelola Lazismu terutama kantor layanan masjid bisa mendata asnaf. Ini perlu duduk bersama untuk mendesain tata kelolanya bahwa kantor layanan masjid tidak hanya menghimpun tapi juga bisa menyalurkan untuk menjawab kebutuhan penerima manfaat.
Ketiga, pilar integrasi teknologi, Lazismu tidak sekadar menerima donasi, tapi juga dengan teknologi informasi tata kelolanya mampu menjawab kesulitan masyrakat. Masyarakat bisa menggunakannya dengan mudah seperti kemudahan menggunakan media sosial dalam suatu algoritma di lini masa.
Keempat, pilar kompetensi dan integritas, semua amil harus berintegritas dan memiliki kompetensi. “Sekarang amil dalam regulasi untuk tugas dan tanggung jawabnya perlu dikuatkan dengan pengujian standar kompetensi. Terkait ini juga bahwa integritas dan kompetensi perlu dilengkapi dengan kerendahan hati dan sikap untuk peka dan peduli secara lebih dalam”, ujarnya.
Sekali lagi, atas amanah ini, mohon dukungannya dari semua pihak dan mitra-mitra Lazismu. Ini tugas berat bagi kami, terakhir tadi sudah ditayangkan logo milad Lazismu ke-24, sebuah usia sosial Lazismu untuk bangkit membangun kemandirian.
Dalam kiprahnya di lembaga amil zakat Muhammadiyah, Barry sebelumnya merupakan anggota badan pengurus Lazismu Pusat sejak 2015. Selain itu, ia juga telah matang di isu-isu kemanusiaan, kesehatan dan kebencanaan di lembaga sosial-kemanusian baik di tingkat nasional dan internasional.
Sosoknya telah berpengalaman dalam aktivitas program pemberdayaan masyarakat dan manajemen program. Barry Adhitya diharapkan dapat membawa visi baru yang mendekatkan Lazismu dengan masyarakat dan mitra kolaborasi terutama dalam mendorong aspek peningkatan kualitas program yang berdampak.
Dalam kesempatan itu, Ibnu Tsani, mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Lazismu seluruh Indonesia yang sejak 2024 – 2026 dipercaya memimpin Lazismu untuk memperkuat tata kelola kelembagaan. Termasuk capaian yang diraih bersama ada andil Lazismu wilayah dan mitra atas berbagai penghargaan yang diperoleh selama ini.
“Tiga tahun merupakan waktu yang tidak sebentar bagi saya untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan semua pihak yang mendukung program-program Lazismu selama ini”, kata kader Muhammadiyah yang juga lama berkecimpung di Majelis Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Secara resmi serah terima jabatan dari Direktur Utama Ibnu Tsani periode 2024 – 2026 kepada Direktur Utama Lazismu Pusat yang baru Barry Adhitya periode 2026 - 2027, ditandai dengan proses penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Hajriyanto Y. Thohari dan Nizam Burhanuddin di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Jakarta, pada Jum’at (3/7/2026).
Bersamaan dengan itu, logo milad Lazismu ke-24 diluncurkan yang disaksikan secara luring oleh seluruh pimpinan majelis, lembaga dan ortom Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lazismu se-Indonesia dan para tamu undangan mitra Lazismu.
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah
Dalam amanahnya, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, mengatakan, pemilihan direktur utama menurut pedoman Lazismu yang baru ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Perubahan ini langkah progresif, oleh karena itu terima kasih kepada semua jajaran Lazismu di Indonesia selama ini. Kita menyadari bahwa apa yang diperoleh dalam dana ZISKA untuk mengeluarkannya tidak mudah, apalagi membelanjakannya”, jelasnya.
“Maka manajemen risiko dalam renstra Lazismu yang baru menjadi penting mengingat persiapan audit membutuhkan itu. Karena saya harus menjaga risiko uangnya semakin besar Lazismu tentu sumber daya manusianya semakin banyak ini suatu keniscayaan”, pungkasnya.
Impiannya, ke depan Lazismu menjadi salah satu perwakilan lembaga di Muhammadiyah yang memiliki visibilitas dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Semua ekosistem ada, dari transaksi, model dan auditnya. Audit syariah dan ketentuan PSAK-nya juga khusus karena berbeda dengan perbankan.
Karena itu, sambung Hilman, saya betul-betul berikan amanah kepada seluruh badan pengurus Lazismu dan direksi baru untuk perkuat ekosistem ekonomi syariah bersama mitra.
Ini tidak mudah butuh perjuangan dari aspek sosial ke bisnis begitu sebaliknya. Maka tata kelola dan kemitraan melalui produk program baru seperti perbankan dan produk teknologi baru harus direncanakan dengan matang.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, turut menyampaikan terima kasihnya kepada Ibnu Tsani yang selama tiga tahun, atas dedikasi dan capaianya bisa diraih secara bersama – sama. Ia juga sampaikan ucapan selamat kepada Barry Adhitya sebagai direktur utama Lazismu Pusat yang baru dalam mengemban amanah ini.
“Tidak ada yang abadi di dunia ini, yang pasti Lazismu menyambut sebuah perubahan yang di dalamnya ada disrupsi. Perubahan itu harus dihadapi dengan lebih solid dan terintegrasi. Adanya perubahan pimpinan di eksekutif bagian dari tour of duty, tidak ada hal baru, yang abadi adalah perubahan itu sendiri”, tandasnya.
Mujadid Rais mengungkapkan masih ada pekerjaan berat, Lazismu sedang dalam proses audit. Pertama audit KAP dan kedua akan ada audit syariah. Beberapa wilayah sedang mengikuti audit audit keuangan oleh KAP, sehingga tidak menggangu proses audit yang sedang berjalan.
Di hari jadinya yang ke-24, pada Sabtu, 4 Juli 2026 nanti, Lazismu mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak” untuk merajut ekosistem ZISKA yang terintegrasi dan berdampak lebih luas untuk masyarakat.
*[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]*

JAKARTA -- Dalam diskusi publik bertajuk “Potensi Keuangan Islam untuk Pendanaan PLTS Berbasis Komunitas”, yang diselenggarakan Muslims for Shared Action on Climate Impact/MOSAIC bersama Katadata yang juga didukung penuh oleh Lazismu, ditemukan suatu persoalan menantang bahwa energi terbarukan sangat dibutuhkan terutama untuk mendukung agar target nol emisi 2060 bisa tercapai.
Tetapi untuk mencapainya dibutuhkan strategi dan pendanaan yang besar serta dukungan luas dari berbagai pihak. Berdasarkan riset, sebetulnya ada peluang untuk meraihnya dengan skema pembiayaan alternatif yaitu lewat instrumen keuangan syariah.
Melalui diskusi publik yang dilaksanakan di Perpusnas RI, Jakarta, pada Rabu (24/6/2026), Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana menawarkan empat skema pembiayaan PLTS berbasis komunitas. Salah satunya dengan model pembiayaan keuangan syariah.
Menurut paparan hasil riset MOSAIC, kata Aldy, instrumen keuangan syariah seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) layak dipertimbangkan untuk menjadi alternatif kebutuhan biaya operasional PLTS. Lewat instrumen itu, beban dan risiko yang ditanggung komunitas bisa lebih ringan pembiayaannya.
Pada kajian MOSAIC diperkirakan PLTS berkapasitas 1 MW mampu menghasilkan sekitar 1,58 juta kilowatt hour (kWh) listrik per tahun. Jika tarif ditentukan sekitar Rp500 per kWh, proyek PLTS ini berpotensi menghasilkan laba sekitar Rp780 juta per tahun.
Alasan Aldy pembiayaan model CWLS sangat memungkinkan untuk ditempuh, karena model pembiayaan pertama seperti hibah harus menampilkan penuh prosesnya melalui wakaf. Sementara itu, model pembiayaan melalui pinjaman bank dirasa penuh risiko dan tidak ideal untuk pemberdayaan suatu komunitas.
Di samping itu, model pembiayaan lainnya seperti kombinasi hibah dan pinjaman lunak (Soft Loan), katanya, akan membantu dan menjaga tarif listrik tetap rendah. Diperkirakan biaya yang dibutuhkan melalui hibah sebesar Rp 11 miliar dan pinjaman lunaknya.
Namun perlu mengasah kemampuan komunitas untuk mengelola programnya dengan skema kombinasi itu. Aldy menilai tidak ada pilihan yang bagus atau pilihan yang buruk. Yang ada pilihan yang tepat untuk kebutuhan suatu program pemberdayaan komunitas.
Merespons kajian MOSAIC tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, yang hadir juga sebagai pembicara mengapresiasi apa yang telah dilakukan MOSAIC sebagai inovasi untuk pemberdayaan komunitas muslim terutama mengatasi persoalan energi yang krusial.
Menurutnya, kajian ini menarik dan perlu disebarkan secara luas ke berbagai komunitas terutama lembaga amil zakat. Maka terkait model pembiayaan alternatif, berdasarkan riset Social Trust Fund UIN Jakarta, perilaku berderma masyarakat terutama zakat, infak, sedekah dan wakaf di Indonesia berdasarkan survei nasional potensinya mencapai Rp 300 triliun.
Bila ini menjadi suatu upaya yang perlu disebarkan untuk atasi krisis energi, kata Mujadid Rais, lewat survei berikutnya ada satu pertanyaan penting bagi wakif untuk berkontribusi. Wakif akan berkontribusi pada program menarik karena alasan untuk lebih taat beragama dan kejelasan hukum, manfaat dan dampak sosialnya, serta tata kelolanya.
“Jika itu bisa dikelola bersama, sangat mungkin sekali dari sudut pandang filantropi. Kita pernah lakukan itu bersama Kopernik di Timor Tengah Selatan. Maka ketika ada riset ini jadi menarik untuk kolaborasi”, ujarnya.
Mujadid Rais mengatakan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) jadi salah satu instrumen yang memungkinkan dari lembaga zakat. Karena zakat infak sifatnya harus segera disalurkan dan berbeda dengan wakaf yang bersifat jangka panjang dalam manfaat pengelolaannya.
Dalam praktiknya di Muhammadiyah harus terkoneksi dengan komunitas seperti sekolah dan masjid. “Harus diakui potensi wakaf di Indonesia besar menurut BWI hampir Rp 180 triliun. Namun demikian, yang bisa kita tangkap di CWLS angkanya masih baru ratusan miliar dalam satu tahun terakhir”, terangnya.
Ia menilai memang ada gap yang tajam, ini justeru sebagai potensi dengan model atau skema pembiayaan yang sifatnya tadi disenergikan dengan penyusunan sebuah proyek yang bagus. Apalagi, kata Mujadid Rais menekankan, bahwa dana sosial atau publik harus terukur dan dampaknya harus jelas. Jadi literasi penting, maka perlu juga dikuatkan akuntabilitas dan transparansinya.
Pada kesempatan itu, perspektif senada disampaikan Direktur Keuangan Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dwi Irianti Hadiningdyah. Apa yang dipaparkan sudah bagus tentang keuangan syariah. “Tidak hanya dilihat dari sisi komersil, tapi nilai manfaat lainnya terutama dari empat model pembiayaan tadi”, ungkapnya.
Tentu ada pihak-pihak yang memiliki visi sama. Kemudian yang tadi kalau misalnya mau model 50:50 pembiayannya, harapannya ada low cost dan juga dengan hibah, maka kita bisa kerja sama dengan perbankan syariah yang memiliki kewajiban untuk memegang portofolio untuk hijau atau melalui dana TJSL (CSR).
Yang ketiga misalnya, kata Dwi, bagaimana kita bisa desain untuk hibanhya dengan modal awal kemudian untuk biaya perawatannya itu bisa CWLS. “Ini pas sekali ada Pak Sabto, kita tahu CWLS bisa dibeli dengan retail dan penempatan pribadi (private placement)”, bebernya.
Misalnya, wakif terpilih itu bisa private placement, kelebihannya imbalan itu bisa diambil dan dimanfaatkan. Namun, lanjut Dwi, tidak menutup kemungkinan juga sekarang penerbitan CWLS retail itu untuk pendanaan universitas dan sudah jelas penyalurannya.
Artinya kerja sama itu bisa dilakukan antara Kemenkeu dan Lazismu sebagai mitra distribusi yang digandeng dan nazir yang digandeng. Ada peluang untuk menemukan proyek yang lebih detail dan terencana sehingga bisa diimplementasikan oleh berbagai pihak dan masyarakat mendukungnya.
Bisa saja ada terobosan lain terjadi dana keuangan syariah justeru pengelolaannya nanti dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dengan KLKH, di situ program yang akan didesain dan yang dibutuhkan tentu akan menarik masyarakat untuk berwakaf dengan CWLS.
Sementara itu, Analis Keuangan Negara Ahli Muda Bidang Tugas Pembiayaan dan Risiko Keuangan Kementerian Keuangan RI, Safrudin Sabto Nugroho, mengatakan pendekatan model pembiayaan dari MOSAIC adalah inovasi yang menarik. Menurutnya menyatukan elemen instrumen sumber pendanaan dalam suatu skema pembiayaan bisa jadi model baru untuk mendukung percepatan transisi energi nasional.
“Ini inovasi positif. Upaya mengintegrasikan berbagai sumber pembiayaan dengan empat model tersebut hingga surat berharga syariah (sovereign sukuk), merupakan terobosan yang layak diaperesiasi", pungkasnya.
Kendati dalam praktiknya, kata Safrudin, keberhasilan programnya sangat ditentukan kualitas tata kelolanya. “Transparansi dan akuntabilitas adalah prioritas karena menggunakan dana publik dan semua kepatuhan itu termasuk dana ziswaf merupakan mandatori.
Tanggapan lain diutarakan Roysepta Abimanyu dari Tenaga Ahli Optimalisasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kementerian Koperasi RI. Roy mengingatkan program PLTS berbasis komunitas tidak selalu dipandang sebagai proyek penyediaan listrik.
“Jangan terfokus pada listriknya. Itu hanya alat. Yang perlu dipotret adalah bagaimana energi dapat mendukung usaha rakyat dan mendongkrak aktivitas ekonomi di desa”, pungkasnya.
Menurutnya energi surya itu penting dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Program ini harus terukur. Sebagai contoh, katanya, kami ada kegiatan ekonomi seperti cold storage perikanan, pengolahan hasil pertanian, hingga usaha produktif lainnya, selama ini akses energi sebagai kendalanya.
“Bila hanya menghitung pembiayaannya dari penjualan listrik, akan jadi sulit. Namun, jika listrik dimanfaatkan untuk mendukung usaha produktif maka jaringan ekonomi sirkulernya akan hidup manfaatnya jauh lebih besar,” imbuhnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

