


LOMBOK -- Tata kelola kelembagaan dalam lembaga amil zakat itu sarana memperkuat kepercayaan publik. Aspek penghimpunan, penyaluran program dan pelaporan merupakan kesatuan pelayanan yang perlu didukung oleh sumber daya amil yang profesional.
Pertemuan Lazismu Daerah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, (8/8/2026), digelar di Aula ITSKes Muhammadiyah Selong untuk menjawab penguatan kapasitas kelembagaan. Agenda itu merupakan upaya pendampingan Lazismu terhadap keberadaan kantor layanan yang menghadirkan pemateri dari perwakilan Baznas dan Forum Zakat.
Mengusung tema “Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapasitas Lembaga ZIS di Daerah”, Ketua Lazismu Lombok Timur Asbur Hidayat, bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lombok Timur Roma Hidayat, hadir membersamai 17 peserta. Peserta terdiri atas pengurus Lazismu Lombok Timur serta bendahara Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA se-Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Asbur Hidayat menekankan besarnya potensi ZIS yang dapat dikembangkan melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan AUM di Lombok Timur. “Optimalisasi ZISKA perlu dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai sektor, baik dalam penghimpunan maupun penyaluran”, jelas Asbur.
Asbur menekankan nilai penting membangun kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu. Oleh karena itu, peningkataan tata kelola diperlukan untuk pendataan penerima manfaat dari masing-masing cabang Muhammadiyah. Dalam praktiknya, kata Asbur, diharapkan bantuan tidak lagi berkutat pada yang konsumtif tapi diarahkan pada bantuan pemberdayaan.
Tahapan sesi pendampingan berlangsung dalam pembahasan potensi ZIS-DSKL di Lombok Timur serta penghimpunan dan penyaluran. Secara bergantian dalam sesi pembahasan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur Roma Hidayat mengungkapkan besarnya tantangan Lazismu.
Sementara banyak lembaga pengelola zakat hadir dengan berbagai kemudahan dalam layanannya. “Lazismu harus memiliki faktor pembeda sebagai nilai keunggulan agar mampu menarik perhatian masyarakat untuk menyalurkan donasinya dengan program yang meyakinkan.
Roma menyoroti Lazismu untuk perlu bergerak bersama dengan upaya membangun kepercayaan publik. Ia juga mengingatkan agar penghimpunan tidak hanya mengandalkan lingkungan internal Muhammadiyah. Lazismu perlu memperluas jejaring sehingga berani tampil ke ruang sosial yang lebih luas dengan membangun kepercayaan secara bertahap.
Menggali Potensi Zakat
Dalam sesi tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Lombok Timur Asbullah Muslim mengatakan bahwa potensi zakat di Lombok Timur masih besar. Peluangnya dapat digali dan dikembangkan dari berbagai sektor.
Potensi itu, kata Asbullah mewakili Ketua Baznas, ada kalanya tidak hanya bersumber dari aparatur sipil negara. Potensi bisa diraih dari kalangan pengusaha dan sektor usaha lainnya. Ia menilai bahwa keberadaan pengusaha dari kalangan Muhammadiyah di Lombok Timur terbilang cukup banyak.
Sebagian dari pengusaha itu telah menjalin komunikasi dengan Baznas. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Lazismu Lombok Timur untuk lebih giat menghidupkan jejaring dan mengambil peran dalam penghimpunan serta pendayagunaan.
Asbullah juga menekankan kolaborasi antara Muhammadiyah dan Baznas untuk bersinergi dalam pelaporan program penghimpunan maupun pendayagunaan. Melalui koordinasi dan pelaporan, kata Asbullah agar program-programnya dapat terdata dengan lebih terarah.
Di samping itu, untuk penguatan fundraising, kemitraan, dan transparansi, Ketua Forum Zakat (FOZ) Wilayah NTB Arjan menyampaikan bahwa penguatan penghimpunan membutuhkan strategi yang terarah.
Pemetaan potensi sektor unggulan adalah angkah pertama untuk mengidentifikasi mitra yang diteruskan dengan edukasi berupa peningkatan literasi publik tentang zakat. Dengan demikian, sambung Arjan, upaya melakukan branding lembaga akan kian kuat tanpa melupakan peningkatan kapasitas dan kompetensi amil.
Arjan mengungkapkan potensi dana zakat di Nusa Tenggara Barat sebesar Rp2,8 triliun per tahun. Adapun realisasinya masih di kisaran Rp 170 miliar per tahun. Artinya, peluang itu masih terbuka untuk dioptimalkan dalam penghimpunan zakat, infak dan sedekah.
Penguatan literasi, pelayanan, branding, serta kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi fundraising. Arjan menilai, penghimpunan harus seirama dengan laporan yang transparans. Kepercayaan muzaki tidak hanya dibangun dari melalui kemampuan menghimpun tetapi juga dengan keterbukaan secara akuntabel.
Dalam sesi interaktif, Bendahara SLB Muhammadiyah Kelayu, Zahidin menanyakan tentang penggunaan dana zakat, infak dan sedekah untuk kebutuhan operasional lembaga. Menjawab pertanyaan itu, Arjan menjelaskan, kebutuhan operasional bisa bersumber dari hak amil sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Aulal Amini, Bendahara LKSA Lombok Timur, mengkonfirmasi soal pemanfaatan dana yang dihimpun dari para donatur untuk mendukung kebutuhan LKSA, terutama kebutuhan karitatif. Arjan menjelaskan pemanfaatan dana itu telah sesuai selama dimanfaatkan untuk kebutuhan program dan lembaga sesuai tujuan penghimpunan dana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Lomboik Timur/Fadli Dzil]

SIDOARJO – Penyaluran program Lazismu dalam kurun waktu tertentu berhasil menyerap anggaran. Hal ini merujuk pada struktur tata kelola yang terbentuk dari rencana implementasi program yang diiringi dengan besaran biaya program yang dianggarkan dalam satu tahun.
Dalam perkembangannya, tata kelola lembaga amil zakat mengalami pergeseran. Dari program yang bersifat pendistribusian menuju program pendayagunaan. Isu penting yang menonjol belakangan ini adalah bagaimana lembaga amil zakat juga mampu berperan dalam pengentasan kemiskinan.
Paradigma baru tata kelola lembaga amil zakat dibedah kembali. Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur melaksanakan sesi Forum Rembug Kerja Perencanaan Program Pemberdayaan Berdampak dan Berkelanjutan di Kampus Dua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), pada Sabtu, (8/8/2026), di Jl. Raya Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Forum rembug tersebut melibatkan partisipasi 98 peserta dari jajaran pengurus Lazismu kabupaten/kota serta Kantor Layanan Lazismu (KLL) se-Jawa Timur. Cara pandang terhadap tata kelola program akan mengilhami jaringan amil Lazismu di Jawa Timur untuk menghadirkan program pendayagunaan yang lebih terukur.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, mengatakan, ada dua kebijakan prioritas organisasi, yang pertama penerapan tata kelola digital dan yang kedua, penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Seluruh jajaran Lazismu daerah diwajibkan memanfaatkan platform digital sebagai upaya meningkatkan transparansi pelaporan program kerja. Seperti dilansir dalam laman PWMU.co, aspek pelaporan melalui SIMZISKA, kata Imam, sifatnya wajib.
“Tidak bisa ditawar lagi oleh pengurus Lazismu di kabupaten maupun kota. Tidak terkecuali dengan sertifikasi amil. Amil yang tersertifikasi penting sebagai standar kerja di lapangan agar profesional dan terukur”, ujarnya.
Ubah Cara Pandang
Bila mengikuti dinamika fikih zakat dan regulasi yang ada mengingatkan kita setiap kebijakan dan program pendistribusian serta pendayagunaan memiliki dimensi ekonomi dan sosial. Karena itu, mengubah cara pandang terhadap tata kelola zakat sebuah agenda yang tidak bisa ditunda.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, mengungkapkan kerangka kerja baru mendorong seluruh amil mengubah pola pikir dalam pengelolaan dana ZISKA. Pengelolaan dana sebelumnya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, diarahkan pada program yang fokus diperubahan ekonomi mustahik hingga mandiri sebagai munfik.
“Lazismu berperan menggeser cara pandang yang lama untuk beralih dari sekadar menjawab proposal masuk menjadi menganalisa inisiatif program yang menawarkan daya ubah dan memiliki dampak besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dalam menyaring tumpukan ide program dari daerah, Lazismu memperkenalkan pendekatan kurasi berjenjang menggunakan kerangka Theory of Change (ToC) dan basis penilaian yang memenuhi unsur dampak, keyakinan dan kemudahan melalui pemberian skor nilai angka dalam proposal dan kerangka kerjanya (ICE Scoring Framework).
Dengan pendekatan itu, program penyaluran bantuan pilar program Lazismu yang bersifat karitatif dan bersifat langsung tanpa pendampingan akan langsung tereliminasi. Adapun program pemberdayaan yang didukung pelatihan kapasitas individu berkelanjutan yang berbasis data profil kemiskinan di daerah akan memperoleh prioritas.
“Jadi diubah cara pandangnya yang lama. Jangan lagi merasa puas dengan anggaran habis atau bikin acara yang ramai, tapi setelah itu tidak ada jejaknya. Yang kita cari sekarang itu program yang menawarkan untuk mengubah nasib penerima manfaat sehingga bisa mandiri dan berdaya”, jelasnya.
Amil harus menilai cara pandang ini merupakan langkah Lazismu memperkuat efektivitas pengelolaan program melalui dana ZISKA agar tidak hanya menuntaskan kegiatan, tetapi juga mendorong dampak nyata dan berkelanjutan untuk penerima manfaat.
Selaras dengan hal itu, dengan formasi sosial program pemberdayaan, amil perlu segera memeriksa portofolio program yang sedang berjalan. Menerapkan pendekatan program berbasis penyaringan berdasarkan skor minimal, serta menyajikan tiga program unggulan terbaik ke tingkat wilayah sebagai laporan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/pwmu]

CILACAP – Pendistribusian air bersih untuk warga terdampak kekeringan di kabupaten Cilacap masih dilakukan oleh Lazismu. Kali ini, Lazismu Cilacap bersama PT. PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala menyalurkan sebanyak 15.000 liter air bersih.
Air bersih tersebut disalurkan untuk warga Desa Layansari, Kecamatan Gandrungmangu, dan Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, dengan penerima manfaat mencapai 1.129 jiwa, pada Jum’at (7/8/2026). Dalam pelaksanaannya, Lazismu Cilacap juga bersinergi dengan MDMC kabupaten Cilacap.
Pendistribusian itu dihadiri Ayu Widyaningrum dan Adinda Aulia, Community Development Officer PT. PLN Indonesia Power, Caesario Dwi Aprilleo, Kepala Divisi Program Lazismu Cilacap, serta Winarni Santosa, Kepala Bidang Jaringan dan Kerja Sama MDMC kabupaten Cilacap.
Kepala Dusun Ciputri, Desa Layansari, Sutrisno, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih banyak atas bantuan air bersih kepada PT. PLN Indonesia Power serta Lazismu. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” ujarnya.
Caesario mengatakan bahwa sinergi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan. “Kolaborasi ini merupakan ikhtiar bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih di wilayah terdampak kekeringan,” katanya.
Hingga saat ini, Lazismu Cilacap telah menyalurkan 74.000 liter air bersih kepada 2.861 penerima manfaat di empat kecamatan terdampak kekeringan. Sejak Juni 2026, BPBD Cilacap telah merilis dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampak musim kemarau berkepanjangan.
Dalam agenda berikutnya, kolaborasi Lazismu Cilacap, PT PLN Indonesia Power, dan MDMC Cilacap juga akan terus berlanjut melalui rencana distribusi 35.000 liter air bersih ke Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan, Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu, Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, serta wilayah Kecamatan Dayeuhluhur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Cilacap]

YOGYAKARTA -- Program kesehatan Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses bagi masyarakat. Nilai manfaat dari program ini dirasakan oleh Ulya Larasati, salah seorang penerima manfaat yang mendapatkan bantuan operasi amandel karena terkendala biaya.
Bantuan program kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Lazismu UMY bersama RS AMC Muhammadiyah. Tindakan medis berupa operasi amandel berhasil dilaksanakan dengan lancar dan berhasil mengangkat amandel Ulya, pada Jum’at, 21 Juli 2026.
Sebelum tindakan operasi dilakukan, kata Kukuh Fitriyanto Staf Lazismu UMY, calon pasien mengikuti tahapan screening kesehatan yang didampingi langsung oleh tim Lazismu UMY. “Proses ini bertujuan memastikan setiap peserta memenuhi syarat medis sehingga tindakan operasi dapat berjalan dengan aman dan optimal”, ujarnya saat melakukan pendampingan untuk kontrol pascaoperasi awal Agustus kemarin.
Seluruh rangkaian tindakan operasi secara medis, sambung Kukuh berlangsung dengan baik, aman, dan sukses berkat sinergi antara tenaga kesehatan, tim pendamping, serta dukungan para donatur yang telah berkontribusi dalam program layanan akses kesehatan ini.
Tidak hanya mendampingi selama proses pendaftaran dan screening, Kukuh dan tim Lazismu UMY juga terus memberikan pendampingan kepada pasien sebelum hingga setelah operasi, termasuk saat menjalani kontrol pascaoperasi yang dilakukan pada 29 Juli 2026 dan kontrol selanjutnya pada 2 Agustus 2026.
Pendampingan tersebut menjadi bentuk komitmen Lazismu UMY untuk memastikan setiap penerima manfaat memperoleh pelayanan yang optimal hingga proses pemulihan. Penerima manfaat, Ulya Larasati, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah mengikuti program kesehatan dengan terlaksananya operasi amandel gratis.
Ulya mengaku senang karena sangat terbantu. Kondisi kesehatannya sangat membutuhkan bantuan dan tindakan medis untuk mengangkat amandel. “tetelah operasi, alhamdulillah amil Lazismu UMY terus mendampingi saya, baik sebelum maupun sesudah Tindakan”, pungkasnya.
Saat kontrol pun tetap didampingi, kata Ulya. Syukur alhamdulillah, semua biaya ditanggung penuh oleh Lazismu UMY. Terima kasih kepada seluruh donatur, semoga Allah SWT membalas dengan rezeki yang melimpah, keberkahan, kebermanfaatan, dan kesehatan, tuturnya.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata implementasi pilar program kesehatan Lazismu UMY dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Keberhasilan penyelenggaraan operasi amandel gratis ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak program layanan kesehatan bagi masyarakat.
Lazismu UMY bersama RS AMC Muhammadiyah berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dan memberikan manfaat yang lebih besar, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Lazismu UMY mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra, tenaga medis RS AMC Muhammadiyah, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya program ini. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa manfaat yang berkelanjutan bagi sesama.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UMY]

CILACAP -- Musim kemarau melanda Kabupaten Cilacap. Akibatnya kekeringan di beberapa kecamatan makin meluas hingga krisis air bersih. Puncak musim kemarau tepat di bulan Agustus. Sejak Juni 2026, BPBD Kabupaten Cilacap malalui laman resminya, (12 Juni 2026), telah mengimbau kepada masyarakat untuk waspada memasuki musim kemarau.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap, sedikitnya 12 kecamatan terdampak kekeringan dengan jumlah warga terdampak mencapai 20.622 jiwa. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Lazismu Cilacap bersama berbagai pihak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui Kantor Layanan Lazismu Kawunganten yang berkolaborasi dengan MDMC Cilacap dan UPTD BPBD Kabupaten Cilacap, distribusi air bersih tahap pertama dilaksanakan pada Senin, (3/8/2026) di Desa Bojong dan Desa Mentasan, Kecamatan Kawunganten.
Bantuan kemanusiaan berupa 10.000 liter air bersih disalurkan kepada warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Bantuan tersebut diterima oleh 92 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 307 jiwa yang tersebar di dua desa tersebut.
Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau. Menurutnya, sinergi antara Lazismu, MDMC, dan BPBD menjadi kunci agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
"Krisis air bersih menjadi persoalan yang harus ditangani bersama. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus upaya memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau akibat kekeringan," ujarnya.
Ia menambahkan, pendistribusian air bersih tidak berhenti pada tahap pertama. Lazismu Cilacap bersama para mitra akan melanjutkan penyaluran ke sejumlah wilayah lain yang masih mengalami krisis air bersih, yaitu Desa Ujungalang Kecamatan Kampunglaut, Desa Layansari Kecamatan Gandrungmangu, Desa Cimrutu Kecamatan Patimuan, serta wilayah di Kecamatan Wanareja dan Dayeuhluhur.
Lazismu Cilacap berharap distribusi air bersih ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Cilacap]

SURAKARTA -- Suasana berbeda mewarnai upacara bendera perdana awal tahun ajaran baru di SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Surakarta, Senin (3/8/2026). Dalam upacara hari itu, dirangkai dengan seremoni penyerahan Kencleng Surga kepada perwakilan murid kelas I sebagai bagian dari penanaman pendidikan karakter tentang pembiasaan berbagi sejak dini.
Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Gatot Suherman, memberikan apresiasi kepada para petugas upacara yang untuk pertama kalinya menjalankan tugas. Menurutnya, setiap proses belajar pasti diawali dengan kekurangan, namun keberanian tampil di depan umum merupakan bekal penting dalam membangun karakter peserta didik.
"Anak-anak yang hari ini menjadi petugas upacara telah menunjukkan keberanian dan tanggung jawab. Jika masih ada kekurangan, itu adalah bagian dari proses belajar yang harus terus diperbaiki," ujar Gatot dalam amanatnya.
Ia menegaskan upacara bendera rutin setiap hari Senin menjadi media pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Gatot juga mengajak seluruh siswa menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ia mengingatkan agar setiap siswa membuang sampah pada tempatnya dan memilah botol plastik bekas sebelum masuk ke keranjang berwarna biru.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti melepas tutup botol, meremas botol plastik, dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus melatih budaya daur ulang sejak usia dini.
"Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita biasakan menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih, sehat, dan nyaman," pesannya.
Selain itu, Gatot menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Ia mengingatkan seluruh siswa agar tidak saling merundung dan mengejek antarteman sehingga semua dapat belajar dengan nyaman bebas dari perundungan.
Ia juga memotivasi siswa untuk selalu bersemangat mengikuti pembelajaran serta tidak ragu bertanya kepada guru apabila mengalami kesulitan. Menurutnya, keberanian bertanya merupakan salah satu kunci keberhasilan belajar yang diikuti budaya disiplin.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Kencleng Surga kepada perwakilan murid kelas I, Wijna dan Hana. Program tersebut menjadi simbol pembiasaan gemar bersedekah sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik sejak dini.
Menanggapi peluncuran kembali program tersebut, Ketua Gerai Lazismu SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Sugiharko, mengajak seluruh siswa membiasakan diri mengisi Kencleng Surga setiap selesai Salat Subuh bersama keluarga di rumah.
"Kencleng Surga merupakan sarana membangun kebiasaan berbagi sejak usia dini. Kami berharap anak-anak membiasakan mengisinya setiap selesai Salat Subuh, meskipun nominalnya kecil. Yang terpenting adalah istikomah dalam bersedekah," ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif mendampingi sekaligus memberikan teladan kepada putra-putrinya agar semangat berbagi tumbuh menjadi karakter yang melekat.
Program Kencleng Surga merupakan bagian dari pendidikan karakter Islami di SD Muhammadiyah 24 Gajahan. Selain menanamkan nilai kepedulian sosial, program tersebut juga melatih keikhlasan, rasa syukur, dan semangat berbagi kepada sesama sejak usia sekolah dasar.
[kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Surakarta/suguharko]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

