Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Kekeringan Meluas di Cilacap, Lazismu Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

CILACAP -- Musim kemarau melanda Kabupaten Cilacap. Akibatnya kekeringan di beberapa kecamatan makin meluas hingga krisis air bersih. Puncak musim kemarau tepat di bulan Agustus. Sejak Juni 2026, BPBD Kabupaten Cilacap malalui laman resminya, (12 Juni 2026), telah mengimbau kepada masyarakat untuk waspada memasuki musim kemarau.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap, sedikitnya 12 kecamatan terdampak kekeringan dengan jumlah warga terdampak mencapai 20.622 jiwa. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Lazismu Cilacap bersama berbagai pihak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui Kantor Layanan Lazismu Kawunganten yang berkolaborasi dengan MDMC Cilacap dan UPTD BPBD Kabupaten Cilacap, distribusi air bersih tahap pertama dilaksanakan pada Senin, (3/8/2026) di Desa Bojong dan Desa Mentasan, Kecamatan Kawunganten.

Bantuan kemanusiaan berupa 10.000 liter air bersih disalurkan kepada warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Bantuan tersebut diterima oleh 92 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 307 jiwa yang tersebar di dua desa tersebut.

Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau. Menurutnya, sinergi antara Lazismu, MDMC, dan BPBD menjadi kunci agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

"Krisis air bersih menjadi persoalan yang harus ditangani bersama. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus upaya memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau akibat kekeringan," ujarnya.

Ia menambahkan, pendistribusian air bersih tidak berhenti pada tahap pertama. Lazismu Cilacap bersama para mitra akan melanjutkan penyaluran ke sejumlah wilayah lain yang masih mengalami krisis air bersih, yaitu Desa Ujungalang Kecamatan Kampunglaut, Desa Layansari Kecamatan Gandrungmangu, Desa Cimrutu Kecamatan Patimuan, serta wilayah di Kecamatan Wanareja dan Dayeuhluhur.

Lazismu Cilacap berharap distribusi air bersih ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Cilacap]

SELENGKAPNYA
4 Agustus 2026

Lazismu Ajak Siswa SD Muhammadiyah 24 Gajahan Gemar Berbagi dengan Kencleng

SURAKARTA -- Suasana berbeda mewarnai upacara bendera perdana awal tahun ajaran baru di SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Surakarta, Senin (3/8/2026). Dalam upacara hari itu, dirangkai dengan seremoni penyerahan Kencleng Surga kepada perwakilan murid kelas I sebagai bagian dari penanaman pendidikan karakter tentang pembiasaan berbagi sejak dini.

Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Gatot Suherman, memberikan apresiasi kepada para petugas upacara yang untuk pertama kalinya menjalankan tugas. Menurutnya, setiap proses belajar pasti diawali dengan kekurangan, namun keberanian tampil di depan umum merupakan bekal penting dalam membangun karakter peserta didik.

"Anak-anak yang hari ini menjadi petugas upacara telah menunjukkan keberanian dan tanggung jawab. Jika masih ada kekurangan, itu adalah bagian dari proses belajar yang harus terus diperbaiki," ujar Gatot dalam amanatnya.

Ia menegaskan upacara bendera rutin setiap hari Senin menjadi media pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Gatot juga mengajak seluruh siswa menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ia mengingatkan agar setiap siswa membuang sampah pada tempatnya dan memilah botol plastik bekas sebelum masuk ke keranjang berwarna biru.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti melepas tutup botol, meremas botol plastik, dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus melatih budaya daur ulang sejak usia dini.

"Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita biasakan menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih, sehat, dan nyaman," pesannya.

Selain itu, Gatot menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Ia mengingatkan seluruh siswa agar tidak saling merundung dan mengejek antarteman sehingga semua dapat belajar dengan nyaman bebas dari perundungan.

Ia juga memotivasi siswa untuk selalu bersemangat mengikuti pembelajaran serta tidak ragu bertanya kepada guru apabila mengalami kesulitan. Menurutnya, keberanian bertanya merupakan salah satu kunci keberhasilan belajar yang diikuti budaya disiplin.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Kencleng Surga kepada perwakilan murid kelas I, Wijna dan Hana. Program tersebut menjadi simbol pembiasaan gemar bersedekah sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik sejak dini.

Menanggapi peluncuran kembali program tersebut, Ketua Gerai Lazismu SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Sugiharko, mengajak seluruh siswa membiasakan diri mengisi Kencleng Surga setiap selesai Salat Subuh bersama keluarga di rumah.

"Kencleng Surga merupakan sarana membangun kebiasaan berbagi sejak usia dini. Kami berharap anak-anak membiasakan mengisinya setiap selesai Salat Subuh, meskipun nominalnya kecil. Yang terpenting adalah istikomah dalam bersedekah," ujarnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif mendampingi sekaligus memberikan teladan kepada putra-putrinya agar semangat berbagi tumbuh menjadi karakter yang melekat.

Program Kencleng Surga merupakan bagian dari pendidikan karakter Islami di SD Muhammadiyah 24 Gajahan. Selain menanamkan nilai kepedulian sosial, program tersebut juga melatih keikhlasan, rasa syukur, dan semangat berbagi kepada sesama sejak usia sekolah dasar.

[kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Surakarta/suguharko]

SELENGKAPNYA
4 Agustus 2026

Peduli Kelompok Rentan, Lazismu Selenggarakan Seminar Nasional Anak Berkebutuhan Khusus

KENDARI -- Kondisi anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari kelompok rentan biasanya menghadapi pertanyaan tentang tumbuh kembangnya. Orang tua dalam menemui pertanyaan itu menceritakan keadaannya yang seringkali responsnya dengan dinamika berbeda-beda.        

Di Sulawesi Tenggara, praktisi pendidikan inklusi membahasnya dalam Seminar Nasional Anak Berkebutuhan Khusus 2026, dengan tema “Pola Asuh Anak Berkebutuhan Khusus: Membangun Keluarga yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya” pada Sabtu, (1/8/2026), di Aula Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kendari.

Seminar nasional ini, hasil kolaborasi Lazismu Sulawesi Tenggara dengan UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Sultra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kendari, dan Universitas Muhammadiyah Kendari.

Seminar diikuti ratusan peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, guru, serta orang tua siswa anak berkebutuhan khusus (ABK). Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan berbagi pengetahuan mengenai pengasuhan, kesehatan, pendidikan, serta pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus.

Kepala UPTD Penanganan Siswa Berkebutuhan Khusus Sultra, Nurhaerani Haeba, mengatakan bahwa orang tua merupakan lingkungan terdekat. Dalam membangun kesiapan psikologis, orang tua salah satu sumber dukungan utama bagi anak.

“Kemampuan orang tua dalam mengelola emosi, menerima kondisi anak, membangun komunikasi yang positif, serta memahami kebutuhan individual anak menjadi bagian penting dalam proses pengasuhan”, paparnya.

Kesiapan psikologis orang tua juga diperlukan agar pendampingan tidak hanya berfokus pada keterbatasan anak. Lebih jauh lagi, Haeba menambahkan orang tua harus mampu melihat potensi dan perkembangan yang dapat terus dikembangkan.

Dari perspektif kesehatan, Dokter Spesialis Anak Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kendari, Rhenislawaty, menuturkan bahwa untuk memahami kondisi anak disabilitas, pendekatan medis juga perlu berjalan beriringan dengan pendekatan psikologis, pendidikan, dan sosial.

“Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga penanganan dan pendampingan perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing,” ujarnya. Melalui pemahaman yang tepat, pendekatan dengan cara pandang medis diharapkan keluarga mampu mengambil langkah lebih baik dalam memberikan dukungan kesehatan dan tumbuh kembangnya.

Dalam kacamata pendidikan inklusi, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Haslita, mengungkapkan bahwa pendidikan inklusi tidak hanya berbicara mengenai akses anak untuk bersekolah, tetapi juga bagaimana sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan mendukung kebutuhan peserta didik.

“Peran guru dan tenaga kependidikan juga sangat penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta didik”, pungkasnya.

Dengan demikian, menurut Reza Kurniawan, yang mengkaji dari aspek kebijakan dan praktik pendampingan anak berkebutuhan khusus menekankan arti penting kemampuan anak. Melihat kemampuan itu berarti ada keterbatasan. Inspirasi dari pengalaman penyandang disabilitas juga menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan berarti hilangnya kesempatan mengasah potensi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, belajar dari kisah, pengalaman dan inspirasi penting dari penyandang disabilitas menjadi penting, kata Reza, yang menempuh Master of Disability Policy & Practice di Flinders University, Australia.

Keterlibatan berbagai peran dari pemangku kepentingan menunjukkan bahwa isu anak berkebutuhan khusus merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus dan keluarganya.

Pendampingan anak berkebutuhan khusus tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga. Dukungan sekolah, tenaga kesehatan, psikolog, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi sosial, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Sultra]

SELENGKAPNYA
3 Agustus 2026

Kick Off Program Orang Tua Asuh, Komitmen Lazismu Se-Bali Peduli Pendidikan Yatim Duafa

JEMBRANA – Lazismu Wilayah Bali secara resmi melaksanakan Kick Off Program Orang Tua Asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Jembrana, pada Minggu (2/8/2026). Program ini menjadi tonggak dimulainya gerakan kepedulian berkelanjutan untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak-anak yatim-piatu dan duafa di seluruh Bali.

Kegiatan itu dihadiri oleh Wakil Ketua PWM Bali Miftahnurrahman, Ketua PDM Jembrana Edi Susilo, Ketua Lazismu Wilayah Bali Riza Putra, Ketua Program Orang Tua Asuh Lazismu Se-Bali Edo Donnes, jajaran pengurus Lazismu Kabupaten Jembrana, Lazismu Kabupaten Tabanan, Lazismu Kota Denpasar, para relawan, donatur, serta puluhan anak asuh Panti Asuhan Muhammadiyah Jembrana.

Menandai dimulainya program, Lazismu menyalurkan santunan kepada anak-anak panti secara simbolis lewat Program Orang Tua Asuh. Diharapkan ini menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat luas dalam memberikan dukungan pendidikan dan pembinaan karakter bagi anak-anak yang membutuhkan.

Ketua Program Orang Tua Asuh Lazismu Se-Bali, Edo Donnes, mengatakan bahwa program ini dirancang bukan hanya sebagai bantuan sosial, tetapi sebagai gerakan membangun masa depan generasi.

"Program Orang Tua Asuh menghadirkan kepedulian yang berkelanjutan. Kami ingin setiap anak merasakan mereka memiliki keluarga besar yang mendukung pendidikan dan cita-citanya. Kami mengajak seluruh masyarakat Bali menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini", ujar Edo.

Ketua PDM Jembrana, Edi Susilo, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Jembrana sebagai lokasi peluncuran program se-wilayah Bali. Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi nyata dakwah Muhammadiyah yang berorientasi pada pemberdayaan umat.

"Muhammadiyah hadir bukan hanya melalui dakwah lisan, tetapi juga dakwah sosial yang memberi solusi bagi masyarakat. Program Orang Tua Asuh merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan anak-anak yatim dan duafa memperoleh kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik", ungkapnya.

Ketua Lazismu Wilayah Bali, Riza Putra, menegaskan bahwa Program Orang Tua Asuh akan menjadi salah satu program strategis Lazismu Wilayah Bali yang akan dikembangkan di seluruh kabupaten/kota.

"Program ini merupakan bentuk komitmen Lazismu dalam mengelola amanah umat secara profesional, transparans, dan berdampak. Kami upayakan akan bangun ekosistem kepedulian yang berkelanjutan sehingga semakin banyak anak yang dapat mengakses pendidikan dan pembinaan melalui dukungan para orang tua asuh", jelas Riza.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Bali, Miftahnurrahman, mengatakan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari ajaran Islam sekaligus misi utama gerakan Muhammadiyah.

"Merawat dan memuliakan anak yatim bagian dari tanggung jawab keumatan. Program Orang Tua Asuh Lazismu Se-Bali menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam tentang tolong-menolong dan keberpihakan kepada kaum yang membutuhkan terus diwujudkan dalam aksi nyata”, ungkapnya.

Kami berharap gerakan ini terus berkembang sehingga semakin banyak anak-anak yang tumbuh menjadi generasi yang berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi bangsa.

Melalui peluncuran Program Orang Tua Asuh Lazismu Se-Bali ini, Lazismu berharap semakin banyak masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan para dermawan yang terlibat dalam gerakan filantropi Islam. Dengan semangat kolaborasi, program ini diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak yatim dan duafa di seluruh Bali.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Bali]

SELENGKAPNYA
3 Agustus 2026

Lazismu Salurkan Bantuan untuk Penyintas Kebakaran di Pulang Pisau

KALIMANTAN TENGAH -- Bencana tak mengenal tempat. Demikian juga dengan kepedulian terhadap sesama. Satu keluarga penyintas kebakaran di Desa Anjir Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, bersyukur mendapat perhatian dan bantuan kemanusian dari masyarakat.     

Bantuan kemanusiaan itu disalurkan kepada keluarga Dedy yang pada dini hari, 27 Juli 2026, rumah dan harta bendanya musnah dilalap api. Saat kebakaran terjadi, Dedy mengaku sedang berada di luar rumah untuk berburu burung. Sementara istri dan kedua anaknya berada di dalam rumah dalam kondisi pintu depan rumah terkunci dari luar.

“Alhamdulillah, istri dan kedua anak saya masih bisa menyelamatkan diri melalui pintu belakang. Namun mereka hanya sempat membawa pakaian yang melekat di badan dan satu telepon seluler”, kata Dedy dengan mata berkaca-kaca.  

Semua barang perabotan rumah habis terbakar, termasuk sepeda motor anak saya. Atas bantuan yang diterimanya, Dedi bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Pulang Pisau serta seluruh donatur yang telah memberikan perhatian untuk keluarganya.

“Terima kasih kepada Lazismu Pulang Pisau dan seluruh donatur yang telah memberikan bantuan untuk saya dan keluarga. Insyaallah akan kami gunakan untuk membeli kebutuhan pembangunan rumah”, pungkasnya. Semoga Lazismu Pulang Pisau semakin bisa memberikan  nilai manfaat bagi masyarakat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pulang Pisau, Achmat Husen, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bentuk amanah dari masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada Lazismu.

“Ini amanah dari para donatur yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu. Tugas kami menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini meringankan beban keluarga Bapak Dedi, meskipun kami menyadari untuk membangun kembali rumah yang terbakar memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tak sedikit”, ujarnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang selama ini telah mempercayakan Lazismu Pulang Pisau. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat dan keberkahan rezeki, serta menjadikan setiap amanah yang disalurkan bernilai ibadah,” tambahnya.

Melalui program pendistribusian bantuan kemanusiaan, Lazismu Pulang Pisau terus berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kepedulian yang diwujudkan Muhammadiyah melalui Lazismu menjadi bukti semangat memberi untuk negeri tidak hanya hadir dalam bantuan materi, tetapi juga melalui kehadiran, empati, dan penguatan moral bagi para penyintas bencana.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Bonni Febri]

SELENGKAPNYA
31 Juli 2026

Peluncuran Buku Jurnalisme Filantropi di Milad Lazismu, Revitalisasi Peran Media untuk Visi Kesejahteraan   

JAKARTA – Dalam respsi milad ke-24 Lazismu, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, 29 Juli 2026, Majalah Suara Muhammadiyah yang berkolaborasi dengan Lazismu meluncurkan buku berjudul, Jurnalisme Filantropi, Media dan Visi Kesejahteraan.

Penulis buku Roni Tobroni, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas RI Tirta Sutedjo, dan Peneliti Filantropi Islam Amelia Fauzia, membedah buku setebal 345 halaman dari sudut pandangnya masing-masing.

Penulis mendedahkan bahwa buku ini lahir dari dua kegelisahan intelektual, pertama  jurnalisme yang terus mengalami guncangan disrupsi, kedua praktik kedermawanan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia tidak terhubung baik dengan dunia jurnalisme.

"Buku ini digagas untuk menjembatani dua kegelisahan itu. Tetapi diksi jurnalisme filantropi, menjadi sebuah kajian keilmuan baru yang interdisiplin dan melahirkan cara pandang, pendekatan dan konsep baru dalam bidang jurnalisme”, ujarnya.

Roni mengungkapkan bahwa jurnalisme filantropi tidak sebatas mengabarkan sesuatu. Tidak berhenti pada menuliskan informasi tentang kegiatan dan aksi sosial, atau hanya memberitakan sisi lain penderitaan orang, tetapi juga mengawal realitas dibalik problem sosial yang dihadapi, menggerakan kedermawanan, dan mendorong publik untuk aksi bersama memberikan Solusi dari permasalahan yang ada.

“Oleh karena itu, ukuran keberhasilan jurnalisme filantropi bukan pada banyaknya berita, bukan pada seberapa viral, tetapi pada seberapa besar dampak yang dihadirkan bagi kehidupan sosial masyarakat," pungkasnya.

Menanggapi isi buku baru tersebut, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin, mengatakan buku ini ingin menjembatani orang yang membutuhkan pertolongan dan masyarakat yang ingin membantu. Jurnalisme filantropi menjembatani dua hal itu.

"Karya Mas Roni ini akan sangat membantu. Buku ini berhasil merangkum, menceritakan tahap demi tahap dan juga bagaimana kemudian jurnalisme filantropi itu diterapkan," paparnya.

Andi menjelaskan, jurnalisme filantropi itu berarti memberitakan, lalu menampilkan empati dan melakukan aksi. Intinya di sana. "Kondisi itu yang sedang dilakukan oleh media-media besar. Mereka sedang bergerak ke arah sana, tapi kita juga perlu berdiskusi lebih lanjut soal ini" ungkapnya.

Selebihnya, bagaimana jurnalisme bisa membangun kepercayaan publik. Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas RI, Tirta Sutedjo menilai bahwa konsep jurnalisme filantropi sangat menarik untuk membangun kepercayaan publik.  Dengan konsep yang menarik itu, bisa menggerakan isu sosial dan kesejahteraan Masyarakat yang disertai dengan tawaran solusinya.

"Kita memiliki agenda besar tahun 2045, tepatnya 100 tahun Indonesia Merdeka. Harapannya, kita sudah menjadi negara maju. Artinya tidak ada kemiskinan lagi dan seluruh masyarakat Indonesia sudah sejahtera", ungkapnya.

Tirta mengatakan jurnalisme filantropi tentu perlu mengambil peran lebih dalam lagi. Salah satunya bagaimana menghapus pelabelan negatif terhadap kelompok rentan yang masih dominan di Indonesia.

"Ini menjadi tugas kita bersama. Baik pemerintah, masyarakat, jurnalis, dan media perlu bergandeng tangan sehingga agenda bersama ke depan bisa berjalan dengan baik dan lancar", tuturnya.

Perspektif lain dikemukakan oleh Peneliti Filantropi Islam, Amelia Fauzia. Ia mengatakan bahwa di Indonesia sudah mengakar sangat kuat praktik filantropi. Baik tentang filantropi yang melahirkan jurnalisme ataupun jurnalisme yang melahirkan filantropi.

"Ada Republika yang melahirkan Dompet Dhuafa. Ada Muhammadiyah yang melahirkan koran ataupun Suara Muhammadiyah. Ini sebagian contoh saja. Mungkin di luar Indonesia lebih banyak lagi," paparnya.

Amelia menyampaikan bahwa jurnalisme filantropi perlu memiliki kode etik. Sehingga memiliki standar yang jelas ketika hendak memberitakan, mengawal, bahkan mengadvokasi sebuah isu-isu sosial-kemasyarakatan yang ada.

"Bagaimana seorang jurnalis menjaga independensi jurnalistik. Paling tidak tetap saja jurnalisme filantropi harus ada kode etiknya. Bagaimana menyeimbangkan fungsi advokasi dengan prinsip-prinsip verifikasi, independensi, dan integritas," tandasnya.

Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media, Deni Asy'ari, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kehadiran pers (jurnalis) tidak sekadar mewartakan, tidak sekadar memberitakan, tapi juga hadir untuk mencerahkan, memperkaya informasi, dan memberdayakan masyarakat.

"Kita berharap buku yang ditulis Kang Roni Tabroni ini, peran pers ke depan tidak sekadar mengungkap fakta, tetapi mulai membangun empati, memberi inspirasi, dan mengkoordinasi potensi, dan mengkonsolidasi sumber daya, termasuk di lingkungan Lazismu,” jelasnya.

Hal demikian jika diintegrasikan dengan kekuatan jurnalisme, Deni optimis dapat memberikan dampak yang sangat dahsyat. Kehadirannya akan menguatkan dampak dalam mengkonsolidasikan potensi ekonomi, zakat, infak, dan sedekah.

"Kami berharap buku ini memberi pengaruh bahwa dunia pers tidak melulu soal berita, tapi ke depan, dunia pers bisa menginspirasi, membangun empati, dan mengkonsolidasikan potensi-potensi besar secara ekonomi dan juga memberikan solusi untuk membangun negeri ini,” tandasnya.

Peluncuran buku tersebut menjadi momentum penting dalam memperkenalkan gagasan kritis mengenai peran media dan jurnalisme dalam memperkuat gerakan filantropi serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

[kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Soleh]

SELENGKAPNYA
30 Juli 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL

Jakarta, 20 Mei 2026

Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.

Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.     

Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.

Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.

Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.

Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.

Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.

Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:

  1. MENGECAM KERAS TINDAKAN REPRESIF YANG MENGEHENTIKAN MISI KEMANUSIAAN:  Tindakan pencegatan dan pembajakan KAPAL AKTIVIS KEMANUSIAAN di perairan internasional menodai niat baik masyarakat global. Kami menuntut agar seluruh armada kapal dan bantuan kemanusiaan dari Masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina seutuhnya dikembalikan agar misi kemanusiaan dapat berlanjut.
  2. MENUNTUT UNTUK SEGERA MEMBEBASKAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA: Aktivis kemanusiaan Indonesia adalah delegasi yang berkomitmen menyampaikan bantuan. Maka, 9 orang yang ditahan harus segera dibebaskan oleh otoritas Israel dengan tetap mendesak dan menjaga keselamatan fisik dan mental mereka merupakan tanggung jawab penuh pihak yang menyandera.
  3. MEMINTA PEMERINTAH RI UNTUK LAKUKAN DARURAT DIPLOMASI KEMANUSIAAN: Menuntut Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk mengambil langkah krusial dengan diplomasi kemanusiaan yang tegas di berbagai forum global agar keselamatan dan pembebasan para aktivis kemanusiaan segera terwujud. Hal itu merupakan langkah nyata "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia" yang termaktub dalam UUD 1945.
  4. MEMPERKUAT ALIANSI PROAKTIF LINTAS ELEMEN KEMANUSIAAN: KAMI bersama seluruh elemen pegiat filantropi dan gerakan kemanusiaan lainnya akan terus berkoordinasi dengan intensif kepada PP Muhammadiyah dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan mendukung Langkah Global Sumud Flotilla untuk memantau perkembangan dan berupaya melakukan dukungan pembebasan terhadap segenap aktivis kemanusiaan.

Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

  

SELENGKAPNYA
20 Mei 2026
Memilih Hewan Kurban, Kontribusi Sosial-Spiritual Terbaik untuk Idul Adha

Memilih Hewan Kurban, Kontribusi Sosial-Spiritual Terbaik untuk Idul Adha

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.

Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.

Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.

Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.

Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih

Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.

Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.    

Fisik Hewan Kurban

Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).

Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).

Kesehatan Hewan Kurban

Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.

Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.

Usia Hewan Kurban

Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.

Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.

Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.

Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
11 Mei 2026
Perintah Ibadah Berkurban, Ujian Tanpa Batas

Perintah Ibadah Berkurban, Ujian Tanpa Batas

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.

Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"

Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.

Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Ujian Tanpa Batas

Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.

Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.

Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”

Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.

Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.

Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.     

Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini

Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.

Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.

Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.

Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.             

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]   

  

SELENGKAPNYA
7 Mei 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross