Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Lazismu dan Ruang Amal Indonesia Fasilitasi 100 Duafa Ikuti Pelatihan dan Pendidikan Vokasi

BATANG -- Di saat dunia industri dan teknologi mengalami perubahan cepat, keberadaan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai kian dibutuhkan dengan segera. Dalam kondisi ini, pendidikan vokasi diharapkan menjadi solusi untuk bisa dimanfaatkan secara optimal.

Lazismu melalui program pemberdayaan menilai pendidikan vokasi sebagai alternatif memberdayakan masyarakat yang membutuhkan. Lewat kolaborasinya bersama Ruang Amal Indonesia, menggelar program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pelatihan Siap Kerja” bagi 100 mustahik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kegiatan berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, yang dilaksanakan pada 2–7 November 2026. Selama enam hari, para peserta dibekali pelatihan menjahit skema operator sewing garmen, pelatihan menganyam, soft skill, serta pendampingan penempatan kerja di perusahaan-perusahaan yang ada di kawasan ekonomi khusus Batang.

Ketua Yayasan Ruang Amal Indonesia, Caswiyono Rusydie Cw, menyampaikan, Program Amal Vokasi yang berkolaborasi dengan Lazismu merupakan program pemberdayaan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi mustahik. Dalam praktiknya, mengintegrasikan pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, hingga memfasilitasi penempatan kerja.

Program pemberdayaan terintegrasi itu, menurut Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu, Ninik Annisa bahwa program pemberdayaan ini sebagai upaya mendorong transformasi mustahik agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan mandiri. Lebih jauh lagi, penerima manfaat diharapkan dapat berkontribusi menjadi pihak yang turut membantu sesama.

Di tengah rancangan programnya, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Tri Haryanto, menyampaikan, keberhasilan program pelatihan kerja tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang dilatih.

Menurutnya, indikator utama keberhasilannya seberapa banyak peserta yang berhasil bekerja dan mampu bertahan dalam pekerjaannya setelah penempatan. “Tantangan ketenagakerjaan kita bukan semata soal ada atau tidaknya lowongan, melainkan juga soal jarak antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dan keterampilan yang dicari industri”, ujarnya.

Soal jarak antara itu ibarat ruang kosong. Gambarannya, tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Mei 2026, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,65 persen atau sebanyak 7,22 juta orang dari total 155,41 juta angkatan kerja nasional. Sementara itu, TPT Kabupaten Batang pada 2025 terkoreksi sebesar 5,07 persen atau sekitar 26 ribu orang.

Bagi Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Haris, pendekatan yang dilakukan Lazismu tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mempersiapkan penerima manfaat agar memiliki keterampilan dan mampu memasuki dunia kerja.

Ia mengapresiasi Ruang Amal Indonesia dan Lazismu atas penyelenggaraan Program Amal Vokasi. “Semoga setiap materi tentang keterampilan menjahit yang kalian pelajari pekan ini menjadi jahitan masa depan yang kuat bagi keluarga kalian, bagi Kabupaten Batang, dan bagi Indonesia,” tuturnya.

Merespons desain program tersebut, Project Director PMO Vocational Development KEK Industropolis Batang, Galih Priyo Anggoro mengatakan, peluang kerja di kawasan ekonomi khusus, masih terbuka lebar seiring masuknya investasi ke kawasan industri tersebut.

Namun, Galih menegaskan, peluang itu hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sementara itu, CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet Tuharie dan Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu, Ardi Lutfi Kautsar meyakini, untuk target minimal 90 persen penyerapan peserta pelatihan ke dunia industri dapat tercapai. “Insya Allah, kami menargetkan 90 persen peserta bisa diterima kerja”, kata Ardi.

Hadir dalam pembukaan kegiatan di Ballroom KEK Industropolis Batang, antara lain Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemenko PM RI, Tri Haryanto; Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Ninik Annisa; Ketua Yayasan Ruang Amal Indonesia Caswiyono Rusydie Cw; Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu Ardi Lutfi Kautsar; CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet Tuharie; Project Director PMO Vocational Development KEK Industropolis Batang, Galih Priyo Anggoro; serta perwakilan industri dari PT JJD Outdoor Products dan PT Widehero Toy Indonesia.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
3 November 2026

Mujadid Rais: Gelorakan Amil sebagai Profesi yang Mumpuni dengan Ilmu  

SEMARANG -- Dalam kiprahnya, Lazismu mendorong para amil mengikuti sertifikasi agar kompetensi yang dimiliki sesuai standar yang diakui oleh lembaga sertifikasi profesi.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam Pelatihan dan Sertifikasi Amil BNSP Lazismu 2026, di Hotel Candi Indah, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin–Kamis, 2–5 November 2026, ketika berbicara amil menimbang, sebetulnya seperti apa keberadannya?

Sejauh ini ketika amil melayani muzaki, tidak lupa mendoakannya. Lalu kapan amil saling mendoakan amil lainnya?  Ini terlihat sederhana, dalam bingkai persyarikatan, amil berada dalam gerakan ilmu.

Mujadid mengatakan Lazismu telah mengirimkan laporan kepada pimpinan pusat Muhammadiyah. Disebutkan Mujadid, dalam laporan itu tercatat bahwa amil Lazismu secara nasional jumlahnya masih terbatas yang telah memperoleh sertifikasi.

“Berdasarkan data amil secara nasional terdapat 147 amil yang tersertifikasi. Di Lazismu pusat sudah ada 49 amil. Hari ini, alhamdulillah jumlah amil yang mengikuti sertifikasi bertambah lagi menjadi 121 orang”, ujarnya.

Oleh karena itu, Lazismu memerlukan SDM yang mumpuni. Ada data menarik dari hasil riset yang disampaikan oleh Social Trust Fund UIN Jakarta dan survei Indikator Politik Indonesia. Dalam temuan riset itu, dikatakan bahwa masih banyak umat islam yang memilih bayar zakat langsung ke penerima manfaat.

Mereka menunaikan lewat masjid dan musola terdekat, kiyai atau tokoh agama dan ke penerima manfaat langsung. Jumlahnya sebesar 59,6 persen. Informasi ini penting, bagaimana data bisa menjadi bahan pendukung dalam menyusun strategi.

“Mengapa banyak orang-orang yang bayar zakat secara langsung ke penerima manfaat. Bukan melalui lembaga amil zakat”, kata Mujadid Rais menebalkan pernyataan itu.

Data menjadi informasi berharga, maka penting untuk susun strategi penghimpunan dan pendistribusian. Data penelitian tersebut, juga menyoroti perilaku muzaki yang jumlahnya masih minim yang membayar zakat maal.

Kenapa mereka ingin mengetahui lembaga amil zakat yang terpercaya. Ketika ditanya soal bayar zakatnya ke lembaga, jawabannya karena mereka ingin sesuatu informasi yang bernilai. Seperti kapasitas amilnya, mereka percaya bahwa amil yang meyakinkan itu bisa melaporkan secara transparans dari program penghimpunan dan pendayagunaannya.

Di hadapan 121 peserta pelatihan dan sertifikasi amil, Mujadid Rais berharap bahwa beberapa sekolah amil perlu digiatkan. Info terakhir akan diselenggarakan di Maros, Sulawesi Selatan.  “Ini perlu terus digelorakan. Jadi amil itu adalah profesi. Amil profesi yang tertulis di dalam al- Quran”, terangnya.

Kita perlu menyampaikan dengan kepercayaan diri. Apa yang kita lakukan telah diperintahkan dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, kembali kepada Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu, maka gerakan dan ikhtiar ini bisa kita wariskan ke generasi setelah kita.

Di samping itu, kita perlu mendengar apa yang menjadi keresahan masyarakat. Kita bisa belajar dari tokoh-tokoh Islam sebelumnya ketika berhadapan dengan tokoh-tokoh yang giat di akar rumput yang cenderung menampilkan gerakan kiri.

Karena mereka terjun langsung ke komunitas buruh dan tani. Mereka mendengar langsung keresahan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang miskin. Apakah amil kita juga seperti itu. Berapa lama amil bisa tinggal bersama masyarakat untuk bisa mendengar keresahannya.

Muhammadiyah memiliki pusat-pusat keunggulan seperti perguruan tinggi dan amal usaha lainnya. Sekarang bagaimana dengan keunggulan-keunggulan itu mampu memperkuat kelembagaan di setiap komunitas itu. Misalnya, soal Local Champion, apa yang mereka lakukan selama ini. Ukurannya apa, jadi itu problem yang kita hadapi, bahkan Baznas mendata seberapa besar peran kita dalam pengentasan kemiskinan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
3 November 2026

Perkuat Pengembangan SDM, Lazismu Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Amil di Semarang

SEMARANG -- Amil sebagai profesi memiliki standar kompetensi. Standar kompetensi itu suatu pengakuan dan kredibilitas yang dibuktikan dengan sertifikasi. Tujuan sertifikasi amil untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta akuntabilitas pengelola zakat di Indonesia.

Lazismu dengan sumber daya manusia (amil) yang tersebar diseluruh Indonesia berupaya memperkuat kapasitas amilnya. Pengembangan sumber daya manusia tersebut ditempuh melalui pelatihan dan sertifikasi amil dengan penerapan standar yang diakui secara nasional oleh BNSP.

Hal itu diwujudkan dengan menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Amil BNSP Lazismu 2026 di Hotel Candi Indah, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin–Kamis, 2–5 November 2026. Diikuti 121 peserta dari delegasi Lazismu Wilayah dan Lazismu Daerah di berbagai wilayah Indonesia, kegiatan ini mengusung tema “Amil Kompeten, Lembaga Unggul, Zakat Berdampak”.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pertemuan untuk mempererat silaturahim dan memperkuat koordinasi antar-Lazismu. Selain meningkatkan kompetensi, pertemuan lintas wilayah membuka kesempatan bagi amil untuk membangun jejaring dan saling berbagi pengalaman.

Ia menyampaikan apresiasi kepada peserta dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pelatihan ini. Dwi menekankan bahwa dukungan bersama menjadi bagian penting bagi kelancaran Sekolah Amil yang menghadirkan 121 peserta itu.

“Sekolah amil ini menjadi bagian dari rangkaian Muhammadiyah Zakat Summit (MZS). Melalui tiga hari pelatihan dan satu hari asesmen kompetensi, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan serta keterampilan untuk mengelola dana umat secara profesional dan bertanggung jawab”, pungkasnya.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dodok Sartono, dalam arahannya menekankan pentingnya memadukan pengamalan Surah Al-Ma’un dengan manajemen modern. Dodok menjelaskan, Muhammadiyah memiliki sistem organisasi serta rumusan paham agama yang menjadi tuntunan dalam menjalankan gerakan.

Dodok menuturkan, Lazismu merupakan bagian dari pelembagaan gerakan berkemajuan tersebut. “Pengelolaannya perlu bertumpu pada tiga unsur yang saling menguatkan, yakni gerakan ilmu, gerakan amal, dan gerakan dakwah”, tandasnya.

Pada aspek gerakan ilmu, Ia menambahkan, aktivitas pemasaran, penghimpunan, penyusunan program, hingga pendistribusian perlu dilaksanakan berdasarkan pengetahuan dan riset. Pendekatan ini diharapkan membantu amil merancang program yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dodok juga menekankan pentingnya Lazismu menjadi lembaga yang maju, profesional, dan modern. Nilai-nilai penting itu, diharapkan turut memperkokoh tiga pilar Muhammadiyah, yaitu jamaah, jam’iyyah, dan jariyah.

Selaras dengan hal itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais mengungkapkan bahwa amil adalah profesi yang tercatat dalam al-Qur’an. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini kita perlu sumber daya yang mumpuni.

Mujadid Rais mengungkapkan bahwa dalam laporan setengah tahun kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, amil Lazismu masih harus terus didorong untuk melakukan sertifikasi. “Dari data amil secara nasional sudah ada 147 amil yang tersertifikasi. Di Lazismu pusat sudah ada 49 amil dan hari ini jumlahnya bertambah lagi menjadi 121 orang”, ujarnya.

Artinya, sambung Mujadid Rais, dengan kompetensi amil yang terstandarisasi kita bisa lebih menggelorakan gerakan zakat di Indonesia. Sehingga amil mampu membaca data dan informasi sebagai energi untuk menyusun strategi.

“Saya kira data itu penting dalam mengemas program penghimpunan dan pendistribusian. Sebagai amil yang memiliki kapasitas, maka amil yang donatur percaya bisa meyakinkan dan bisa melaporkan secara transparans”, tuturnya.

Dalam pelatihan dan sertifikasi amil tersebut, peserta mendapat pembekalan dengan materi fikih zakat menurut tarjih, studi kritis fikih zakat, sosialisasi zakat eksekutif, serta pengelolaan hubungan persuasif dengan donatur.

Peserta juga mendapatkan materi penyusunan dan monitoring program berdampak, laporan keuangan berdasarkan PSAK 409, serta pengelolaan sumber daya manusia dan manajerial lembaga. Sertifikasi mencakup dua klaster kompetensi, yakni Klaster Pelaksanaan Pengumpulan Zakat serta Klaster Pelaksanaan Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat.

Proses asesmen dirancang melalui verifikasi portofolio, wawancara kompetensi, observasi demonstrasi, studi kasus, uji tulis, serta klarifikasi bukti kompetensi. Kegiatan ini juga berada di bawah tanggung jawab Badan Pengurus Lazismu Pusat dengan Lazismu Jawa Tengah sebagai pelaksana dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah sebagai mitra sertifikasi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
3 November 2026

Gramedia Gandeng Lazismu Salurkan Bantuan School Kit

BANDA ACEH -- Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Banda Aceh bersama Gramedia berbagi kepedulian untuk dunia pendidikan melalui Lazismu.  Bantuan paket school kit kepada 75 anak di SD Muhammadiyah 1 Banda Aceh diserahkan pada 26 Oktober 2026.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Banda Aceh, Irfannusir, mengatakan bahwa kegiatan berbagi perlengkapan sekolah tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak.

Menurut Irfannusir, pendidikan merupakan program penting bagi masa depan generasi bangsa. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga sosial, sangat dibutuhkan membantu peserta didik memperoleh dukungan dalam proses belajar.

“Melalui kegiatan berbagi school kit ini, kami berharap anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, lebih percaya diri, dan terus bersemangat dalam meraih cita-cita mereka. Kepedulian terhadap pendidikan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Gramedia dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan lembaga sosial dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak.

Dalam kegiatan ini, Lazismu berperan penting sebagai penghubung dengan dunia usaha di gerakan kepedulian sosial. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat memperluas manfaat program sosial, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan dalam pendidikan.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Banda Aceh berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, upaya mendukung pendidikan diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Banda Aceh]

SELENGKAPNYA
28 Oktober 2026

Melapisi Potensi Difabel dengan Pemberdayaan, Telurmoe Menambah Nutrisi Kebahagiaan

YOGYAKARTA -- Suara ayam berkotek terdengar keras begitu petugas masuk kandang membawa tepung ayam petelur.  Nipel minum ayam berwarna kuning yang tergantung di tali tidak ada yang kosong. Semua dikelilingi ayam yang sedang minum air.

Petugas lainnya mendorong troli mengangkut karung pakan, memonitor kondisi kandang memastikan kualitas kebersihan tetap terjaga. “Petugas peternakan ayam petelur ini semuanya dikelola oleh penyandang disabilitas (difabel)”, kata Aditya Reffiyanto, amil Lazismu.

Telur ayam fungsional merupakan program peternakan ayam petelur yang selanjutnya dikenal dengan "Telurmoe". Suatu program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas buah kerjasama Lazismu dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dikelola Jatam Farm Difabel.

Aditya menyebutkan, Lazismu terus memperkuat komitmen pemberdayaan ekonomi bagi mereka yang terpinggirkan dan rentan seperti difabel melalui program peternakan ayam petelur bahagia. Program pemberdayaan ini juga mendapat dukungan dari Permata Bank Syariah serta Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Melalui program ini, Lazismu berperan aktif sebagai penopang dana memastikan kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas agar terwujud aktivitas pemberdayaan yang konsisten dan berdampak panjang.

Ketua Jatam Farm Difabel, Eko Suwito, menceritakan bagaimana awal terbentuknya usaha ini. Bermula dari interaksi anggota Bank Difabel dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mereka disarankan untuk berdaya dengan melapisi segenap potensinya lewat kegiatan peternakan ayam petelur karena memberikan nilai manfaat.

"Pimpinan memberikan arahan, dengan ternak ayam petelur akan menghasilkan telur setiap hari. Artinya produksi telur tersebut bisa memberikan nilai ekonomi setiap hari bagi teman-teman penyandang disabilitas sehingga menghasilkan pendapatan”, ujarnya.

Sebelum memulai usaha peternakan ini, anggota penyandang disabilitas terlebih dahulu dibekali pelatihan intensif di Telur Ayam Bahagia (TAB), Kali Jeruk di bawah bimbingan Arya yang bergiat di Jatam Farm sekaligus anggota MPM PP Muhammadiyah. Perannya mencakup manajemen peternakan hingga tata kelola keuangan.

Perkembangan Pesat Membahagiakan

Usaha ini dalam perjalanannya menandai hasil positif. Berawal dari sketsa percontohan sebanyak 300 ekor ayam di Dusun Bejen, Caturharjo, Sleman pada tahun 2021, Jatam Farm dinilai berhasil. Kinerjanya baik atas sinergi yang dibangun antara MPM dan Lazismu.

Dengan keberhasilannya, sambung Eko Suwito, skala kapasitas produksi kemudian ditingkatkan menjadi 1.000 ekor ayam pada tahun 2023. Pertumbuhan inilah yang mendorong UNISA Yogyakarta memberikan dukungan penuh berupa penyediaan lahan hibah.

Lahan kosong di area kampus UNISA, seoptimal mungkin dimanfaatkan tanpa biaya sewa selama 10 tahun. Saat ini, 1.000 ekor ayam dikelola oleh 7 orang anggota penyandang disabilitas mampu memproduksi hingga lebih dari 900 butir telur. Ditaksir setiap harinya   menghasilkan bobot sebesar 51 - 53 kilogram telur.

Di tengah perkembangan pesat yang membahagiakan ini, pekerjaan rumah berikutnya bagaimana mengantongi legalitas usaha dan tata kelola bisnis ke depannya. Lazismu dan MPM menggandeng sejumlah mitra mendampingi Jatam Farm. Targetnya proses pembentukan badan usaha yang legal berbentuk Koperasi.

Menjaga Kualitas Unggul "Telurmoe"

Belakangan, inovasi peternakan ayam petelur begitu melejit. Penerapan model berternak ayam dengan mengumbar (free-range) ternyata mampu meningkatkan kualitas ayam peliharaan. Uniknya, pada implementasi di lapangan tanpa menggunakan kandang baterai. Ayam bergerak bebas bahagia.

Alih-alih mendekam di kandang, ayam dengan model berternak seperti ini malah mandi pasir dan bertengger lincah sehingga terhindar dari stres. Justeru menghasilkan telur yang lebih berkualitas.

Kandungan nutrisinya tidak perlu diragukan. Omega pada Telurmoe dihasilkan dari pakan herbal yang diracik khusus. Jamu berisi campuran pelet, jagung dan rempah-rempah diberikan untuk menjamin kesehatannya. Dari sisi kualitas, Telurmoe tersertifikasi Humane Farm Animal Care (HFAC) yang menjamin standar kesejahteraan hewan.

Dalam prosesnya, Jatam Farm menjalin kemitraan saling menguntungkan dengan TAB yang memasok bahan pakan sekaligus membeli kembali hasil panen telur, di samping melayani jaringan reseller serta konsumen rumah tangga.

Program kolaborasi ini tidak hanya berhasil meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggotanya. Lebih dari itu, memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat sekitar.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
28 Oktober 2026

Bidik Potensi Pasar Kota Tahu, 60 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Digital Marketing Lazismu 

KEDIRI -- Aku Klik Maka Aku Belanja. Ini yang kita temukan di tengah revolusi teknologi digital. Toko online telah menggeser aktivitas jual beli di pasar tradisional. Meski tidak sepenuhnya punah, paling tidak ceruk bisnis di era industri digital masih terbuka lebar bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menghindar dari jagat maya bukan pilihan tepat. Justeru bagi pelaku UMKM ini tantangan yang menguji mental. Butuh kejelian menentukan model bisnis yang akan dirintis agar produk UMKM bisa bersaing dengan gagah dan naik kelas.

Namun untuk bisa sampai ke arah itu, UMKM perlu pendampingan, pembinaan dan pelatihan. Oleh karena itu, Lazismu Kediri bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) menggelar Workshop UMKM Naik Kelas dengan AI, yang bertajuk: Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan, dikutip dari laman resmi PWMU (27/10/2026).

Pelatihan UMKM tersebut diselenggarakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Kediri, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari latar belakang usaha yang berbeda-beda.  

Inisiasi ini disambut hangat para pemangku kepentingan. Dukungan juga datang dari Rumah BUMN Blitar dan Danantara Indonesia. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri, Ikhwan Nurhadi mengatakan agenda penting seperti ini juga perlu didukung oleh partisipasi masyarakat dalam memperkuat program pemberdayaan.

“Penguatan kapasitas pelaku usaha perlu didorong sehingga dalam praktiknya bisa melakukan pengenalan produk ke tengah masyarakat, jangkauan pasar jadi luas dan efektif dalam meningkatkan daya saing produk”, ujarnya.

Menurut Ketua Badan Pengawas Lazismu Kabupaten Kediri, Rudi Nurcahyo, pelatihan kali ini merupakan upaya pemberdayaan ekonomi Masyarakat. Dengan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas, keterampilan pelaku UMKM akan makin bagus untuk memasarkan produk unggulannya.

Berpijak di Tengah Ekonomi Digital

Lazismu dalam menyoroti pemberdayaan masyarakat, tidak lupa membidik pelaku UMKM. Di tengah tantangan ekonomi digital saat ini, kata Fianda Julyantoro bahwa membangun kehadiran produk di internet perlu dengan materi konten yang konsisten.

“Seni menulis dan membujuk audiens dengan pendekatan persuasif (copywriting) ada tekniknya yang harus dipelajari. Selain itu, mendengar ulasan pelanggan juga perlu dicermati agar kepercayaan calon konsumen meningkat”, tandasnya.

Masalahnya, seni menulis persuasif tanpa diimbangi dengan pengetahuan identitas merk (branding) akan sulit berjalan dalam mengembangkan usaha. Rupanya, ada solusi yang ditawarkan Anang Zuanedi saat memaparkan resep pemasaran dan branding. Menurutnya, kualitas produk perlu dilengkapi dengan identitas merek yang kuat.

“Jika identitas yang kuat tertanam di kepala audiens dengan kemasan menarik, maka strategi distribusi bisa diramu dengan tepat termasuk menggunakan pendekatan afiliasi lewat tangan reseller”, jelasnya.

Untuk meredam tantangan ekonomi digital bukan perkara mudah bagi pelaku UMKM. Dipandu Achmad Nur Latif, pelatihan ini memantik tanya jawab peserta dan pemateri. Misalnya, apa fungsi Google Maps dalam merintis suatu usaha.

Layanan google ini tidak hanya sebagai pemetaan web secara online suatu lokasi, tetapi juga berperan dalam menavigasi secara digital titik lokasi tertentu yang jadi target tujuan. Tidak heran jika toko dengan alamatnya dapat ditelusuri google maps oleh pelanggan yang diikuti ulasan interaktif dalam menilai pelayanannya.   

Sejak acara berlangsung dari awal, Monika salah seorang peserta yang bergelut di bidang usaha rumah potong unggas tersipu dengan materi-materi yang dibawakan narasumber. Ia mengapresiasi pendampingan penggunaan media sosial untuk mendukung pemasaran UMKM.

Lewat kegiatan hari ini, Monika berharap di lain waktu pelatihan serupa dapat berlanjut dengan materi yang mampu menjawab kebutuhan lain dalam pengembangan usaha termasuk perpajakan.

Sementara itu, Perwakilan Rumah BUMN Blitar, Sulistiyaningsih, memperkenalkan dukungan pendampingan usaha untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Bersama anggota DPRD Kabupaten Kediri, M. Yusuf Aziz, semuanya berharap momen ini bisa memotivasi pelaku UMKM agar percaya diri memperkenalkan dan memasarkan produknya.

Lazismu Kabupaten Kediri berharap pelaku UMKM bisa mempraktikan wawasan yang didapat untuk mengembangkan udan memperluas jangkauan pemasaran usahanya. Pendampingan berkelanjutan perlu direncanakan guna memperkuat kemandirian ekonomi pelaku UMKM.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kediri/PWMU)

SELENGKAPNYA
27 Oktober 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Bencana, Keadilan, dan Mempertahankan Hidup

Bencana, Keadilan, dan Mempertahankan Hidup

Seseorang dalam suatu pengajian bertanya kepada Ustadz, Jika Allah SWT Maha Baik dan Maha Penyayang kepada mahluknya, mengapa Ia dengan Kuasanya, memberikan ujian bagi manusia. Hal ini tidak adil padahal Allah SWT telah memberikan nikmat dan anugerah yang tak terhingga.

Pertanyaan di atas, mungkin ada dan dialami dalam benak orang lain. Pertanyaan itu fitrah bagi manusia. Karena dalam Islam manusia memiliki fitrah untuk belajar dan mengetahui segala sesuatu. Potensi bertanya manusia juga bagian dari fitrah manusia dalam beragama untuk mengetahui Kemahakuasaan-Nya sebagai Maha Pemberi Bentuk (Al-Wahib Al-Suwar).

Dengan kuasa-Nya, Allah bisa menjadikan sesuatu dalam bentuk apa saja, bahkan dengan kuasa-Nya mengubah sesuatu dalam bentuk yang lain bahkan menghancurkan atau memusnahkannya. Termasuk bencana gempa bumi, tentu ada maksud-Nya Allah memberikan peringatan dan kehancuran itu kepada setiap manusia.   

Dalam kajian Fikih Bencana tahun 2014, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah melakukan kajian atas pokok bahasan mengenai bencana, keadilan dan nasib manusia dalam mempertahankan hidupnya.

Salah seorang Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ustadi Hamsah, misalnya, ketika membahas soal Keadilan Tuhan (theodicy), Musibah dan Peristiwa yang Penuh Makna, mengungkapkan bahwa konsep Keadilan Tuhan merupakan ke-Maha Baik-kan dan ke-Maha Adil-an Allah yang dihadapkan pada kenyataan adanya keburukan dan kejahatan di dunia.

Hal itu, menurutnya, didasarkan pada sifat Rahmah (rahman dan rahim). Ketentuan dan ketetapan Allah pun selalu BAIK, dan hamba-hamba Yang Rahman dan Rahim (‘ibad al-Rahman) memandang bahwa Allah adalah Sumber Kebaikan. Konsekuensi kebaikan ini adalah bertambahnya nilai dari kebaikan (ihsan).

Dalam kajian itu, Ustadi mengatakan bahwa seluruh ketentuan Allah adalah anugerah bagi manusia. Fungsi anugerah itu sendiri sebagai ujian (bala’). Dan ujian itu berbentuk dua keberadaanya, yaitu kebaikan (hasanat) dan keburukan (sayyi’at). Ujian yang buruk (sayyi’at) lazim dikenal dengan musibah, bencana, pageblug, atau prahara.

Musibah Bukan Berarti Masalah

Terlepas dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT, sebelum musibah itu datang manusia dalam hidupnya senantiasa dihadapi oleh kendala dalam bentuk masalah. Baik itu masalah ringan atau berat. Masalah dalam pengertian yang sederhana adalah adanya kesenjangan sesuatu antara yang senyatanya (Das Sein) dengan yang seharusnya (Das Sollen).     

Oleh karena itu, ketika manusia diuji dengan masalah, sebagian orang mengatakan itu adalah musibah. Bahkan musibah itu dimaknai negatif.  Sehingga menjadi masalah bagi manusia. Mengapa? Karena manusia memiliki kesadaran. Kesadaran itu bisa rapuh. Dalam kacamata Tauhid tentang musibah secara hakikat pada dasarnya tidak sama dengan masalah. Padahal yang menjadi masalah bagi manusia pada dasarnya adalah cara manusia menyikapi masalahnya. Ustadi berpendapat, apapun yang terjadi adalah nasib (bagian) manusia, ketentuan (qadla’) Allah bagi makhluk-Nya sesuai ketetapan-Nya (taqdir).

Demikian keadilan Tuhan. Maka kita harus memahami dan menyikapi takdir itu. Dalam Tauhid, ada cinta dan keridhoan. Artinya menerima ketentuan Allah dengan Ikhlas. Ridho dan Ikhlas atas kejadian atau peristiwa di alam (bil kaun). Itu adalah kuasa-Nya, manusia tidak mampu menjangkaunya.

Yang menarik menurut Ustadi, jika Allah menghendaki musibah pada suatu kaum, maka akan menimpa orang sholih juga orang kafir, tetapi Allah akan membangkitkan dalam kondisi yang berbeda-beda. Selanjutnya ada Ridho yang dimaknai atas yang menimpa kita (bi na). Maksudnya ada banyak faktor dalam hidup kita yang diatur oleh Allah. Dan yang tahu rahasianya hanya Allah SWT.

Untuk itu, dalam Islam dan dalam setiap ibadah kita selaku Muslim, maka penting untuk kuatkan sikap kita ridho dan ikhlas malakukan hal yang layak untuk dilakukan. Allah tidak mengubah kondisi suatu kaum kecuali kaum tersebut mau mengubah kondisnya pula.

Pandangan terkait bencana ini, juga disampaikan Majelis Tarjih dan tajdid PP Muhammadiyah, Muhammad Khaeruddin Hamsin mengenai Konsep Darurat Dalam Islam dan Masalah -Masalah Fikih Terkait Bencana. Menurutnya, darurat dalam kerangka Maqasid Syar’iyah adalah di mana manusia sampai pada kondisi yang sangat kesulitan sehingga dapat melakukan hal-hal yang dilarang guna menghindarkan jiwanya, hartanya dan sebagainya dari kebinasaan.

Mendudukan makna darurat menjadi penting di sini, karena bertalian dengan konsep maslahah yaitu bagaimana manusia dapat menggapai suatu kemanfaatan dan terhindar dari kerusakan atau mencapai kemanfaatan dengan menjaga agama, jiwa, keturunan (harga diri) akal dan harta.

Jadi, maslahah dalam konteksnya ini mencakup hal-hal yang bersifat dharuriyat, hajiyat dan tahsiniyat, sedang darurat hanya terbatas hal-hal yang besifat dharuriyat saja.

Dari paparan di atas, Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni menilai bahwa pandangan Islam tentang bencana berarti ada suatu hal yang penting yaitu mengurangi risiko bencana untuk mempertahankan hidup.

Penggalian nilai-nilai Islam tentang kebencanaan sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap bencana. Kesadaran itu akan terwujud dalam upaya untuk memahami bencana sebagai fenomena alam maupun sosial sehingga bisa mengurangi tingkat risikonya, mengantisipasi dan melakukan apa yang terbaik ketika bencana itu terjadi.

Agama memainkan peran yang penting karena sifat ajaran Islam yang menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia. Menurut pendapat para pemikir hukum Islam, prinsip-prinsip dasar atau maksud dari setiap ketetapan hukum Islam di antaranya, menjaga keselamatan jiwa dan harta manusia. Karena ini wajib menurut ajaran Islam untuk mempertahankan hidup.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
24 Agustus 2026
Kepedulian Terhadap Bencana Gempa Bumi: Berkhidmat Menolong Sesama

Kepedulian Terhadap Bencana Gempa Bumi: Berkhidmat Menolong Sesama

Bayangkan, anda tertidur lelap. Tidur malam cukup selama 7- 8 jam yang bermanfaat untuk kesehatan. Jaringan sel tubuh mengalami perbaikan dalam sistem tubuh yang bekerja untuk menguatkan kekebalan, menjaga kesehatan jantung dan mengoptimalkan fungsi kerja otak serta daya ingat. Selain itu, tidur malam yang cukup dapat menjaga emosi tetap stabil.

Tiba-tiba dalam nyenyak yang nikmat, kasur bergerak dan atap rumah berguncang hebat hingga merubuhkan bangunan. Tetangga dan kerabat dekat anda merasakan hal yang sama sehingga terkejut berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Gempa bumi sedang menyapa kita dengan ujian musibah yang tidak mengenal waktu dan tempat.

Demikian hal yang dialami saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo pada Sabtu, (15/8/2026) pukul 04.58 waktu setempat. Tujuh kabupaten di NTT merasakan dampaknya. Bahkan BNPB dalam datanya melaporkan bahwa ada dua kabupaten yang mengalami kerusakan dan dampak yang luar biasa yaitu kabupaten Manggarai dan kabupaten Manggarai Timur.

Data terkini dari BNPB, tertanggal 20 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia menjadi 72 orang. Korban luka-luka sebanyak 900 orang, dan 82.691 orang mengungsi serta 18.019 kepala keluarga terdampak. Tidak hanya itu, kerugian materilnya ada 29.001 rumah rusak termasuk fasilitas ibadah dan fasilitas umum.

Makna Bencana sebagai Buah Empati

Adalah penting untuk memandang bencana dari perspektif islam dan kemanusiaan. Dalam sudut pandang Fikih Bencana yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah (2015), kata bencana memiliki padanan istilah dalam Al-Qur’an yaitu musibah, bala’, fitnah, ‘azab, fasad, halak, tadmir, tamziq, ‘iqab, dan nazilah.

Istilah – istilah tersebut mengandung makna yang berbeda-beda dalam teks dan konteksnya. Istilah Bala’ diartikan sebagai “cobaan untuk memperteguh keimanan”. Adapun istilah fitnah lebih dekat pada makna bencana sosial yang diakibatkan oleh ketegangan sosial antar manusia.

Sedangkan istilah Azab diartikan sebagai “ragam peristiwa yang menimpa manusia karena perbuatannya yang abai terhadap ketetapan dan hukum Allah”. Sementara istilah Fasad merupakan bencana yang diakibatkan oleh manusia yang bertentangan dengan ketetapan Allah.

Dalam makna lain tentang bencana, Halak bersandar pada suatu kehancuran dan kebinasaan yang menjadi hukum ketetapan Allah. Makna bencana lainnya melalui istilah Tadmir diartikan sebagai sifat dari suatu peristiwa yang berdampak merusak dan disebabkan oleh manusia juga oleh alam.

Selain itu, istilah Tamziq merupakan peristiwa buruk yang murni disebabkan oleh ulah manusia. Sedangkan istilah Iqab merupakan kejadian berupa hukuman disebabkan oleh sikap pengingkaran manusia terhadap Allah dan Rasul serta istilah Nazilah yang berarti bencana sebagai hukuman dari Allah untuk manusia.

Berdasarkan istilah dan makna bencana di atas, secara teknis dan konseptual kita sering menggunakannya secara bergantian. Oleh karena itu, makna dasar ini menjadi relevan sebagai bekal pengetahuan tentang bencana dari perspektif fikih islam karena berkaitan dengan wawasan kemanusiaan dan kepekaan sosial (empati).

Berkhidmat kepada Kemanusiaan

Setiap bencana mengandung hikmah dan pelajaran bagi setiap manusia, baik sebagai manusia yang terdampak atau tidak. Oleh karena itu, bencana harus disikapi dengan arif bijakasana agar kita mampu berkhidmat untuk merespons bencana tersebut. Sebagai pelajaran yang sudah terjadi maka manusia harus merencanakan mitigasinya, dan bagaimana merespons kedaruratannya hingga masa pemulihannya.

Hamim Ilyas dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengatakan bahwa berkhidmat terhadap bencana berarti menyelami makna terdalam. Hamim mendasarkan argumennya pada Surat Al-Maun tentang Yatim dan Miskin serta orang yang mendustai agama. Mengapa demikian, karena manusia yang tertimpa bencana mengalami kerugian bahkan kehilangan harta bendanya yang berharga. Bisa jadi bagi seorang anak, karena bencana orang tuanya berpulang dan Ia menjadi yatim duafa atau penyandang masalah kesejahteraan.

Oleh karena itu, menurut Hamim Ilyas, berkhidmat kepada yatim dan miskin dilakukan dengan empat prinsip: 1. Memuliakan, 2. Keberpihakan, 3. Memperlakukan dengan adil, dan 4.  Memberikan kebaikan nyata. Al-Qur’an telah menunjukkan bukti dari pengkhidmatan itu melalui upaya memberikan perlindungan dan santunan, memperhatikan masa depan, berlaku adil dan tidak bersikap kasar serta mengelola harta yang dimiliki yatim dengan cara terbaik.

Dengan upaya pengkhidmatan itu, akan ada usaha-usaha yang dapat dilakukan, misal setelah masa tanggap darurat bencana akan masuk pada fase pemulihan, sebagai ikhtiar menolong sesama bisa dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat dengan 4 orientasi yang terus bisa dikembangkan sesuai kebutuhan, yaitu: 1. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi kesejahteraan, 2. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi kemandirian dan kelestarian, 3. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi advokasi dan perubahan sosial, 4. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi advokasi kebijakan publik dan gerakan sosial.   

Hal itu diperkuat oleh pemaknaan terhadap bencana yang diungkapkan oleh Pakar Manajemen Bencana dari PP Muhammadiyah, Rahmawati Husein bahwa bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Menurut Rahmawati Husein dalam memahami bencana dan pengelolaannya yang menjadi poin penting adalah dari tanggap darurat ke pengurangan risiko bencana.  Ia menilai sejauh ini masih ada sebagian masyarakat yang melihat bencana alam sebagai sesuatu yang datang di luar kemampuan manusia. Maka kecenderungannya menunggu kejadian tersebut dialami atau menimpa diri mereka tanpa ada pembelajaran untuk mitigasi dan penanggulangan risiko bencananya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
20 Agustus 2026
PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL

Jakarta, 20 Mei 2026

Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.

Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.     

Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.

Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.

Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.

Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.

Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.

Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:

  1. MENGECAM KERAS TINDAKAN REPRESIF YANG MENGEHENTIKAN MISI KEMANUSIAAN:  Tindakan pencegatan dan pembajakan KAPAL AKTIVIS KEMANUSIAAN di perairan internasional menodai niat baik masyarakat global. Kami menuntut agar seluruh armada kapal dan bantuan kemanusiaan dari Masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina seutuhnya dikembalikan agar misi kemanusiaan dapat berlanjut.
  2. MENUNTUT UNTUK SEGERA MEMBEBASKAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA: Aktivis kemanusiaan Indonesia adalah delegasi yang berkomitmen menyampaikan bantuan. Maka, 9 orang yang ditahan harus segera dibebaskan oleh otoritas Israel dengan tetap mendesak dan menjaga keselamatan fisik dan mental mereka merupakan tanggung jawab penuh pihak yang menyandera.
  3. MEMINTA PEMERINTAH RI UNTUK LAKUKAN DARURAT DIPLOMASI KEMANUSIAAN: Menuntut Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk mengambil langkah krusial dengan diplomasi kemanusiaan yang tegas di berbagai forum global agar keselamatan dan pembebasan para aktivis kemanusiaan segera terwujud. Hal itu merupakan langkah nyata "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia" yang termaktub dalam UUD 1945.
  4. MEMPERKUAT ALIANSI PROAKTIF LINTAS ELEMEN KEMANUSIAAN: KAMI bersama seluruh elemen pegiat filantropi dan gerakan kemanusiaan lainnya akan terus berkoordinasi dengan intensif kepada PP Muhammadiyah dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan mendukung Langkah Global Sumud Flotilla untuk memantau perkembangan dan berupaya melakukan dukungan pembebasan terhadap segenap aktivis kemanusiaan.

Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

  

SELENGKAPNYA
20 Mei 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross