
“Tetapi jangan campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah , maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat kepada manusia agar mereka bertaqwa.
Ketika bulan ramadhan sudah memasuki sepuluh hari jikkir (ketiga )rasulullah SAW . semakin bersungguh – sungguh dan tekun beribadah . Hal ini di lakukan supaya tidak kehilangan kesempatan emas yang masih tersisa di sepuluh hari terakhir .
Aisyah meriwayatkan , bahwa : apabila memasuki hari sepuluh terakhir bulan ramadhan , rasulullah SAW menggencangkan pakaian bawahnya menghidupkan , malamnya dan bercampur kesal , dengan nada tinggi dia menyanggal perkataan nabi musa . “Bagaimana mungkin ada banyak bersyukur, untuk makan saja susah ? lihatlah pakaianku hanya yang aku gunakan ini . nikmatALLAH yang mana yang pantas aku sukuri ?.”
Lelaki miskin itu begitu kesal, dan pergi meninggalkan nabi musa RA, tanpa ada harapan . selang beberapa waktu datang seseorang lelaki hanya menemui nabi musa AS, dan dengan santun ia berkata “ wahai nabi ALLAH , tolong sampaikan permohonanku ini pada ALLAH , agar aku ini kembali menjadi miskin karna aku sangat terganggu dengan hartaku dan sering lah aku dibuat lalai menggigat ALLAH dan lain sebagainya luluh lelaki itu.
Nabi musa AS , tersenyum lalu berkata : “ wahai saudaraku, jika kamu ingin miskin maka janganlah kamu bersyukur atas nikmat ALLAH padamu.”lelaki kaya itu menjawab ya nabi ALLAH dan membangakan keluarganya . (HR.buchari, muslim, abu daud dll). Kata mengembangkan pakaiian bawah , adalah hiasan dari sikap sungguh – sungguh dalam beribadah. Sedangkan yang dimaksud menghidupkan malam ramadhan adalah mengisi malam ramadhan dengan ibadah sebanyak mungkin mulai dari shalat isya berjamaah, tarawih , tadarus quran , Zikir ALLAh . sementara mengembangkan keluarga dimaksudkan bahawa didalam beribadah untuk mendapat ridho dan keselamatan hidup tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk seluruh anggota keluarga dapat maemperbanyak zikkir serta beribadah pada ALLAH .
“dan perintahkanlah pada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya ( QS. THAHA : 132) itulah indikasi keseriusan rasulullah SAW disepuluh hari terakhir bulan ramadhan bahkan beliau selalu berada dimesjid untuk berikhtiar, sebagai mana diartikan AISYAH RA . bahwa nabi SAW selalu berikhtiar pada sepuluh hari terakhir ramadhan haingga beliau wafat yang kemudian diikuti istri-istri beliau. (HR. BUCHARI & MUSLIM)
I”tikap secara sederhana dapat diartikan dengan aktivitas berdiam diri dimasjid dalam satu tempat tertentu dengan melakukan amalan –amalan ( ibadah- ibadah ) tertentu untuk mengharapkan ridho ALLAH . hal ini menunjukkan bahwa islam adalah yang membagi waktu secara perefosional . ada masanya bagi seorang mulim untuk mencari kehidupan dunia dan ada pula masanya untuk mengajar kehidupan akhirat sebagai firman ALLAH dalam QS. AL- Quraisy ayat 77.
Mengigat rasulullah SAW begitu bersemangat pada sepuluh hari terakhir tentu hal itu ada rahasia dan keistimewaannya . dan paling tidak ada dua hal yang mungkin menjadi faktor pendorong . pertama sepuluh hari terakhir merupakan isyarat akan berakhirnya bulan ramadhan yang penuh berkah.
Kedua pada sepuluh hari terahir jaga terdapat satu malam yang dinamakan malam lailatur qodar,satu malam yang terbaik dari pada beribadah selama seribu bulan. Maka dari itu ayo kita budayakan I”tikap.
| < Prev | Next > |
|---|