GEMERLAP dunia jagat hiburan telah membesarkan namanya, kenikmatan hidup sudah digenggamnya, namun pria berjambang ini tetap hidup dalam kesederhanaan sebagaimana kebanyakan masyarakat umumnya.El-Manik itulah panggilan akrabnya. Pria kelahiran Sumatera Utara, 60 tahun silam ini sebetulnya dibesarkan dari keluarga yang jauh jejak seni peran. Hal itu pun tidak menyurutkan langkahnya untuk terjun ke dunia peran yang seakan mimpi baginya.
Langkah menuju kesuksesan tidak diarunginya dengan gampang malahan penuh dengan liku-liku dan kerikil tajam yang menyedihkan. Awal mula berkenalan dengan dunia keartisan takkala pada awal tahun 1972 peluang yang tercantum di surat kabar nasional. Sadis, ternyata peluang itu hanya tipuan belaka.
Kejadian tersebut rupanya tidak membuatnya patah arang. Tak terasa lima tahun sudah perjalanannya dalam mencari peluang sebagai artis. Posisi sebagai peran figuran dijalani dengan tabah dan preofesional.
Pertama kali terjun bermain dalam film “Mereka Kembali”. Mulai pada tahun 1977 secercah harapan menyelimuti pria nyentrik ini. Peran utama didapatnya dalam film “Jakarta-Jakarta”. Film bergenre anak muda ini sedikit demi sedikit melambungkan namanya menjadi artis terkenal.
Dari lebih 30 judul film yang dimainkan, terdapat setitik kesan menarik hadir. Saat memerankan tokoh di film Titian Serabut dibelah Tujuh. “Saya berperan sebagai ustadz, mengajarkan ngaji dan membaca ayat kursi, padahal saya masih memeluk agama Kristen,” kenangnya.
Peran tersebut membekas di hidupnya. Ini sebagai titik awal perkenalannya dengan Islam. Islam, ia yakini sebagai agama yang paling benar dan menenangkan hatinya.
Sejak kecil teman sekolahnya selalu mengejeknya dengan sebutan kafir dan selalu mengganggu akfitifitas orang, “Apalagi waktu subuh enak-enak tidur kok diteriaki suruh sholat,” akunya waktu itu.
Keinginan yang begitu kuat untuk menemukan agama mulai ada titik terang. Pengalaman dirasakan dalam mimpinya ia seakan jatuh ke dalam jurang yang dalam, lalu menjerit dan seketika itu terbangun. Sampai-sampai mengalami sesak nafas dan seakan hidupnya akan berakhir.
Dirinya pun mengalami ketakutan akan kematian. Berdoa kepada Tuhan agar ditunjukkan agama yang benar. Sehingga, pada tahun 1993 dia berikrar dihadapan pengurus masjid dan menyatakan diri masuk islam dengan sepenuh hati.{Lathif/Wn}
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 117
Comments
(0)
| Next > |
|---|

