Sulitnya, Mengejar Cita-cita......

Mayestika Karanzia, nama yang cukup indah. Dia adalah putri pasangan dari M. Yourdan dan Yanu Emawati. Jesti sapaan sehari-harinya tercatat sebagai mahasiswi Universitas Indonesia. Siswa lulusan SMUN 61 Jakarta Timur ini sempat mengalami hambatan untuk melanjutkan bangku kuliahnya di fakultas Psikologi.

Suatu ketika ia mendapatkan pengalaman yang mengingatkan kisah kesulitannya menempuh pendidikan di ‘kampus biru’ itu. Pasalnya, di tahun 2006 ayah Jesti, M. Yourdan, mendatangi dua orang mahasiswa. Bukan bermaksud apa-apa, ayah yang lembut ini berniat mengajukan keringan biaya kuliah anaknya. Uang sejumlah 12 juta harus dibayarkan pada awal masuk kampus terkenal itu.

Ketulusan dan kejujuran hati ayah Jesti membuahkan hasil yang menggembirakan. Panitia penerimaan mahasiswa baru UI memberikan keringanan biaya. Ayah Jesti hanya cukup membayar 5 juta saja. Dana bantuan itu berasal dari subsidi beasiswa atas rekomendasi dari kedua mahasiswa dari BEM UI yang ditemui sebelumnya. Sedangkan sisanya uang 2 juta dibayarkan dengan cara kredit melalui BRI.

Pekerjaan ayah Jesti yang hanya karyawan biasa di kampus swasta, STIE Ahmad Dahlan Jakarta ini tidak sanggup langsung melunasi uang pangkal itu. Jesti, putri tunggal ini dengan hati haru bercampur sedih menghadapi dilema antara cita-cita dan realitas kondisi keuangan keluarga yang cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan harian. Sebab sampai saat ini pun, keluarga M. Yourdan ini masih menumpang di kediaman mertuanya di Jalan Raya Malaka Blok I/42 Jakarta Timur.

M. Yourdan yang pernah menjabat sebagai ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah IV Malaka (2000-2005) ini terus berupaya mencari sumber bantuan pendidikan anaknya itu sampai lulus nanti. Dari mengajukan surat keterangan tidak mampu dari RT setempat, lalu kantor Lurah Malaka Sari, dan surat keterangan dari tempat kerjanya, hingga rekomendasi dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Duren Sawit.

Sesuai dengan program LAZIS Muhammadiyah, dalam program Sumber Daya Insani itu LAZISMU memberikan bantuan subsidi beasiswa pendidikan untuk membayar biaya kuliahnya pada semester V ini sampai semester VII.

Jesti anak yang manis juga cerdas, ia telah mengumpulkan nilai yang cukup bagus di tiap matakuliah. Dan ini membuktikan keseriusan Jesti menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. Indeks Prestasi (IP)-nya selalu di atas 3,00. Putri kelahiran Jakarta, 31 Oktober 1988 punya hobi makan. Maka, tak heran sebenarnya ia sangat disayangi dan dibanggkan oleh kedua orangtuanya.

Sejak kecil Jesti selalu menuruti perintah orangtuanya. Meski ia mengaku lebih dekat dengan sang Ayah dibanding ibunya. Ia dikenal anak yang supel, untuk aktifitas di kampusnya, Jesti menjadi salah seorang badan pengurus harian BEM fakultas Psikologi UI. Ia menjabat sebagai wakil kepala bidang dana usaha. Setelah lulus, Jesti ingin menjadi psikolog. “Kalau bisa lanjut S2 sambil ngumpulin duit sendiri, apalagi aku juga ingin studi ke luar negeri, biar bisa nambah pengalaman, biar kerjanya juga bisa enak,” ungkapnya penuh senyum bahagia.{weny}

Hits: 3387
Comments (0)add
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

busy
You are here