SEDEKAH UMPAMA SEBUAH PIPA

LANGIT sore kota Jakarta mulai memanggil jingga, matahari pun mulai beranjak menuju peristirahatannya, dan seakan hendak merangsang siapapun untuk segera melepas lelah setelah seharian beraktivitas.
Tampak lengang. Namun bayangan tubuh lain mengusik di salah satu ruangan gedung BEJ (Bursa Efek Jakarta). Sosok pria satu ini dijuluki 'Mandor' Pasar Modal Indonesia.

Ia sama sekali tak menampakan kelelahan. Tubuh tegapnya memancarkan semangat, sorot matanya masih terlihat begitu tajam dengan senyumnya yang terus mengembang saat eMHa menyambangi kantornya di jalan Soedirman, Jakarta Pusat (20 /08/09).
“Sedekah itu luas, termasuk menebar senyum,” ujar Marzuki Usman, mantan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Kepala BKPM (1999) dan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya (Menparsenibud) masa Presiden BJ Habibie di tahun 1998-1999.
Sedekah memang memiliki arti tersendiri. Zakat, infaq, sedekah, maupun wakaf baginya hanyalah salah satu derivasi dari keagungan sedekah. Hal ini didasarkan atas rahmat Allah yang juga tak pernah memiliki batasan bagi seluruh alam.
Manusia sebagai bagian dari rahmat Allah hanyalah seumpama pipa. Berfungsi untuk menyalurkan air rahmat dan gas kenikmatan dari Allah kepada makhluk lain. Menurutnya, manusia itu menerima lalu memberi.
Babakan hidup bersedekah pria kelahiran Mersang, Jambi, 65 tahun yang lalu memang sangat berkesan. Makna sedekah seperti itulah yang membuat mantan Menteri Kehutanan era Gusdur ini selalu dapat memberikan hal yang berarti di masa hidupnya ini dan pada posisi jabatan apapun.
Ayah lima orang anak ini dikenal pada pribadinya yang kental akan nilai kejujuran, keikhlasan, dan kesederhanaan.
Sebetulnya peran siapakah Marzuki Usman bisa menampilkan karakter seperti itu? Jawabnya, “Mamak”. Sejenak ia ucapkan lalu terdiam. Sederet kisah kisah dan prestasi yang telah diraihnya dikuak secara mendalam sampai terharu.
Chalijah, itulah nama sang ibu. Baginya sang ibu kinasih memiliki peran yang hampir sama dengan Nancy Matthews Edison (1810-1871). Yaitu, sosok ibu yang telah merubah Thomas Alva Edison kecil yang sedikit tuli dan bodoh menjadi tokoh penemu bola lampu dunia.
Kesabaran dan kepiawaian 'mamak' Cholijah dalam menuntun dan memotivasi telah membentuk  Marzuki, seorang pemimpi yang mampu mewujudkan setiap impiannya. “Kenyataan hari ini adalah mimpi semalam dan kenyataan esok adalah mimpi hari ini,”pesannya.{ma'ruf/wn}

Hits: 143
Comments (0)add
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

busy
You are here