Prinsip hidup berkah rupanya telah mendarah daging di lingkungan keluarga ibu Nurjanah. Sejak kecil, kakeknya mengajarkan pentingnya berkah. Keberkahan hidup untuk terus menuntut ilmu dan bersedekah. Dikisahkan, sang kakek menempuh perjalanan jauh demi menuntut ilmu di sekolah milik Muhammadiyah, di Tapanuli Selatan.

 

Kenangan itu, terus menginspirasi hidup ibu Nurjanah, agar dapat memberi manfaat bagi orang banyak. Hidup ini tak lain hanya ridho Allah Swt. “Alhamdulilah, rizki mengalir dan masih bisa disisihkan untuk fakir, miskin, dan yatim. Saya bisa beramal di Muhammadiyah dengan mudah: melalui sekolah, pesantren, rumah sakit, panti asuhan, dan masjid,” tuturnya, saat ditanya ke mana saja biasanya bersedekah.

 

Pengalaman menarik dari berkah sedekah, pernah dialaminya. Saat itu, kemenakannya jatuh sakit dan dirawat di ICU. Sudah tiga pekan, kemenakan bernama Lia itu tidak sadarkan diri. Sebelum koma, Lia sempat kejang-kejang dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Ibu Nurjanah memberi nasehat kepada keluarganya supaya bersedekah. Ia yakin, berbagi kepada sesama dengan ikhlas, Allah akan melapangkan derita kemenakannya itu.  

Berobat dengan bersedekah. Rasullah Saw pernah bersabda, "Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah." ( HR Baihaqi). Akhirnya, segera ibu yang pernah menjadi guru TK ini menelpon LAZISMU. Beberapa saat datanglah seorang amil untuk menjemput amanah tersebut.

 

“Saya serahkan dan amanahkan itu untuk sedekah,” bu Nurjanah menyerahkan uang, seraya menepuk dadanya.

 

Setelah mengalami koma hampir satu bulan, kejadian istimewa terjadi. Esoknya Lia sadar. Kabar gembira itu diterima ibu beranak tujuh itu, melalui telepon. ”Lia sudah bisa membuka mata.” Betapa rasa syukurnya meluap dan seribu ucapan syukur bagi Allah Swt menggema, di ruang hatinya yang penuh haru.

 

Anaknya, Fahmi, menambahkan bahwa bu Nurjanah juga terus dihadapkan pada bermacam-macam cobaan penyakit. Ia pernah didiagnosa mengalami osteoporosis, jantung, dan stroke. Biayanya jelas tidak tanggung-tanggung. Namun, dengan kekuasaan Allah dengan jalan bersedekah, akhirnya bu Nurjanah terbebas dari cobaan itu.

 

Kini, ibu Nurjanah mengisi hidupnya dengan beribadah dan bersedekah. Biasanya, sedekahnya ia salurkan ke yayasan Lansia, anak yatim/panti, atau siapa pun yang berhak dibantu. (Weny)