Monday, 01 March 2010 10:05
Last Updated on Friday, 05 March 2010 23:56
Written by Edi Setiawan
Bantul – RS PKU Muhammadiyah Bantul melaksanakan Simulasi Darurat bencana alam. Setelah RSI Pondok Kopi, RS PKU Muhammadiyah Lamongan dan kini RSU PKU Muhammadiyah bantul mendapat giliran untuk melaksanakan simulasi tanggap bencana alam tersebut. Hal ini dilaksanakan dalam ragka menguji Disaster Plan / Rencana Kedaruratan Rumah Sakit. Kegiatan tersebut berupa terjadinya kebakaran hebat di Pabrik PT. Ameya yang berlokasi di pajangan bantul, dimana pabrik mengalami kebakaran hebat sehingga terjadi korban massal, puluhan luka bakar hebat, meninggal, luka bakar ringan dan gangguaan pernafasan, total korban berjumlah 120 orang pada hari rabu (24/02/2010).
Hal tersebut disampaikan oleh bapak Budi Santosa selaku Manager Marketing RSU PKU Muhammadiyah Bantul melalui rilis ke redaksi muhammadiyah.or.id.Kegiatan tersebut dilakukan RSU PKU Muhammadiyah Bantul bekerjasama dengan PT. Ameya, Satlak Bantul, Kesbangpolinmas, Dinas Kesehatan, dinas perhubungan, dinas sosial, POlres bantul, polsek pajangan dan bantul, Warga sekitar PKU Bantul, PMI Cab. Bantul, puskesmas Pajangan dan MDMC Bantul. Ungkap Budi
Simulasi ini mendapat apresiasi yang positif oleh Satlak bantul dan seluruh dinas di Kab. BAntul dan dievaluasi langsung oleh AGD 118 Jakarta. dalam evaluasinya dr. Adib Yahya dan Bpk Jundan dari kesbangpolinmas serta dr. Siti Nor Zaenab Kadinkes Bantul mengatakan bahwa baru RS PKU Bantul yang telah menguji coba Rumah Sakit dalammenghadapi Resiko Bencana ditengah isu global bahwa Bantul merupakan Daerah bencana. Pungkas Budi Santosa. (Fan) (Sumber:www.muhammadiyah.or.id)