Keliling Jawa Naik "Sepeda Lingkungan"

Dua remaja ini rela berhari-hari mengayuh sepedanya tanpa peduli resiko dan bahaya yang dilaluinya. Mereka berangkat dari Pasuruan tanggal 1 Agustus lalu dan tiba di Jakarta tepat saat bangsa ini merayakan hari kemerdekaan yang ke-63. Perjalanan panjang pertama bagi mereka ini ditempuh sejauh 1000 kilometer dalam waktu 17 hari. Apa sekiranya yang membuat mereka sanggup melakukan perjalanan sejauh itu?


Mungkin, diantara sobat eMHa memiliki hobi bersepeda, itulah yang dilakukan aktivis Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Billah dan Isa. Mereka telah melewati banyak kota sepanjang PANTURA (Pantai Utara). Dua pemuda yang berinisiatif “keliling” pulau Jawa ini memang sengaja mengambil moment 17-an. “Kami punya maksud di hari kemerdekaan ini, masyarakat bisa lebih peduli dan sadar lingkungan”, ujar Billah saat diwawancarai crew MATAHATI ketika tiba di gedung dakwah Muhammadiyah, jalan Menteng Raya No.62 Jakarta Pusat.

Billah dan Isa sempat dilepas oleh anggota DPRD Kabupaten Pasuruan sebelum berangkat menuju Surabaya, kota pertama yang dilewatinya. Di sana mereka disambut hangat oleh para aktivis pemuda (OKP) lainnya.

Tas berisi pakaian dan makanan seadanya itu disimpan disamping kanan kiri sepeda mereka. Selain itu, dua pria lajang ini juga membawa surat tugas (resmi) dari pemerintah kabupaten setempat.

Mereka menuturkan kisahnya yang pertama, di perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo. Pasalnya selama dua hari Billah sakit, “Karena kurang persiapan fisik, ya jadinya nge-drop (sakit-red.),” kata pria bertubuh kurus tersebut. Kisah lainnya, Isa menderita luka ringan, gara-gara tertabrak truk. “Saya jadi korban tabrak lari di Indramayu, yang nabrak itu truk karena di jalan tidak ada penerangan sedangkan jalan sempit, alhamdulilah lukanya ga terlalu parah,” ungkap Isa dengan logat Jawa Timurannya yang kental.

Belum selesainsamapai di situ, Isa kembali terserempet truik besar alias tronton. Namun, lagi-lagi dewi Fortuna berada di pihak Isa. Bahkan mereka juga sempat diinterogasi kesatuan polisi di daerah Semarang Tengah. Hal itu karena mereka dicurigai membawa ‘Bom’.

Kejadian itu semua sudah menjadi bagian pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka. Dan langsung terbayarkan dengan adanya surprise yang diberikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. DR. Din Syamsuddin. Surprise itu berupa sambutan hangat, tepuk tangan, sanjungan dan penghargaan bagi keduanya yang telah berjuang utnuk kebaikan di jalan Allah.

Menpora dan Kementerian Lingkungan Hidup hingga mengunjungi kepala negara, Presiden SBY di istana kepresidenan, untuk menyampaikan gagasannya membuat energi alternatif, biogas, serta model pengolahan sampah rumah tangga yang cukup efektif dan efisen.

Hits: 3398
Comments (0)add
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

busy
You are here