Wednesday, 24 February 2010 07:48
Last Updated on Monday, 01 March 2010 07:33
Written by Edi Setiawan
LAZISMU Garut, Menopang Dakwah secara Komprehensif DAKWAH menyeru kepada Allah Swt. adalah keharusan syari’ah dan kebutuhan manusia untuk membersihkan mereka dari kerusakan yang tampak di daratan, di lautan, dan di mana saja. Allah Swt. telah memerintahkan hal itu kepada kita dengan firman-Nya: “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (ali-‘Imran [3]: 104) Rasulullah Saw. pun bersabda, “Barangsiapa melihat kemunkaran maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak mampu maka dengan lisannya. Dan jika dia tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.” (Riwayat Muslim) Ayat al-Qur’an dan hadis Rasulullah tersebut ingin menegaskan bahwa aktivitas dakwah sebetulnya dapat dilakukan dalam berbagai dimensi dan lini kehidupan sesuai dengan perkembangan zaman. Bila saat ini masyarakat kita diramaikan dengan fenomena situs perkenalan facebook ataupun media internet lainnya, maka aktivitas zakat pun semestinya mampu menjangkaunya. Artinya, aktivitas dakwah tak hanya sebatas dengan lisan dan perbuatan, tapi juga bisa berbentuk multimedia. Tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan, social service (panti asuhan, rumah sakit dan sebagainya) dan pemberdayaan ekonomi, tapi juga teknologi internet. Untuk itulah, siapapun dan di manapun harus ada orang-orang yang mau dan mampu menjaga spirit dakwah tersebut. Seperti yang terjadi di Kabupaten Garut, di sana sempat muncul kekhawatiran akan aktivitas dakwah yang semakin besar tantangannya seiring perkembangan zaman. Untunglah, atas kepedulian sejumlah tokoh masyarakat yang setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, terbersitlah ide memperkuat lembaga amil zakat, infak dan sedekah (LAZISMU) yang diharapkan dapat menopang aktivitas dakwah. “Zakat, infak dan sedekah memang seharusnya menjadi jembatan untuk memperkuat basis dakwah,” demikian tutur Subhan (Ketua Dewan Pengurus LAZISMU Garut). Dengan adanya LAZISMU di Garut, aktivitas dakwah yang dilakukan oleh sekitar 12 da’i khusus ke daerah Garut Selatan bisa terus dijalankan. Meski LAZISMU Garut baru seumur jagung, namun manfaat keberadaannya telah mulai dapat dirasakan oleh warga sekitar kabupaten Garut. Untuk program awal, selain menopang aktivitas dakwah para da’i khusus, LAZISMU Kabupaten Garut juga akan segera memberi bantuan pendidikan kepada 30 siswa sekolah dasar di daerah kabupaten Garut. Sementara itu, Wakil Ketua LAZISMU Garut menuturkan bahwa ke depan, guna mendukung program pemberdayaan ekonomi Pemprov. Jawa Barat, LAZISMU Garut akan segera meluncurkan agenda pembentukan kelompok peternak guna mengembangkan lumbung domba. “Selain itu, kami juga akan membuat program kredit tanpa bunga dengan skim qardul hasan untuk para pedagang pasar. Program ini dikhususkan untuk menghadang para rentenir yang biasa mencekik para pedagang pasar dengan kredit berbunga tinggi,” tambah pria ramah, yang merupakan Kepala Desa Dayeuh Nanggung, Cilawu Garut ini. Akivitas dakwah pun pada akhirnya dapat dilakukan secara konfrehensif, tak cuma sekadar nahyi ‘anil munkar, tapi juga sebagai amr bil ma’ruf (baik berupa pendidikan, social service, dan pemberdayaan ekonomi) seperti yang dilakukan oleh LAZISMU Kabupaten Garut. (mrf)