MEMBERI sesuatu kepada sesama merupakan tindakan naluriah dan ciri kemanusiaan. Orang yang tidak mau memberi dan berbagi berarti melanggar kodrat kemanusiaan dan melawan naluri.

Prinsip inilah yang dijaga dan praktikkan oleh Staf Ahli Menteri Pertahanan 2001-2008, Prof M Bambang Pranowo. Gurubesar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah ini tentu tidak asal berprinsip. Dia punya segudang argumentasi untuk membenarkan prinsipnya tersebut.

“Sejak lahir manusia telah dididik dengan kebaikan. Ia tumbuh dan besar karena kebaikan yang diberikan kedua orangtua dan orang yang ada di sekelilingnya. Di sini manusia mulai belajar tentang pentingnya berbagi,” kata Prof Bambang, kepada eMHa di rumahnya di daerah Cipinang Jakarta Timur, Jumat (25/12).

Di samping itu, katanya, manusia juga dianjurkan untuk memberikan sesuatu yang dia inginkan. Dalam banyak ayat dan hadits Nabi disebutkan, “Jika kamu menolong Allah, Allah akan menolong kamu. Dan jika kamu menyayangi makhluk di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi akan kamu.”

Dia mengaku sejak kecil sudah diajarkan berbagi kepada sesama. Secara praksis, jika sedang panen buah-buhan atan tanaman, dia mendapat tugas dari orangtuanya untuk membagikan hasil panen tersebut kepada tetangga.

“Secara tidak langsung, saya sudah diajari berbagi,” kata pria yang menamatkan pendidikan master dan doktornya ini di Monash University, Australia. Karenanya, dia berkomitmen untuk terus membantu sesama sepanjang yang ia miliki.

Untuk itu, katanya, dalam memberi tidak boleh hitung-hitungan, apalagi harus dulu nisab (ukuran). Jika ada orang yang membutuhkan langsung bantu, jangan tunggu sampai tahun depan. Artinya, tidak hanya zakat, sedekah dan infak juga harus dikeluarkan.

Dia mengaku ada kebahagian tersendiri yang ia peroleh ketika bisa membantu orang lain. In giving, receiving. Orang yang dibantu memang tidak memberi balasan, tapi sesuai janji Allah, Dia akan membalasnya.

“Dalam perjalanan hidup, saya sering mendapatkan sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya. Mungkin ini karena kegemaran berbagi,” pungkas Ketua Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan, dan Perumahan Departemen Pertahanan RI ini.(zul)