Perempuan Berdaya adalah gerakan pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi berbasis keluarga.
Muhammad Yunus menyatakan bahwa kunci kesuksesannya membangun Grameen Bank adalah berasal dari sisi keagungan para wanita. Menurutnya selain lebih ulet, wanita ternyata lebih tertib dalam mengembalikan kredit. Artinya, dari sisi finansial wanita lebih bankable dibandingkan pria.
Sisi-sisi keagungan wanita tersebutlah yang menyadarkan LAZISMU dan PP. Aisiyah akan pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga bagi kaum perempuan. Sebuah kesadaran yang terejawantahkan dengan membentuk program BUEKA ( Bina Usaha Ekonomi Keluarga).
Hingga saat ini Lazismu dan Aisyiyah telah memiliki berbagai program pemberdayaan perempuan dalam bentuk: Baitul Maal wa Tamwil sejumlah 12, toko/warung/kios/kantin ada 49 buah, 4 lembaga Kursus ketrampilan, 87 buah home industri, 156 buah BUEKA, dan sekitar 1587 UMKM binaan 'Aisyiyah.
Pemberdayaan perempuan dalam sisi keuangan memang menjadi lebih strategis, karena dengan memberdayakan perempuan maka secara tidak langsung memberdayakan keluarga, pencukupan gizi bagi anak, dan juga pendidikan pengelolaan kelompok bagi para perempuan.