
(Jakarta) Ironis memang ditengah hingar bingar kemegahan kota Jakarta masih kita jumpai sekolah yang sudah dua tahun ini masih dalam rangka (belum jadi). Sebut saja SD Muhammadiyah 25 Jakarta dan SMP Muhammadiyah 32 Jakarta yang sudah dua tahun masih merekonstruksi bangunan. Akibat dari ini siswa dan siswi harus rela mengungsi kesekolah lain dikarenakan sekolah yang mereka tumpangi tidak bisa dijadikan tempat belajar dengan minimnya bangku sekolah. Pembangunan sekolah yang sudah dua tahun ini rubuh akibat angin puting beliung nyatanya menjukan kualitas pendidikan sekelas kota Jakarta, Malahan minimnya fasilitas penunjang pendidikan siswa dan siswi rela belajar menggunakan meja kecil dengan ampar karpet yang masih kotor dengan balutan debu yang masih menempel dilantai.
Bangunan yang rencananya akan dibangun tiga lantai ini ternyata tersendat dalam perbaikan dikarenakan pihak sekolah tidak mampu membayar biaya pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah agar layak dipakai. Tidak hanya bangunan yang belum selesai, pasilitas laboratorium dan perpustakaan tidak kelihatan, padahal pasilitas ini yang mendukung siswa dalam meningkatkan kapasitas belajarnya.
Dengan latar belakang tadi LAZISMU sebagai lembaga zakat nasional yang memberdayakan kaum miskin/marginal dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi dengan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf dari kaum mampu dan program CSR perusahaan. LAZISMU dibawah naungan Muhammadiyah akan berperan aktif dalam pendidikan nasional dengan membangun puluhan ribu sekolah dan menampung jutaan siswa di seluruh Indonesia melalui program INTEGRATED DEVELOPMENT FOR EDUCATION (IDE) sebuah program pengembangan sekolah-sekolah pinggiran menjadi sekolah unggulan melalui sistem terintegrasi, yang menggabungkan antara pembangunan sarana-prasarana sekolah, pengembangan sistem pengajaran, peningkatan kualitas sumberdaya guru dan pemberian beastudi bagi pelajar dari keluarga kurang mampu dalam satu rangkaian program.
Dengan sistem pengembangan terintegrasi ini diharapkan akan muncul sekolah alternatif yang mampu mencetak peserta didik yang memiliki karakter diri, keilmuan dan nilai keislaman yang unggul.
Program Integrated Development for Education (IDE) dicanangkan di SD Muhammadiyah 25 Jakarta dan SMP Muhammadiyah 32 Jakarta akan berdampak positif karena mampu menyelamatkan pendidikan nasional. Keberadaan sekolah ini sangat dibutuhkan siswa dan siswi karena kebanyakan mereka dari kalangan kelas bawah.
Tahap awal program IDE di SD Muhammadiyah 25 Jakarta dan SMP Muhammadiyah 32 Jakarta adalah Merehabilitasi total seluruh gedung sekolah Perguruan Muhammadiyah dan pengembangan sarana-prasara penunjang pengajaran. Selanjutnya akan difokuskan pembenahan manajemen kelembagaan dan pengelolaan sistem pendidikan, peningkatan kualitas pengajar dan subsidi pendidikan bagi guru dan peserta didik.
Ditambah dengan pendampingan yang sistematis dan berkesinambungan, dalam jangka waktu 5 tahun kedepan, SD Muhammadiyah 25 Jakarta dan SMP Muhammadiyah 32 Jakarta akan mampu menjadi sekolah unggulan dilingkungannya.[Edi]
Â