(Jakarta) Tak henti-hentinya negeri tercinta ini dilanda banjir yang begitu dahsyat. Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat membawa rasa empati yang berlebih dimana kondisi miris yang didapatkan oleh ratusan warga mengharuskan mereka diisolasi dari pemukiman dan harus tinggal ditenda pengungsian.

Persoalan diatas merupakan salah satu bencana banjir di negeri ini yang patut dibantu. Melihat persoalan banjir yang selalu datang secara tiba-tiba PKO-LAZISMU dan MDMC bekerjasama dengan stackholder telah melakukan siaga banjir nasional dalam membantu korban bencana dengan mendistribusikan Family Kit dan memberi bantuan pengadaan instalasi air bersih kepada korban bencana banjir yang membutuhkan yang difasilitasi oleh posko LPB disetiap daerah bencana untuk mempermudah dan mempercepat proses pendistribusian bantuan.

 

Koordinator PKO-LAZISMU, Ulul Azmi menerangkan kesiapsiagaan penanggulangan banjir kali ini dilakukan untuk membangun kesiapan antisipasi penanggulangan bencana dengan mempersiapkan relawan siap siaga dalam menghadapi banjir nasional sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat.  

 

Kesiapan menanggulangi bencana banjir nasional, jelasnya, akan dilakukan lebih baik dari tahun-tahun lalu. Karena setiap tahunnya, belum ada koordinasi secara intensif dengan LPB di daerah bencana banjir.

 

 

“Kami pastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir nasional tahun ini akan membaik dan meningkat. Kami harapkan adalah terjadinya sinergi lebih baik antara masyarakat dan PKO-LAZISMU. Dan kami akan terus bersinergi dengan semua pihak yang akan ikut andil agar kesiapan lebih lengkap dan lebih baik,” tuturnya.

 

 

 

Berbagai persiapan yang dilakukan diantaranya mengaktifkan posko-posko peduli banjir yang dibantu oleh Rumah Sakit Muhammadiyah serta meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam penanggulangan bencana baik sebelum maupun paska bencana.

 

 

 

Selain itu, juga membangun kebersamaan dan keterpaduan koordinasi dalam menanggulangi bencana, melakukan penanggulangan bencana sebagai sarana evaluasi untuk menyempurnakan sistem penanggulangan bencana di waktu-waktu mendatang.

 

 

 

Arif Nur Kholis, Sekretaris Lembaga Penannggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MDMC) menerangkan pihaknya telah membuat peta rawan bencana di seluruh wilayah Indonesia. Untuk mengantisipasi bencana, kita akan melakukan tindakan jangka pendek, salah satunya sudah memasukkan logistik ke tingkat daerah yang dikoordinir oleh LPB daerah setempat.

 

“Intinya kita juga siap membantu korban bencana dalam menanggulangi bencana banjir bila terjadi. Kami sudah siapkan relawan dari MDMC disetiap daerah yang akan selalu sigap dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

 

Dalam masa tanggap darurat penanganan bencana banjir nasional, MDMC dan  PKO-LAZISMU sudah menyalurkan bantuan Family Kit kepada korban bencana yang berisi (a) Kebutuhan rumah tangga seperti peralatan mandi, masak, pembalut perempuan, (b) Sembako dan makanan cepat saji (c) Gizi dan nutrisi. Bagi yang ingin membantu dapat memberikan donasi bagi pengadaan Family Kit seharga Rp. 200.000/paket.[Edi]