Membaca IKraR, Memantapkan LAZ
- In Actual News
- Last Updated on 26 March 2012
- By Author
- Hits: 804
Â
Membaca IKraR
Memantapkan LAZ
Â
Menyimak kondisi eknomi saat ini, wajar jika pemerintah meluncurkan program Indeks Kesejahteraan Rakyat atau yang dikenal dengan IKraR pada 21 Maret yang lalu. Suatu program yang dirancang untuk mengetahui dengan gamblang kondisi masyarakat Indonesia yang disertai berbagai solusi permalasalahan.       Â
Â
Menurut pengakuan pemerintah indeks ini berbeda dengan indeks lain yang dikeluarkan oleh lembaga atau negara lain, ungkap Menkokesra Agung Laksono. Agung membeberkan indeks tersebut dihitung menggunakan tiga dimensi yakni keadilan sosial, ekonomi dan demokrasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.Â
Pemerintah melalui Menkokesra meyakini kekuatan IKraR adalah memperhitungkan rasio atau data kesenjangan di mana indeks yang telah dimiliki sebelumnya belum mempertimbangkannya meski menggunakan rasio berdasarkan statistik yang absah. Agung menambahkan, dimensi dan indikator yang dipilih telah mencerminkan kondisi masyarakat Indonesia yang sesungguhnya.
Memantapkan LAZ
Terlepas dari metode baru yang digunakan pemerintah yang jelas fakta kesenjangan sosial itu ada di sekitar kita. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan data yang telah dirumuskan Biro Pusat Statistik (BPS) ? Konsistensi pemerintah dalam mengukur tingkat kesejahteraan sosial yang berbanding dengan kesenjangan sosial kian terbuka untuk dikritisi.
Bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) kesejahteraan rakyat dan kesenjangan sosial merupakan cerminan bagaimana potensi zakat, infak, sedekah dan bentuk kedermawanan sosial lainnya dapat digali sedalam mungkin. Potensi ini sebagai ibadah maaliyah ijtimaiyah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan bagi mereka yang berada dalam zona new mustad’afin termasuk didalamnya membantu di bidang pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi.
Paling tidak bagi LAZ, betapapun kontradiksinya baju â€indeks†baru yang ditawarkan pemerintah dapat dijadikan pembanding untuk menilai dan menafsirkan angka kemiskinan di tengah masyarakat. Tentu saja LAZ menunggu kabar baik pemerintah dengan segala perkembangannya akan selalu memantapkan diri untuk berbenah melalaui program-program pemberdayaan yang berbasis peningkatan ekonomi umat (Author, diolah dari berbagai sumber).     Â


