Kebumen- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hajriyanto Y. Tohari di depan Kader Muhammadiyah dan Anggota Kelompok Tani di Kec. Rowokele, Kab. Kebumen mengingatkan bahwa sesungguhnya umat yang berdaya lebih dicintai Allah.  Berdaya, atau kuat itu menurut Hajriyanto berarti kuat di segala bidang.   Ahad (7/03/2010) di tengah Sawah milik Dartono setelah melakukan Panen Raya bersama Bupati Kebumen dan Ketua MPM Said Tuhuleley, Hajriyanto menyampaikan pidato singkatnya.

Dalam Muhammadiyah, Hajriyanto yang juga Ketua Lazis Muhammadiyah itu, Dakwah definisinya adalah dakwah dalam berbagai bidang, termasuk pemberdayaan yang dilakukan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Menurut Hajriyanto yang perlu dikuatkan juga posisi tawar petani. “Di Jepang sekarang posisi tawar petani kuat, kalau mereka boikot tidak mau menanam, pemerintah pusing” terang Hajriyanto.“Di Indonesia posisi tawar petani lemah, namun masih tinggi dibanding nelayan” kata Hajriyanto. “ Di Jepang koperasi petani kuat, sehingga bisa berperan dalam menentukan harga” lanjutnya.

Berdaya secara Ilmu

Lebih lanjut dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir itu, selain berdaya secara ekonomi seharusnya juga berdaya secara ilmu pengetahuan. “Islam kan mengutamakan orang yang beriman dan berilmu, bukan beriman dan berpangkat” katanya.  Karena itu Hajriyanto mengingatkan bahwa pendapingan yang dilakukan MPM pada petani terutama dengan cara pertanian organik ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. (arif)