PUKUL 14.00, waktu setempat. Terlihat kesibukan di salah satu kantor Baitu Tamwil Muhammadiyah (BTM) di wilayah Banten. Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) ini bernama BTM Pasar Kemis berlokasi di Pasar Kemis, Tangerang. Sejumlah pedagang kecil dan menengah berdatangan. Wajah-wajahnya ramah. Tersenyum penuh arti. Seolah menatap masa depan gemilang yang tak lama lagi dihampirinya.

Dengan semangat, mereka melaporkan progres usaha dagangnya kepada pengurus BTM tersebut.
BTM Pasar Kemis adalah sebuah lembaga Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) yang telah memantapkan diri sebagai Lembaga Keuangan Mikro. Sejak berdiri pada tanggal 1 Juni 2007, BTM Pasar Kemis telah membuktikan kepedulian dan kerja nyata. Manfaatnya bisa langsung dirasakan khususnya oleh pedagang kecil yang tidak tersentuh perbankan. Selama ini, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan modal dan terbelit oleh berbagai agunan. Sehingga BTM Pasar Kemis langsung membantu mereka yang selama ini tercekik oleh bank keliling dan rentenir. “Kita bisa bayangkan, ketika pedagang kecil itu telat menyetorkan kewajibannya, mereka hanya mendapat makian dan ancaman.

Di samping itu, bunga yang dibebankan atas pinjaman, sangat besar,” ungkap Pak Nadjmi Tanjung, salah serorang pengurus BTM dengan nada prihatin.  Kini BTM Pasar Kemis benar-benar menjadi mitra bagi pedagang kecil yang sangat membutuhkan dukungan permodalan. Lembaga ini tidak melulu berbicara untung rugi, melainkan mengedepankan nurani dan kekeluargaan. Motto yang dibangun adalah “Membangun Kebersamaan Guna Menggapai Keberhasilan dan Meraih Kemuliaan.” Maka tak heran, BTM Pasar Kemis telah menjadi pelopor kebangkitan para pedagang kecil di sana.   BTM Pasar Kemis menjadi lembaga dengan memperhatikan nilai kemanusiaan. Dengan memperlakukan manusia sebagai manusia. Ada kasus, misalnya seorang pedagang sedang sakit, atau tabrakan, ia tidak pernah dipaksa untuk memenuhi kewajibannya. Ditunggu sampai pedagang itu sembuh dan mampu menjalankan usahanya lagi, baru pedagang itu memenuhi kewajibannya lagi kepada BTM.  

BTM Pasar Kemis telah menyalurkan pembiayaan sebanyak 521 transaksi kepada 197 orang sejak 31 Desember 2008. Mereka terdiri dari 95% pedagang dengan dana berputar sebesar Rp. 456.000.000,00 (empat ratus lima puluh enam juta rupiah). Dan besar penyertaan setiap anggota, berkisar antara Rp. 250.000,00 sampai Rp. 10.000.000,00. “Alhamdulillah, saya sangat terbantu oleh BTM ini. Dulu, saya masih kesulitan mengembangkan usaha pembuatan krupuk. Tapi sekarang usaha saya cukup maju,” ujar Nurul (35), salah seorang anggota BTM, mengungkapkan rasa gembira dan bangganya. Nurul sekarang telah memiliki 8 orang karyawan dan menjangkau Ciledug, Tangerang, Cikupa, dan Balaraja.   

Sejak awal, BTM yang bergabung dari berbagai suku dan etnis ini memiliki modal yang dihimpun dari uang pribadi para pengurusnya. BTM ini pun sempat mendapatkan dana pinjaman dari Muhammadiyah, sebesar 23 juta. Kemudian pada Januari 2008, BTM Pasar Kemis mendapat bantuan langsung untuk penguatan lembaga dari LAZISMU, senilai 15 juta rupiah. Dana itulah yang sekarang diputar dan mampu memberikan modal kepada sejumlah pedagang kecil di sana. Kemudian, Juni 2009, BTM Pasar Kemis mendapat penyertaan dari BNI Syariah, tanpa jaminan.  Di sela-sela obrolan, Pak Nadjmi mengungkapkan harapannya, “Saya berharap, ada sistem pengembangan SDM di sini yang didukung oleh lembaga di atas kami.” {dd/ruf}