Dieng- Peningkatan jumlah jejaring LAZIS Muhammadiyah jika tidak diiringi penguatan akan mengalami kekeringan aktifitas. Hal itu tentunya akan menghambat sosialisasi gerak lembaga amil zakat di beberapa daerah. Hampir 50 lembaga atau BMT yang bergabung menjadi jejaring LAZIS Muhammadiyah.

Oleh karena itu, tim program LAZIS Muhammadiyah terus melakukan penguatan (monev).Monitoring dan evaluasi dimaksudkan untuk menjaga pengorganisasian lembaga zakat yang menghimpun dana-dana ZIS sekaligus mendayagunakan berdasarkan kebutuhan asnaf.

Moment menjelang ramadhan ini sangat potensial menyuarakan ajakan berzakat, infaq, shadaqah. Beberapa waktu lalu, penguatan jejaring LAZISMU lang sung menelusuri daerah Dieng, Jawa Tengah.  Kegiatan ini dipimpin langsung oleh vice manajer pendayagunaan, Hari eko Purwanto.

Menurutnya, upaya penguatan jejaring agar menghindari kinerja lembaga/BMT yang kurang optimal. Sehingga jejaring LAZISMU yang berada di Dieng dapat melayani umat di wilayah jangkauannya. “Jika ada jejaring yang mengalami jalan di tempat sehingga kurang optimal dalam kinerja, kita akan melakukan upaya penguatan”, tegasnya.

Facebook Fanbox 1.5.x.0
Follow us on Twitter