LAZIS Muhammadiyah bertekad mengkampanyekan “sadar zakat” kepada masyarakat luas dan warga Muhammadiyah di berbagai daerah dengan memanfaatkan jejaring multilini yang sudah ada.
Hal tersebut disampaikan oleh Nanang Qodir selaku Manager penghimpunan (fundrising) LAZISMU dalam sesi kedua lokakarya.
Perkembangan kelembagaan LAZIS Muhammadiyah berdasarkan konsep jejaring multilini yang digelontorkan sejak awal tahun 2008 semakin menunjukkan respon yang positif di berbagai daerah.
Terutama kalangan warga Muhammadiyah yang berinisiatif membentuk LAZ/BMM sebagai unit pengumpul zakat (UPZ) ataupun organisasi pengumpul zakat (OPZ). Oleh karena, beberapa LAZ daerah mengajukan untuk menjadi jejaring LAZISMU Jakarta (pusat) dan permintaan buku Panduan Pendirian dan Pengelolaan Jejaring LAZIS Muhammadiyah meningkat tiap tahunnya.Alasan tersebut, ungkap Nanang, sifatnya jejaring karena akan terbentur dengan kebijakan struktur Muhammadiyah, sehingga menyulitkan.
Sedangkan posisi jejaring adalah sebagai fungsi koordinatif setara dengan LAZIS dimanapun. Jadi kelembagaan LAZISMU yang sifatnya struktural belum bisa dilakukan. Justru ini akan membuat gerak jejaring LAZISMU semakin luwes.
Salah seorang utusan dari Pimpinan Muhammadiyah Daerah Kabupaten Bekasi mengusulkan pelaksanaan sosialisasi ZIS dilakukan di lokasi yang sangat potensial seperti perusahaan-perusahaan yang banyak berdiri di kawasan industri sekitar kabupaten Bekasi.
Peluang tersebut diserahkan kepada LAZISMU untuk membuka layanan ZIS di kantor PDM kab.Bekasi, Jl. Hasanuddin, Ruko Permata Blok A3 No.1, Tambun, Bekasi. Realisasi ini sedang dalam pembahasan di jajaran pengurus LAZISMU.{weny}
| < Prev | Next > |
|---|

