Jakarta-Tiga tahun, sebuah usia yang masih belia. Namun, tak sedikit kontribusi yang diberikan PT Service Quality Partners dalam rentang itu. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Service Quality Development, Consulting and Research, PT Service Quality Partners atau yang biasa disebut SQP ini berada di garda depan medan ‘persaingan’: membangun kualitas sumber daya manusia yang bermutu terhadap perkembangan dunia bisnis.
Kita sudah cukup tahu, seberapa besar nilai dari mutu masyarakat Indonesia sekarang ini. Laiknya sebuah ‘persaingan’, SQP tentu memainkan jurus-jurusnya. Menurut Managing Director SQP, Dinar Dwi Astika, SQP merupakan nama baru dari Static Pro sejak 2005 lalu. Sebelumnya hanya melayani konsultasi dan penelitian terhadap kliennya, yang kebanyakan adalah perusahaan besar, seperti Bank-bank konvensional maupun perusahaan seperti BUMN.
Kini, ‘jurus-jurus’ yang dikembangkan perusahaan jasa yang ditangani hanya 5 orang karyawan ini adalah pada sisi pengembangan kualitas pelayanan dari sisi aset manusianya, contoh customer service, teller, satpam.
Perusahaan yang berkantor di Gedung Artha Graha ini bergerak seiring melakukan layanan konsultasi bisnis. Tentunya, hal tersebut berdasarkan kebutuhan klien yang terdiri dari PT PERTAMINA, PLAZA TELKOM, Bank Lippo Syariah, Bank Jabar, Bank Persyarikatan Indonesia, BUKOPIN, Bank Nagari dan sebagainya. Jurus ini lebih dikenal dengan istilah ‘customize’. Selain itu, agar lebih ‘customize’ lagi, pertama, SQP memberikan support pada perusahaan/kliennya dalam pembuatan standarisasi pelayanan, seperti ISO/Standar Sistem Manajemen Mutu produk ataupun manusianya.
Bagi pelayanan jasa yang sifatnya tangible fisik, seperti research untuk internal, SQP melakukan pelayanan bagi kliennya untuk mengukur seberapa jauh mutu terhadap servis provider dari klien. Hal tersebut semakin melengkapi ‘persaingan’ dalam dunia service quality, di samping dukungan dari para intellectual capital yang kompeten di bidangnya.
Kedua, SQP dalam memberikan layanan konsultasinya diramu dalam paket pelatihan berupa soft skiil maupun hard skiil. Pelatihan model soft skiil antara lain Achievement Motivation Training/AMT, Service Excelent, training/workshop team building. Model hard skiil/tekhnical skiil, analisa pembiayaan, pelatihan akutansi dan sebagainya. Ini terbukti, SQP semakin menunjukkan ketangguhan ‘persaingan’-nya sampai luar Jakarta. SQP juga menghadirkan pakar-pakar seperti praktisi keuangan dan manajemen.
Awal Agustus lalu, LAZIS Muhammadiyah menjalin mitra kerjasama dengan SQP dalam pengembangan kualitas tim amil LAZISMU. Rangkaian workshop team building ini berlangsung dengan sempurna. SQP melakukan research terlebih dahulu kepada kliennya, LAZISMU. Kemudian semua kebutuhan itu ‘diturunkan’ menggunakan berbagai metode yang tepat dari pelatihan team building tersebut. Adanya feed back dari beberapa pengalaman pelatihan juga case-case yang memang actual. Semua itu berdasarkan base practice.
Fasilitator yang disediakan oleh SQP adalah berasal dari hubungan associate. Sehingga dalam setiap resource yang ada, hubungan kerja associate ini menguntungkan dari sisi manajemen perusahaan layanan service quality ini karena tidak terikat waktu. Ketika membutuhkan pada setiap projeknya, maka tim fasilitator pun akan turun tangan.
Idealisme dan obsesi PT SQP ini yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing dengan negara lain. “Dengan kontribusi kami, bisa ikut mempercepat perkembangan resources, untuk bisa berkiprah, dan lebih bisa menekankan value, obsesinya pun dilihat dari sisi keuntungan secara bisnis, nantinya akan meningkatkan citra bangsa Indonesia di mata dunia Internasional,” ungkap wanita yang pernah bergabung di Bank Syariah Mandiri sebagai Kepala Divisi Pelayanan dan Pengembangan Produk.{weny}
| < Prev |
|---|

