Salah satu hal penting yang perlu kita pahami mengisi waktu di bulan ramadhan yang penuh berkah, sehingga tidak berlalu dengan sia-sia tanpa pesan dan makna memanfaaatkan dengan amal ibadah ulama berpendapat paling tidak ada tempat amalan utama yang perlu kita prioritaskan dalam mengisi bulan Ramadhan.
Yang pertama : memperbanyak sedekah , Islam adalah agama yang mengajak dan menganjurkan orang untuk suka memberi kebaikan dan kebajikan sebagaimana firman-Nya dalam QS. AL- Baqarah : 261 , Ali Imron : 92. Juga hadist riwayat AT-Tarmudzi dari Anas Ibnu Malik RA bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya sedekah itu memadamkan kemuliaan ALLAH dan menolak kejelekan ”. Pada suatu kesempatan yang lain Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa :
“Tiada suatu hari pun di mana seorang hamba bangun pada pagi hari , kecuali dua orang malaikat turun ke bumi sambil berdoa : Ya Allah , datangkanlah kerusakan bagi orang yang bakhil .” (HR. Bukhari & Muslim).
Bulan Ramadan bukan saja bulan untuk ibadah, tetapi juga bulan yang sangat berdimensi sosial. Artinya, bulan Ramadhan adalah bulan untuk melatih kepekaan sosial. Oleh karena itu sudah seharusnya seorang muslim yang menjalankan puasa menumbuh kembangkan sikap pemurah dalam segala hal. Dan di antara wujud kongkrit sikap pemurah itu adalah memberikan apa yang ada padanya (sedekah). Sikap dermawan ini tentunya harus didasari atas kemauan sendiri dan tidak ada paksaan dari orang lain. berderma di sini tidak terbatas pada derma materi, tapi berderma juga bisa dilakukan dengan mengembangkan di dalam materi , misal tenaga atau ilmu. Hal itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. , ia berkata Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan (pemurah) dan kedermawannya itu sangat menonjol pada bulan Ramadhan. Ketika malaikat Jibril menerimanya pada tiap malam selama Ramadhan, lalu mengajaknya mendasak AL-Quran. Ssungguh-sungguh Rasulullah SAW . Ketika ditemui oleh Jibril lebih dermawan hartanya dari pada angin yang berhembus. ( HR. Bukhari & muslim)
Makna “lebih dermawan dari angin yang berhembus “ adalah kecepatan (kesegaran ) Rasulullah SAW dalam memberikan pertolongan atau bantuan kepada orang lain. Kemurahan Rasulullah SAW tidak hanya dalam bidang harta benda, akan tetapi juga dalam bidang ilmu. Beliau ikhlas memberikan ilmunya kepada para sahabat beliau juga merelakan jiwanya demi tegaknya agama Allah. Beliau memberikan petunjuk serta menyampaikan hal-hal yang bermanfaat bagi manusia, baik dengan jalan memberi makan orang lapar, laporan kepada orang yang memerlukan maupun menanggung beban orang lain. Rasulullah Allah surga tanpa hisab adalah sepemurah (sedermawan-dermawannya) mengerti . Lalu bagaimana dengan kita?
Segeralah melontar sebelum maut menjemput kita. Wasalammu’alaikum Wr.Wb.