|
Written by Administrator
|
|
Friday, 26 September 2008 |
Lima tahun terakhir, kehidupan sosial ekonomi masyarakat kota Surabaya makin memprihatinkan. Penduduk kota Surabaya sudah mencapai 2,8 juta jiwa. Sekitar 11,8 persen angka pengangguran, serta untuk kasus gizi buruk menunjukkan angka tertinggi di Surabaya. Di wilayah Surabaya Barat tepatnya di kecamatan Tandes, terdapat kasus gizi buruk sebanyak 225 anak, usia di bawah lima tahun (balita), disusul kemudian kecamatan Pakal sebanyak 82 balita, Benowo 26 balita, Sambikerep 29 balita, Lakarsantri 16 balita dan Dukuh Pakis 20 balita. Tingkat pendidikan yang rendah juga mengakibatkan mutu sumberdaya manusia menjadi rendah, dan mengakibatkan banyaknya pengangguran. |