
Dalam beberapa tahun ini, Baitul Tanwil Muhammadiyah (BTM) nama lain dari BMT, salah satu micro finance development semakin di minati oleh para pengusaha dan pedagang pasar. Malahan ada dari masyarakat non muslim yang kita temui di salah satu pasar di Jakarta menuturkan bahwa saya sudah menyimpan modal usaha di BTM sebanyak 75 juta. Alasan yang menarik ketika mereka ditanya adalah dengan menitipkan uang di BTM sangat aman dari manipulasi dalam perguliran dana.
Menurut Syafrudin Anhar, salah seorang praktisi BTM dan juga Wakil Ketua Badan pengurus LAZISMU, potensi masyarakat non muslim dalam menitipan uang lewat BTM semakin meningkat ini diakibatkan oleh kinerja BTM yang konsen dalam memberikan modal bagi pedagang pasar. Prosedur menyimpan di BTM sangat mudah dan tidak dikotomi atau pembeda, hal ini memunculkan opini publik bahwa masyarakat non muslim bisa menyimpan di BTM.
“Kalau di kaitkan dengan khitah gerakan ekonomi Muhammadiyah bahwa ekonomi sebaiknya tidak dilakukan monopoli pendayagunaan baik muslim maupun non muslim. Kalau kita lihat Syirah Nabawiyah. Ada yang menarik untuk dicermati kisah salah satu Kaum Qurais yang kaya dan dia sangat menetang keberadaan Nabi Muhammad, tetapi pada saat dia mau pergi ke Syam, ia bingung kepada siapa ia akan menitipkan hartanya. Mungkin saja julukan Al-Amien yang disebatkan kepada nabi Muhammad menjadikan orang Quraispun yakin bahwa harta yang ia titipkan kepadanya akan selamat dan utuh.
Dari penggalan cerita diatas, ini menunjukan bahwa dalam sisi ekonomipun Rosulullah mengingatkan harus berbuat jujur karena islam rahmatan lil alamin. Begitu juga dengan BTM hadir bukan hanya untuk kalangan muslim tapi non muslim pun bisa menjadi bagian didalamnya. Dengan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terhadap BTM menjadikan pendapatan BTM semakin meningkat.(edi)
| < Prev | Next > |
|---|